Thailand dan Kamboja Capai Kemajuan Menuju Perjanjian Damai

Kedua pihak telah mencapai kesepakatan dalam empat poin.

Diterbitkan 24 Oktober 2025, 12:52 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Kuala Lumpur - Pembicaraan antara Thailand dan Kamboja minggu ini telah menunjukkan kemajuan yang berarti. Hal ini diungkapkan Menteri Pertahanan Thailand Natthaphon Narkphanit pada Kamis (23/10/2025) seperti dikutip dari CNA, menjelang kemungkinan penandatanganan perjanjian gencatan senjata yang lebih luas antara kedua negara yang diharapkan berlangsung pada Minggu (26/10).

Menurut menteri luar negeri Malaysia pekan lalu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan hadir untuk menyaksikan penandatanganan kesepakatan tersebut di sela-sela KTT ASEAN di Kuala Lumpur.

Pertemuan intensif antara pejabat Thailand dan Kamboja berlangsung sepanjang minggu ini untuk merampungkan rincian perjanjian yang bertujuan mengakhiri ketegangan di perbatasan. Ketegangan tersebut sebelumnya meletus menjadi konflik bersenjata selama lima hari pada bulan Juli, yang menewaskan sedikitnya 48 orang dan memaksa ratusan ribu warga di kedua sisi perbatasan mengungsi sementara.

Konflik itu merupakan yang terburuk antara kedua negara dalam beberapa dekade. Sebelumnya, gencatan senjata awal yang dimediasi Malaysia dengan dukungan Amerika Serikat telah ditandatangani pada 28 Juli.

 

 

 

Capaian Kesepakatan

Menurut Natthaphon, hingga saat ini kedua pihak telah mencapai kesepakatan dalam empat bidang utama. Dalam konferensi pers di Kuala Lumpur, yang juga dihadiri pengamat dari Amerika Serikat dan Malaysia, ia menjelaskan bahwa kesepakatan tersebut meliputi:

  1. Rencana penarikan senjata berat dari wilayah perbatasan,
  2. Prosedur operasi gabungan untuk pembersihan ranjau darat,
  3. Rencana koordinasi dalam memerangi penipuan siber, termasuk pembentukan satuan tugas bersama,
  4. Mekanisme pengawasan kemajuan di lapangan.

Selain itu, dalam pertemuan terpisah, kedua negara juga menyetujui dilakukannya survei bersama di wilayah perbatasan antara Provinsi Sa Kaeo di Thailand dan Bantheay Meanchey di Kamboja — area yang bulan lalu menjadi lokasi bentrokan antara polisi Thailand dan demonstran asal Kamboja.

Natthaphon menambahkan bahwa Thailand juga akan membangun pagar perbatasan di area yang tidak disengketakan.

"Kami ingin melihat kemajuan nyata di semua bidang yang telah saya sebutkan sebelum kami mempertimbangkan untuk menghentikan permusuhan satu sama lain," ujarnya.

Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Pertahanan Kamboja Tea Seiha mengakui bahwa rangkaian kesepakatan ini akan mengarah pada penandatanganan perjanjian damai antara kedua negara.

Menurutnya, perjanjian tersebut mencerminkan semangat bersama dalam membangun kepercayaan dan keyakinan timbal balik, serta komitmen kuat untuk memperbaiki hubungan dan mengembalikan situasi normal antara kedua negara.

Ia juga menambahkan bahwa penandatanganan perjanjian damai itu akan membuka jalan bagi pembebasan 18 tentara Kamboja yang saat ini masih ditahan oleh Thailand setelah pertempuran pada bulan Juli.