Jelajah Malaysia lewat Festival Kuliner 9 Hari di Jakarta, Manjakan Lidah dengan Nasi Lemak hingga Laksa

Tidak hanya menyajikan menu utama seperti nasi lemak dan laksa, festival kuliner "Flavours of Malaysia" juga memiliki ragam hidangan pembuka dan penutup.

Diterbitkan 18 November 2025, 07:01 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sebagai dua negara serumpun, Malaysia dan Indonesia memiliki banyak kesamaan dalam tradisi makan, mulai dari penggunaan rempah, santan, hingga teknik memasak meski menghasilkan karakter rasa yang berbeda. Kedekatan inilah yang membuat kuliner Malaysia terasa familiar, namun tetap memberi pengalaman baru bagi lidah orang Indonesia.

Ragam cerita rasa tersebut kini diperkenalkan langsung kepada para pecinta kuliner di Jakarta melalui perayaan gastronomi bertajuk "Flavours of Malaysia".

Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta menggandeng The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place, untuk menghadirkan showcase kuliner ini selama sembilan hari, yang tepatnya berlangsung pada 18–26 November 2025 di PA.SO.LA Restaurant, area dining utama hotel.

Di bawah kepiawaian Chef Aik Choon Ng, Chef de Cuisine The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place, "Flavours of Malaysia" menampilkan beragam hidangan autentik negeri jiran. Mengusung resep autentik turun-temurun, sajian-sajian ini dirangkai dalam buffet terkurasi hingga menghadirkan pengalaman bersantap yang merefleksikan budaya multietnis Malaysia.

"Flavours of Malaysia" terbuka untuk publik dengan harga lunch Rp528.000++, dinner Rp588.000++, dan brunch Rp728.000++, belum termasuk pajak dan service charge 21 persen.

"Malaysia dan Indonesia memiliki ikatan yang jauh melampaui batas geografis. Kita adalah keluarga yang dipersatukan oleh sejarah, budaya, bahasa, dan tradisi. Warisan kuliner kita mencerminkan kedekatan tersebut, dengan bahan, teknik, dan cita rasa yang sama-sama berakar pada asal-usul yang kita bagi. Gelaran ini bukan hanya tentang kuliner Malaysia, tetapi juga tentang memperkuat semangat persahabatan dan persatuan antara kedua negara kita serta di dalam komunitas ASEAN," ungkap Duta Besar Malaysia untuk Republik Indonesia Dato' Syed Mohamad Hasrin Tengku Hussin dalam peluncuran 'Flavours of Malaysia' di di PA.SO.LA Restaurant, The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place, Senin (17/11/2025).

Sementara itu, General Manager The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place, Sumit Joshi menuturkan, "Makanan memiliki kekuatan unik untuk melampaui batas, dan melalui kolaborasi dengan Kedutaan Besar Malaysia ini, kami menghargai kekuatan tersebut. Setiap hidangan yang disajikan mencerminkan tradisi, keahlian, dan nilai kebersamaan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Merupakan sebuah kehormatan bagi kami untuk dapat membagikan ekspresi budaya Malaysia yang penuh makna ini."

Belum lama ini, MICHELIN Guide Kuala Lumpur & Penang 2026 kembali diluncurkan untuk edisi keempat. Panduan itu menampilkan 151 restoran terpilih, termasuk dua yang baru naik ke peringkat One MICHELIN Star, 58 tempat makan penerima Bib Gourmand, serta 84 restoran yang masuk kategori MICHELIN Selected.

"Pengakuan ini menunjukkan bagaimana mutu dan kreativitas kuliner Malaysia terus berkembang, mulai dari kedai kaki lima yang sederhana hingga restoran fine-dining yang inovatif. Semua itu menggambarkan potret sebuah bangsa yang menghargai akar budayanya sekaligus terbuka pada dunia. Budaya kuliner Malaysia adalah contoh nyata bagaimana tradisi dan inovasi dapat berjalan harmonis berdampingan," tutur Dato' Syed Mohamad.  

