Badan Anti Korupsi Hong Kong Tangkap 8 Orang terkait Kebakaran Hebat, Korban Tewas Bertambah Jadi 128

Diperkirakan ada ratusan orang yang belum ditemukan pasca kebakaran hebat ini.

Diterbitkan 28 November 2025, 20:57 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Hong Kong - Badan antikorupsi Hong Kong (ICAC) pada hari Jumat (28/11/2025) mengumumkan bahwa mereka menangkap delapan orang berusia 40 hingga 63 tahun, terdiri atas subkontraktor perancah, direktur perusahaan konsultan teknik, dan manajer proyek yang mengawasi renovasi apartemen yang terbakar. Melansir Associated Press, pada hari yang sama, ICAC menggeledah kantor mereka dan menyita dokumen serta catatan bank yang relevan.

Penyelidikan atas kemungkinan korupsi ini baru diluncurkan pada hari Kamis (27/11) setelah kebakaran mematikan terjadi di kompleks apartemen Wang Fuk Court.

Pada hari Jumat pula, petugas pemadam kebakaran menemukan puluhan jenazah tambahan dalam pencarian apartemen-ke-apartemen di kompleks gedung tinggi yang dilalap api. Jumlah korban tewas meningkat menjadi 128, sementara sekitar 200 orang masih belum ditemukan.

Pihak berwenang menyatakan bahwa pencarian terhadap kemungkinan korban selamat telah selesai, namun lebih banyak jenazah mungkin masih ditemukan.

Asap masih terlihat keluar dari kerangka bangunan akibat titik api yang sesekali muncul meski dua hari telah berlalu sejak kebakaran dimulai. Prioritas operasi pada Jumat adalah apartemen-apartemen yang sempat melakukan panggilan darurat tetapi tidak dapat dijangkau ketika api masih berkobar. Kebakaran akhirnya benar-benar padam pada Jumat pagi, setelah butuh sekitar 24 jam sebelumnya untuk mengendalikan kobaran api.

Direktur Layanan Pemadam Kebakaran Andy Yeung menjelaskan bahwa beberapa alarm kebakaran di kompleks itu tidak berbunyi saat diuji, namun jumlah pasti alarm yang tidak berfungsi tidak disebutkan. Dalam operasi besar tersebut, lebih dari 2.300 petugas pemadam kebakaran serta tenaga medis dikerahkan, dengan 79 orang terluka termasuk 12 petugas pemadam kebakaran, dan satu petugas sebelumnya dinyatakan tewas.

Pihak berwenang pada hari Jumat mengumumkan rencana inspeksi segera terhadap kompleks-kompleks perumahan lain yang sedang menjalani renovasi besar, demi memastikan struktur perancah serta material konstruksi memenuhi standar keselamatan.

Gelombang Pertama Penangkapan

Pada hari Kamis, polisi telah menangkap tiga pria — direktur dan seorang konsultan teknik dari perusahaan konstruksi — atas dugaan pembunuhan tidak disengaja karena perusahaan tersebut dicurigai melakukan kelalaian berat terkait renovasi. Polisi masih belum mengidentifikasi nama resmi perusahaan tempat para tersangka bekerja, namun dokumen dari situs web asosiasi pemilik rumah menunjukkan bahwa Prestige Construction & Engineering Company memimpin proyek renovasi.

Polisi telah menyita kotak-kotak dokumen dari perusahaan tersebut pada hari Kamis.

Kebakaran besar dimulai pada hari Rabu (26/11) di kompleks apartemen yang terdiri dari delapan bangunan berlantai 31 di Distrik Tai Po. Kompleks yang dibangun pada 1980-an dan dihuni sekitar 4.800 penduduk itu sedang menjalani renovasi besar-besaran.

Menurut penyelidikan awal, kebakaran bermula dari jaring perancah di lantai bawah sebuah gedung. Api dengan cepat menyebar karena panel-panel busa ikut terbakar, yang membuat kaca jendela pecah dan memungkinkan api masuk ke bagian dalam gedung. Pihak berwenang juga menduga bahwa sebagian material dinding luar tidak memenuhi standar ketahanan api, sehingga mempercepat penyebaran kebakaran. Selain itu, polisi menemukan panel busa plastik yang sangat mudah terbakar terpasang pada jendela di setiap lantai salah satu menara yang tidak terdampak. Panel-panel itu diyakini dipasang oleh perusahaan konstruksi, namun tujuannya belum diketahui.

Â