Liputan6.com, Jakarta Bayangkan angka ini: hanya dalam satu bulan, orang Indonesia melakukan puluhan juta perjalanan wisata. Pada Juli 2024 saja tercatat sekitar 77,24 juta perjalanan wisatawan nusantara. Traveling memang sudah menjadi hobi sejuta umat, tetapi biaya sering menjadi tembok yang membuat banyak orang mengurungkan niat.
Kabar baiknya, liburan impian tidak harus menunggu kaya atau menunggu bonus akhir tahun. Dengan strategi yang tepat, dana traveling bisa terkumpul dari setoran kecil yang konsisten - bahkan mulai dari Rp 20 ribu sehari, kira-kira seharga satu gelas kopi kekinian.
Kenapa Menabung untuk Traveling Layak Dicoba Sekarang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5590810/original/087591200_1778147010-IMG-20260507-WA0022.jpg)
Minat jalan-jalan orang Indonesia sedang tinggi-tingginya, tetapi tantangannya juga nyata. Pergerakan wisatawan nusantara sempat melemah antara lain karena harga tiket penerbangan domestik yang tinggi dan daya beli yang menurun. Justru di titik inilah menabung terencana jadi kunci: Anda mengunci harga lewat persiapan, bukan lewat utang.
Momennya juga pas. Musim kemarau (sekitar Mei-September) ideal untuk banyak destinasi pantai dan gunung di Indonesia, sementara low season seperti Februari menawarkan tiket dan penginapan lebih murah. Menabung dari sekarang berarti Anda siap berangkat tepat saat harga sedang bersahabat.
Selain soal uang, ada bonus emosional. Sebuah studi dari Cornell University menemukan kebahagiaan justru meningkat pada masa menanti keberangkatan liburan. Artinya, proses menabung sambil membayangkan destinasi impian sudah menjadi "healing" tersendiri.
Advertisement
Manfaat yang Anda Dapat, Bukan Sekadar Sampai di Destinasi
Manfaat pertama jelas finansial: Anda liburan tanpa berutang. Data konsumen menunjukkan mayoritas orang membiayai perjalanan dari tabungan pribadi (41 persen), disusul poin atau reward kartu (25 persen) dan penghasilan sampingan (20 persen). Rata-rata orang bahkan menganggarkan angka besar untuk perjalanan setahun, sekitar 10.600 dolar AS pada 2025. Menabung membuat pengeluaran sebesar itu terasa terkendali.
Manfaat kedua adalah kesehatan mental. Riset American Psychological Association menyebut traveling sebagai cara ampuh menghalau stres. Efek positifnya bahkan mulai terasa sejak masa penantian, dipicu pelepasan hormon dopamin. Penelitian juga mengaitkan liburan dengan peningkatan fleksibilitas kognitif dan penurunan stres kronis.
Manfaat ketiga bersifat karakter: kebiasaan menyisihkan uang untuk traveling melatih disiplin finansial yang menular ke pos lain, seperti dana darurat dan investasi. Jika Anda ingin gambaran lebih luas soal ketenangan yang lahir dari tubuh dan pikiran yang bugar, simak juga ulasan tentang manfaat olahraga untuk kesehatan psikologis.
Panduan Lengkap: 7 Cara Menabung untuk Traveling
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564043/original/077616500_1776923954-jcomp_1_.jpg)
1. Tentukan Destinasi Impian dan Hitung Total Biayanya
Langkah awal bukan menabung, melainkan menghitung. Tentukan ke mana dan berapa lama, lalu rinci biaya: transportasi pulang-pergi, penginapan, makan, transport lokal, tiket wisata, oleh-oleh, dan dana cadangan. Buat sedikit lebih tinggi dari perkiraan agar ada penyangga.
Nora Dunn, perencana keuangan yang beralih menjadi traveler penuh waktu, dikutip dari Quicken, menyatakan, "Sangat sulit menyusun anggaran perjalanan yang akurat, karena setiap orang bepergian dengan cara yang berbeda-beda." Karena itu, sesuaikan angka dengan gaya Anda sendiri, bukan gaya orang lain di media sosial.
