Liputan6.com, New Delhi - Kabut asap tebal menyelimuti ibu kota India, New Delhi, pada Senin (10/11/2025) pagi, menyebarkan bau menyengat di udara saat tingkat polusi kembali melonjak tajam. Kondisi ini memperburuk krisis kesehatan publik yang sudah berlangsung lama dan mendorong warga turun ke jalan menuntut tindakan nyata dari pemerintah.
Menurut data indeks kualitas udara (AQI), tingkat polusi di New Delhi mencapai angka 344 — kategori "parah" dan berbahaya bagi kesehatan, jauh melampaui batas aman yang direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Pada Minggu (9/11) malam, ratusan warga, termasuk para orang tua dan aktivis lingkungan, berkumpul di monumen India Gate dalam sebuah aksi protes langka. Mereka mengenakan masker dan membawa berbagai poster, salah satunya bertuliskan: "Saya rindu bernapas."
Advertisement
"Saya di sini hanya sebagai warga yang peduli dan khawatir dengan situasi yang kita hadapi, terutama karena kita tidak memiliki udara bersih untuk dihirup," ujar seorang pengunjuk rasa bernama Meghna, yang hanya menyebutkan nama depannya seperti dikutip dari Associated Press.
Namun, tidak lama kemudian, polisi turun tangan menyita spanduk dan poster para peserta aksi serta meminta mereka membubarkan diri, dengan alasan bahwa protes tersebut tidak memiliki izin resmi.
Upaya Pemerintah dan Kritik Publik
Meningkatnya polusi udara di ibu kota telah menimbulkan kemarahan publik. Banyak warga mengeluhkan sakit kepala dan batuk berkepanjangan, sementara rasa frustrasi terhadap para politikus terus meningkat karena mereka dinilai hanya saling menyalahkan tanpa mengambil tindakan nyata untuk mengatasi darurat polusi udara yang terjadi setiap tahun.
New Delhi, dengan populasi lebih dari 30 juta jiwa, secara konsisten menempati peringkat sebagai salah satu kota paling tercemar di dunia. Menurut laporan dari basis data pemantauan udara asal Swiss, IQAir, India memiliki enam dari sepuluh kota paling tercemar di dunia — dan New Delhi tetap menjadi ibu kota paling tercemar secara global.
Setiap musim dingin, kualitas udara di New Delhi memburuk secara drastis. Salah satu penyebab utamanya adalah pembakaran sisa panen oleh para petani di negara bagian sekitar. Asap dari pembakaran tersebut bercampur dengan emisi kendaraan dan industri, sementara suhu dingin dan minimnya angin membuat partikel beracun terjebak di udara. Kondisi ini membuat tingkat polusi bisa mencapai hingga 20 kali lipat dari batas aman WHO.
Pihak berwenang telah menerapkan berbagai langkah darurat, seperti pelarangan sementara kegiatan konstruksi, pembatasan penggunaan generator diesel, hingga percobaan penyemaian awan untuk menurunkan hujan. Namun, para pengamat dan aktivis menilai upaya tersebut hanya bersifat sementara.
Menurut para kritikus, satu-satunya solusi yang benar-benar efektif adalah kebijakan jangka panjang untuk mengurangi emisi secara menyeluruh.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5488956/original/064020100_1769771942-pppk_bgn_-_klaim.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5497973/original/089166700_1770695732-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-10T105228.255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5550896/original/089873500_1775711382-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-09T120454.556.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5411187/original/066520500_1763004762-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-11-13T103028.882.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5409313/original/089807700_1762852657-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411690/original/061832400_1479707390-India.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292116/original/017292800_1783585765-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262483/original/075097700_1781805987-Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294050/original/092768700_1783778017-AP26170519899759.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535733/original/082596800_1774102967-BTS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260364/original/000638100_1781588460-spanyol_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293528/original/019700700_1783732096-spa11.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261548/original/054938700_1781743858-ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264044/original/048184800_1782061399-063_2282635876.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8338665/original/048602300_1782210505-Stale_Solbakken.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288624/original/094450800_1783327932-000_B9C996W.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293466/original/077963300_1783718956-063_2285564351.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262489/original/072589900_1781818934-Switzerland_s_Johan_Manzambi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4175414/original/003994800_1664441560-B40.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4876285/original/011593500_1719462277-fotor-ai-2024062711138.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291310/original/020816000_1783517397-kadek.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289479/original/039328800_1783406249-in3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290328/original/093030700_1783469034-IMG-20260707-WA0511.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290641/original/001054400_1783488507-WhatsApp_Image_2026-07-08_at_12.08.17.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289768/original/092737800_1783414865-IMG-20260707-WA0054.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290334/original/019797500_1783471163-WhatsApp_Image_2026-07-08_at_07.36.42.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290247/original/071194700_1783437195-WhatsApp_Image_2026-07-07_at_22.06.41.jpeg)