3.000 Karyawan Amazon di Jerman Gelar Aksi Mogok Kerja, Ini Alasannya

Aksi mogok kerja ini mempengaruhi aktivitas perusahaan.

Diterbitkan 30 November 2025, 18:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Berlin - Sekitar 3.000 karyawan gudang Amazon di seluruh Jerman melakukan aksi mogok kerja terkoordinasi pada Black Friday, dengan tujuan meningkatkan tekanan pada perusahaan tersebut untuk menyetujui perjanjian upah kolektif.

Aksi mogok yang diorganisasi oleh serikat buruh Verdi ini menargetkan salah satu hari belanja daring tersibuk dalam setahun, saat Amazon biasanya membukukan beberapa angka penjualan tertingginya.

Aksi mogok kerja ini memengaruhi beberapa pusat pemrosesan pesanan (fulfillment center) besar, termasuk fulfillment center di kota Bad Hersfeld, Dortmund, Frankenthal, Graben, dan Koblenz, dikutip dari laman Antara News, Minggu (30/11/2025).

Verdi berargumen bahwa Amazon seharusnya menyesuaikan upah dengan tingkat upah standar di sektor ritel Jerman.

Anggota dewan eksekutif nasional Verdi, Silke Zimmer mengatakan para pekerja terus-menerus berada di bawah tekanan.

"Bagi rekan-rekan kami, setiap hari terasa seperti Black Friday karena intensifikasi kerja dan praktik upah yang sewenang-wenang," ujar Zimmer.

Amazon mengatakan aksi mogok tersebut tidak akan memengaruhi pesanan pelanggan secara signifikan. Perusahaan itu juga mengatakan pihaknya mempekerjakan sekitar 40.000 pekerja logistik tetap di Jerman dan telah merekrut 12.000 pekerja sementara untuk periode Natal.