Momen Menegangkan Penyelamatan Korban Gempa Kolombia: Bersiul Jika Masih Hidup

Tim penyelamat berpacu waktu mencari korban selamat setelah gempa Kolombia.

Diterbitkan 11 Agustus 2026, 11:22 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Bogota - Tim penyelamat dan relawan Kolombia terus berpacu mencari korban selamat yang masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan hingga Senin malam. Dengan tangan kosong, ember, beliung, dan peralatan sederhana, mereka menyisir puing-puing setelah gempa dahsyat mengguncang wilayah barat negara itu dan menewaskan sedikitnya 111 orang.

Dikutip dari The Guardian, Selasa (11/8/2026), Presiden baru Kolombia, Abelardo de la Espriella, menetapkan keadaan darurat dan berjanji mengerahkan upaya penyelamatan secara terpadu.

Di Kota Cali, para relawan segera turun tangan. Mereka bekerja menggunakan beliung, peralatan sederhana, bahkan tangan mereka sendiri demi menemukan orang-orang yang kemungkinan masih hidup di bawah reruntuhan.

Andres Felipe Mejia menjadi salah satu relawan yang bergabung dalam tim penyelamatan dadakan. Kepada Agence France-Presse, ia mengatakan bahwa mereka berusaha mengeluarkan semua korban dalam keadaan hidup.

Tim penyelamat meminta orang-orang yang terjebak untuk bersiul untuk mengetahui kondisi dan posisi korban. Tak lama kemudian, terdengar balasan siulan dari bawah reruntuhan.

"Kami berusaha menyelamatkan semua orang agar selamat. Salah satu petugas penyelamat meminta siapa pun yang terjebak untuk bersiul, dan seseorang membalas siulan tersebut," kata dia.

“Mereka berhasil mengeluarkan seorang pria dan seorang bayi, tetapi istrinya masih berada di dalam,” kata Mejia di dekat sebuah bangunan bertingkat yang runtuh.

Para penyelamat membentuk rantai manusia untuk memindahkan batu bata dan puing-puing bangunan. Setiap beberapa menit, mereka menghentikan pekerjaan dan terdiam sejenak, berusaha mendengarkan tanda-tanda kehidupan dari orang-orang yang masih terjebak di bawah.

Menurut Mejia, banyak warga datang untuk membantu. Mereka membawa persediaan dan makanan, sekaligus membantu petugas pemadam kebakaran serta para korban.

Sementara itu, rumah sakit di lima kota di Kolombia berada dalam status siaga merah pada Senin. Pemerintah setempat juga memberlakukan jam malam pada malam hari di Cali. Sedikitnya enam bandara lokal menghentikan operasionalnya, menurut badan penerbangan sipil Kolombia.

Guncangan gempa terasa di berbagai wilayah Kolombia, termasuk Bogotá, ibu kota negara tersebut. Di sana, warga berhamburan keluar rumah menuju jalan, bahkan sebagian masih mengenakan piyama.