 

Ada Menu Apa di Flavours of Malaysia?

Pengalaman kuliner di "Flavours of Malaysia" dapat dimulai dengan ragam kudapan yang mencerminkan sentuhan ringan, namun penuh karakter. Para tamu dapat mencicipi kueh pie tee berisi udang; karipap ayam yang gurih; lumpia sayur; hingga sate ayam dengan bumbu khas. Hidangan-hidangan kecil ini menjadi pengantar sempurna sebelum menjelajahi sajian berikutnya.

Memasuki hidangan pembuka, pengunjung disuguhi kesegaran aneka salad penuh warna. Ada selada kerabu ikan dengan mangga dan bunga kantan; kerabu timun dengan sentuhan sambal belacan; serta rojak pasembur, perpaduan sayur, telur rebus, dan fritters yang diselimuti saus kacang khas Malaysia.

Untuk sup, tersedia sup kambing mamak yang aromatik.

Bagian inti dari festival ini hadir melalui berbagai culinary stations yang memungkinkan tamu menikmati hidangan favorit Malaysia. Salah satunya adalah premium seafood curry laksa, lengkap dengan udang, fish cake, tofu, fish ball, suwiran ayam, telur rebus, bawang goreng, dan tauge. Tak kalah ikonik, nasi lemak disajikan dengan nasi yang harum, rendang sapi, ayam goreng, telur, timun, kacang, teri garing, dan sambal belacan.

Pencinta kari juga dimanjakan melalui curry station, yang menghadirkan roti canai hangat, kari ayam, dan kari sayuran, dilengkapi cabai dan daun ketumbar sebagai pelengkap rasa.

Untuk pilihan small plates, tersedia hainan chicken rice ala Malaysia dengan aneka saus pendamping dan char kway teow, yang menjadi kebanggaan penjaja kuliner di Penang.

Penutupnya tak kalah memanjakan lidah. Hidangan manis tradisional seperti kuih angku, onde-onde, sago gula Melaka, dan bubur cha cha siap memuaskan pecinta kudapan klasik. Ada pula egg tart milk tea dan Malaysian flavors chocolate bites dengan empat warna dan rasa yang terinspirasi dari hibiscus, mangga, kelapa, dan ubi. Pilihan lain seperti buah segar, kaya toast, es krim aneka rasa (mulai dari pandan hingga durian), serta es campur ABC menghadirkan kesegaran di akhir santapan.

 

Target Kunjungan Wisatawan Indonesia

"Flavours of Malaysia" diselenggarakan sebagai bagian dari dukungan terhadap kampanye "Visit Malaysia 2026" yang mengusung tema "Surreal Experiences". Kampanye ini menyoroti keberagaman budaya, keindahan alam, dan meriahnya festival-festival Malaysia, dengan beruang madu Wira dan Manja sebagai maskot yang melambangkan komitmen negara tersebut terhadap konservasi satwa liar dan pariwisata berkelanjutan.

Pada "Visit Malaysia 2026", Malaysia akan menyambut wisatawan dari seluruh dunia dengan lebih dari 320 acara menarik yang digelar di berbagai wilayah negara tersebut.

"Tahun ini, Malaysia menargetkan kedatangan 4,37 juta wisatawan Indonesia. Hingga bulan September, kami telah menerima 3,2 juta kunjungan dari Indonesia," terang Dato' Syed Mohamad.

Indonesia, menurut  Dato' Syed Mohamad, menempati posisi tiga dalam hal kunjungan wisatawan asing ke Malaysia. Urutan pertama diisi Singapura dan kedua adalah China.

"Beberapa dari mereka (wisatawan Indonesia) datang untuk belanja, ada pula yang suka kuliner dan alam, jadi terpulang pada kesukaan masing-masing. Insyaallah Malaysia mempunyai tempat-tempat menarik untuk memenuhi keinginan pengunjung dari Indonesia, termasuk medical tourism dan education tourism," imbuhnya.Â