Butuh inspirasi tujuan? Intip daftar destinasi wisata terbaik di Indonesia yang mendunia atau pilihan wisata alam dari hidden gem sampai yang paling hits untuk memancing motivasi.
2. Pecah Target Jadi Setoran Harian yang Mungil
Inilah rahasia "Rp20 ribu sehari". Ambil total target, bagi dengan sisa waktu. Misalnya target Rp6 juta untuk perjalanan 4 hari 3 malam di dalam negeri, dengan waktu 10 bulan, berarti Rp600 ribu per bulan atau sekitar Rp20 ribu per hari.
Trik ini bukan sekadar matematika, tetapi psikologi. Memecah tujuan besar menjadi langkah kecil membuatnya terasa lebih mudah dicapai; menyisihkan Rp600 ribu per bulan terasa jauh lebih ringan daripada mengumpulkan jutaan sekaligus, dan setiap milestone memberi rasa pencapaian.
Morgan Housel, penulis buku The Psychology of Money, dikutip dari The Globe and Mail, menyatakan, "Orang tidak punya keterikatan emosional pada sebuah angka, tetapi mereka jelas punya keterikatan pada sebuah cerita." Jadikan tabungan Anda sebuah cerita: "Dana Raja Ampat" atau "Trip Reuni ke Jogja".
3. Buka "Rekening Liburan" Terpisah
Dana yang tercampur dengan rekening harian nyaris pasti terpakai. Solusinya adalah sinking fund - rekening khusus yang hanya diisi dan tidak diutak-atik sampai hari H. Pilih rekening tanpa kartu ATM, atau manfaatkan fitur "kantong" atau tabungan berjangka di bank digital.
Pakar keuangan Rachel Cruze, dikutip dari Yahoo Finance, menyebut sinking fund sebagai "cara sempurna untuk menabung demi pengeluaran besar apa pun." Satu catatan penting: sinking fund berbeda dari dana darurat, dan jangan gunakan dana darurat untuk membiayai liburan.
4. Otomatiskan dan Terapkan "Bayar Diri Sendiri Dulu"
Jangan menabung dari sisa uang akhir bulan, karena biasanya tidak ada sisanya. Atur auto-debit dari rekening gaji ke rekening liburan tepat di tanggal gajian. Prinsip ini disebut pay yourself first, dan otomatisasi membuat Anda tidak perlu mengandalkan niat setiap hari.
Sebagai kerangka pembagian, sebagaimana diungkapkan Fidelity, disarankan mengalokasikan sekitar 30 persen dari penghasilan bersih untuk hal-hal yang Anda pilih untuk dinikmati - termasuk traveling. Butuh panduan mengatur pos-pos gaji? Baca cara mengelola gaji bulanan dengan bijak.
5. Pangkas Pengeluaran Variabel dengan Tantangan No-Spend
Pengeluaran variabel adalah lahan penghematan tercepat: kopi harian, langganan streaming yang jarang dipakai, atau nongkrong impulsif. Coba tantangan no-spend selama seminggu, lalu masukkan seluruh dana yang dihemat ke rekening liburan.
Yang tak kalah penting: berhenti membandingkan liburan Anda dengan orang lain. Crissy Whalin dari Single Mom Budget Travel, dikutip dari NPR, mengatakan, "Kita punya mimpi sekelas sampanye tapi anggaran sekelas bir," lalu mengajak semua orang kembali ke bumi dan menjelajahinya dengan cara yang realistis. Jika sempat "kebobolan" saat liburan panjang, ada strategi memulihkan keuangan usai long weekend yang bisa dicontek, terutama bagi yang mengatur keuangan rumah tangga dengan gaji terbatas.
6. Tambah Penghasilan dan Jual Barang Tak Terpakai
Jika penghematan belum cukup, tambah dari sisi pemasukan. Jual barang layak pakai yang menganggur di Tokopedia, Shopee, TikTok Shop, OLX, atau Carousell, lalu alihkan hasilnya langsung ke rekening liburan. Pekerjaan sampingan sesuai keahlian - menulis, desain, fotografi, atau les - juga efektif.
