22 November 1963: Dunia Berduka, Presiden John F. Kennedy Tewas Ditembak

Wakil Presiden AS saat itu, Lyndon Johnson menggantikan posisi John F. Kennedy usai insiden penembakan.

Diterbitkan 22 November 2025, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Washington, D.C - Tewasnya Presiden Amerika Serikat, John F. Kennedy, diakibatkan tembakan yang mengenai kepala dan tenggorokan oleh seorang pria bersenjata. Ia tertembak saat mobilnya yang beriringan melintasi Dealey Plaza, kawasan bisnis utama Dallas pada 22 November 1963.

Peluru yang lepas tersebut diarahkan ke mobil limosin kepresidenan ketika atap mobilnya terbuka, tiga tembakan dilepaskan dan dua peluru mengenainya. Di dalam mobil, ia didampingi istrinya, Jackie Kennedy, serta Gubernur Texas, John Connally dengan istrinya, dilansir dari BBC, Sabtu (22/11/2025).

Sementara itu, Wakil Presiden, Lyndon Johnson, berada di mobil yang berbeda, sehingga ia tidak terkena tembakan tersebut. Connally yang bersama presiden di dalam mobil mengalami luka serius akibat tembakan, dan kedua istri mereka tidak terluka.

Saat tembakan mengenai Kennedy, ia ambruk ke pelukan istrinya yang terdengar berteriak. Dilanjutkan suara tembakan menyusul ke arah Gubernur Connally. Setelah penembakan tersebut, mobil milik Kennedy langsung menambah kecepatan ke Rumah Sakit Parklands.

Meski para dokter berusaha menyelamatkannya, Kennedy dinyatakan meninggal pada pukul 14.00 waktu setempat, tepatnya setelah 35 menit setelah penembakan.

Para saksi mata yang berada di sekitar kejadian mengatakan bahwa tembakan berasal dari sebuah jendela di gedung yang menghadap langsung ke rute iring-iringan.

"Saat saya mendongak, saya melihat sebuah senapan ditarik dari jendela, mungkin saja senapan itu masih diletakkan di sana, tetapi saya tidak melihat seorang pria," ucap salah satu saksi mata.

 

 

Kepergian Pemimpin AS

Setelah mendengar kematian Kennedy, polisi dan agen Dinas Rahasia menyerbu gedung School Book Depository, tempat tembakan diduga berasal karena menemukan sebuah senapan dengan teleskop, yang diidentifikasi sebagai senjata yang digunakan dalam pembunuhan Kennedy.

Suasana di Washington yang sebelumnya bersuka cita berubah menjadi penuh duka dan menyelimuti seluruh negeri. Para pejabat, termasuk Senator Mike Mansfield, melihat kejadian itu sebagai sesuatu yang mengerikan.

Tragedi ini membuat warga Amerika masih terkejut dari penembakan singkat yang langsung membuat pemimpin mereka meninggal. Akhirnya, Lyndon Johnson, segera dilantik menjadi presiden untuk melanjutkan pemerintahan.