PM Australia Kecam Penembakan di Pantai Bondi: Tak Ada Tempat untuk Kekerasan dan Terorisme di Negara Kita!

PM Australia menyebut penembakan yang terjadi tepat perayaan Hanukkah sangat keji dan di luar nalar.

Diterbitkan 14 Desember 2025, 19:36 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Penembakan massal terjadi di Pantai Bondi, Sydney, Australia pada Minggu (14/12/2025) waktu setempat. Data terkini, sedikitnya 12 orang meninggal dunia dan belasan lainnya luka-luka.

Perdana Menteri, Anthony Albanese, mengecam keras aksi penembakan yang terjadi tepat di hari pertama Hanukkah, perayaan Yahudi.

"Siang ini telah terjadi aksi terorisme yang mengerikan di Bondi pada perayaan Hanukkah di tepi laut," katanya. Demikian dilansir dari abc.net.au.

Menurutnya, hari ini seharusnya menjadi momen sukacita untuk masyarakat Yahudi. Tetapi yang terjadi, mereka malah menjadi target aksi teror yang begitu mengerikan,

"Tindakan antisemitisme, sangat jahat, terorisme, yang telah menyerang bangsa kita. Serangan terhadap warga Yahudi Australia adalah serangan terhadap setiap warga Australia," sambungnya.

Tidak Ada Tempat Untuk Terorisme

Dia menambahkan, peristiwa ini duka mendalam untuk semua warga Australia. Namun demikian, dia menegaskan Australia tidak memberikan tempat bagi para pelaku teroris yang menebar kebencian.

"Setiap warga Australia malam ini, seperti saya, merasa hancur melihat serangan ini. Tidak ada tempat untuk kebencian, kekerasan, dan terorisme di negara kita," kata Anthony.

"Izinkan saya mempertegasnya, kita akan memberantasnya! Di tengah tindakan kekerasan dan kebencian yang keji ini akan muncul momen persatuan nasional di mana warga Australia secara keseluruhan akan merangkul sesama warga Australia yang beragama Yahudi," ujarnya.

Dia juga bisa membayangkan bagaimana dukanya para keluarga korban. "Kejahatan yang terjadi di Pantai Bondi hari ini sungguh di luar nalar dan menimbulkan trauma, kehilangan bagi para keluarga. Kejadian malam ini melampaui mimpi buruk siapa pun," kata Perdana Menteri Anthony Albanese.

Saat ini, katanya, kepolisian dan pihak terkait sedang menyelidiki otak di balik teror ini.

"Badan-badan kami akan memberikan Anda informasi terkini yang faktual secepat mungkin seiring dengan munculnya informasi baru."

Â