Pendekatan ini terbukti umum dilakukan. Untuk yang gajinya masih pas-pasan, mulailah dari nominal kecil sambil membaca kiat mengatur keuangan pribadi dengan gaji kecil.
7. Kembangkan Dana di Instrumen Likuid
Untuk target 6-12 bulan, dana liburan bisa "bekerja" sedikit. Reksa dana pasar uang tergolong berisiko rendah, likuiditasnya tinggi, dan imbal hasilnya cenderung lebih besar daripada tabungan biasa - cocok untuk tujuan jangka pendek. Anda bisa membelinya lewat aplikasi seperti Bibit atau Bareksa, dan produknya diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Timeline Realistis
- Minggu 1: tentukan destinasi, hitung target, buka rekening liburan, aktifkan auto-debit.
- Bulan 1: setoran pertama masuk otomatis; evaluasi pengeluaran variabel.
- Bulan 3: sekitar 30 persen target terkumpul; mulai pantau promo tiket.
- Bulan 6: lebih dari separuh dana siap; kunci tanggal dan pesan tiket saat harga turun.
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
- Mencampur dana liburan dengan rekening harian sehingga mudah terpakai.
- Menabung dari "sisa" gaji, bukan menyisihkan di awal.
- Menetapkan target terlalu besar sampai cepat menyerah.
- Menguras dana darurat demi liburan.
- Menaruh dana jangka pendek di instrumen berisiko tinggi.
Advertisement
Belajar dari Praktisi: Liburan Berkualitas Tak Selalu Mahal
Bukti bahwa perencanaan mengalahkan besarnya modal datang dari para traveler hemat. Seorang solo traveler, Martina Fajariani, membuktikan liburan tiga hari ke Bali bisa dijalani dengan modal sekitar Rp 1,5 juta lewat kombinasi kereta ekonomi, penginapan low season, dan pantai gratis seperti Uluwatu. Kisah lengkapnya bisa dibaca pada ulasan tips liburan ke Bali tiga hari dengan modal Rp1,5 juta ala backpacker.
Pola yang sama berlaku untuk kota lain. Banyak destinasi ramah kantong menanti, dari tempat wisata murah dan gratis di Jakarta, wisata Bali murah untuk liburan low budget, hingga obyek wisata Jogja yang murah meriah dan instagenic. Pesan pentingnya: fokus pada pengalaman, bukan gengsi.
Kalkulasi Biaya dan Potensi Hasil
Berikut simulasi seberapa cepat tabungan terkumpul berdasarkan setoran harian:
| Setoran Harian | Per Bulan | 6 Bulan | 12 Bulan |
|---|---|---|---|
| Rp10.000 | Rp300.000 | Rp1.800.000 | Rp3.650.000 |
| Rp20.000 | Rp600.000 | Rp3.600.000 | Rp7.300.000 |
| Rp50.000 | Rp1.500.000 | Rp9.000.000 | Rp18.250.000 |
Sebagai gambaran kebutuhan, ini estimasi anggaran perjalanan domestik 4 hari 3 malam dalam tiga tier (angka bisa berbeda menurut kota dan musim):
| Komponen | Hemat | Standar | Premium |
|---|---|---|---|
| Transportasi PP | Rp400.000 | Rp1.200.000 | Rp2.500.000 |
| Penginapan (3 malam) | Rp300.000 | Rp900.000 | Rp3.000.000 |
| Makan | Rp300.000 | Rp600.000 | Rp1.500.000 |
| Transport lokal | Rp150.000 | Rp400.000 | Rp1.000.000 |
| Tiket wisata | Rp150.000 | Rp400.000 | Rp800.000 |
| Oleh-oleh dan lain-lain | Rp200.000 | Rp500.000 | Rp1.200.000 |
| Dana cadangan | Rp200.000 | Rp500.000 | Rp1.000.000 |
| Total | Rp1.700.000 | Rp4.500.000 | Rp11.000.000 |
Artinya, tier Hemat bisa tercapai hanya dengan Rp10 ribu/hari selama enam bulan, sedangkan tier Standar cukup dengan Rp20 ribu/hari selama delapan bulan. Sebagai pembanding realitas lapangan, Badan Pusat Statistik menerbitkan Statistik Wisatawan Nusantara yang memuat profil perjalanan hingga rata-rata pengeluaran wisatawan domestik - data yang berguna untuk mengalibrasi target Anda.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Menabung untuk Traveling
Berapa idealnya menabung untuk traveling setiap bulan?
