Banjir Terjang Vietnam, Tewaskan 10 Orang dan Pecahkan Rekor Ketinggian Sungai 60 Tahun Terakhir

Wilayah mana saja yang terdampak banjir di Vietnam? Simak informasinya berikut ini.

Diterbitkan 30 Oktober 2025, 17:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Hanoi - Banjir besar yang melanda Vietnam menewaskan sedikitnya 10 orang dalam sepekan terakhir. Menurut keterangan pihak berwenang pada Kamis (30/10/2025), ketinggian air di salah satu sungai utama dekat kawasan wisata mencapai level tertinggi dalam 60 tahun terakhir.

Wilayah pesisir Vietnam bagian tengah — tempat berdirinya kota kuno Hoi An yang menjadi situs warisan dunia UNESCO — diguyur hujan deras tanpa henti sejak akhir pekan. Dalam kurun waktu 24 jam, curah hujan mencapai rekor baru hingga 1.700 milimeter, menyebabkan banjir meluas di berbagai provinsi di kawasan tersebut.

Selain sedikitnya 10 orang tewas, Kementerian Lingkungan Hidup Vietnam juga melaporkan bahwa delapan lainnya masih hilang. Lebih dari 128.000 rumah di lima provinsi Vietnam bagian tengah terendam banjir, dengan ketinggian air mencapai tiga meter di beberapa wilayah.

Beberapa kilometer ruas jalan di provinsi-provinsi tersebut mengalami kerusakan atau tertutup akibat banjir dan tanah longsor. Lebih dari 5.000 hektare lahan pertanian hancur, sementara lebih dari 16.000 ternak mati.

Badan meteorologi nasional mencatat bahwa ketinggian air di stasiun pengukuran Sungai Thu Bon — yang mengalir melewati Danang dan bermuara ke laut di Hoi An — telah melampaui rekor tertinggi tahun 1964 sebesar empat sentimeter, dengan level air mencapai 5,62 meter pada Rabu (29/10) malam.

"Biasanya banjir hanya berlangsung sekitar tiga hari dan setelah itu kami bisa mulai membersihkan," kata warga Danang, Le Thi Thi, 58 tahun seperti dilansir CNA. "Saya rasa belum pernah mengalami banjir setinggi dan selama ini seumur hidup saya."

Menurut badan meteorologi, ketinggian air mulai perlahan surut di Danang dan kota Hue, namun masih berada pada tingkat yang dianggap mengkhawatirkan pada Kamis.

Para ilmuwan menilai bahwa perubahan iklim akibat aktivitas manusia membuat bencana cuaca ekstrem seperti badai dan banjir semakin mematikan dan merusak.

Sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini, bencana alam — terutama badai, banjir, dan tanah longsor — telah menewaskan atau menyebabkan hilangnya 187 orang di Vietnam. Data pemerintah mencatat total kerugian ekonomi mencapai lebih dari USD 610 juta.