Patokan umum adalah menyisihkan sekitar 20 persen penghasilan, tetapi angka paling tepat berasal dari target Anda sendiri. Bagi total biaya perjalanan dengan sisa waktu; misalnya target Rp6 juta dalam 10 bulan berarti Rp600 ribu per bulan atau sekitar Rp20 ribu per hari. Mulai dari nominal yang terasa ringan, lalu naikkan bertahap.
Lebih baik menabung di rekening biasa atau reksa dana untuk liburan?
Tergantung jangka waktunya. Untuk target di bawah setahun, gunakan rekening terpisah tanpa ATM atau reksa dana pasar uang yang berisiko rendah dan mudah dicairkan. Yang penting, pisahkan dari dana darurat dan hindari instrumen berisiko tinggi untuk uang yang akan segera dipakai.
Bagaimana cara menabung untuk traveling dengan gaji kecil?
Mulai kecil dan otomatis. Sisihkan Rp10 ribu per hari lewat auto-debit di awal gajian, pangkas pengeluaran variabel seperti kopi dan langganan, jual barang tak terpakai, dan tambah pemasukan dari pekerjaan sampingan. Konsistensi jauh lebih menentukan daripada besarnya nominal.
Pada akhirnya, menabung untuk traveling adalah maraton kebiasaan kecil, bukan lomba lari cepat. Mulai hari ini dengan satu setoran, satu rekening, dan satu tujuan yang jelas - lalu biarkan waktu bekerja untuk Anda. Sebagai catatan, informasi seputar reksa dana dan investasi di sini bersifat edukatif, bukan saran finansial personal; setiap produk investasi mengandung risiko, jadi pahami profil risiko Anda atau konsultasikan dengan penasihat keuangan sebelum memutuskan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8968722/original/090452400_1782980277-cek_fakta_-_tenaga_pendamping_masyarakat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562012/original/067915900_1776772441-Cek_fakta_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8945529/original/045271800_1782967888-u8qF2nAt6NCbKIyjS4DiIrahZU83HOlqI0M59sgz.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261027/original/025366000_1781675161-AP26168084988387.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257805/original/092292600_1781257252-9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264149/original/054877000_1782096496-063_2282689905-Timnas_Mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8929510/original/065051700_1782959692-bos7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776148/original/089087200_1782856721-France_s_Kylian_Mbappe__left__celebrates_with_his_teammate_ousmane_dembele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776140/original/038104800_1782846348-063_2284057834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711662/original/096717100_1782792792-korsel_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8864051/original/078185200_1782929110-063_2284211401.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8933715/original/054098500_1782962062-AP26183008148565.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8920532/original/092816500_1782954338-AP26183030266108.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8985435/original/018896000_1782987898-cats.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782635/original/020398900_1782892853-RnKoMncNg2Csu3kmDWNlIcVD4zDhPt75b47WhN9f.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8933499/original/015947800_1782961915-UaYmMUXunjqGsZknWc0ogPlWbsW4kWrg2xwPLAyM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8969994/original/009077700_1782981018-Screenshot__402_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8980443/original/020727300_1782985779-Gemini_Generated_Image_cgzf78cgzf78cgzf.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535469/original/004594100_1774015488-IMG_0283.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8933420/original/096584200_1782961882-13z4zJ4yUzXIZpJhY9QOvIHIYk9sjJlCIK9Jgb7X.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8933497/original/047686000_1782961913-2JQwxiS3KbesaT4qRmjAuqVbgJQcZQKJj7TFACwk.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8933455/original/055698200_1782961895-KAs7QkiP2DZnPaAW4wOO1s3qhXFyU1h85c0YqMTY.jpg)