13 Oktober 2010: Penambang di Chili Terjebak Selama 69 Hari, Bertahan Hidup dengan Makanan Seadanya

Terjebak selama 69 hari di bawah tanah, bagaimana kisah penyelamatan para penambang ini?

Diterbitkan 13 Oktober 2025, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Santiago Selama lebih dari dua bulan di tambang yang runtuh sekitar 800 kilometer di Chili Utara, sebanyak 33 penambang yang bekerja di tambang emas dan tembaga San Jose harus bertahan hidup.

Dimulai dari 5 Agustus hingga 13 Oktober 2010, para penambang harus bertahan hidup dengan persediaan makanan untuk beberapa hari saja.

Dalam kondisi mendesak dan persediaan makanan semakin menipis, mereka harus mempertimbangkan bunuh diri dan kanibalisme.

Tetapi, bantuan dari tim penyelamat akhirnya mengebor dan menerobos ke area tempat mereka berada pada tanggal 22 Agustus 2010.

Melalui pesan balasan yang dikirimkan para penambang, tim penyelamat segera memberikan makanan, air, surat, obat-obatan, dan perlengkapan lainnya melalui lubang bor yang sempit, dilansir dari History.com, Senin (13/10/2025).

Sementara itu, para ahli teknik dan pertambangan dari seluruh dunia berkolaborasi merancang jalan keluar untuk membawa 33 penambang ke permukaan.

Bantuan tambahan juga diberikan dari perusahaan pengeboran asal Pennsylvania, Amerika Serikat.  

Proses Penyelamatan Para Penambang

Evakuasi dilakukan secara dramatis dengan waktu yang lama. Tim juga berhasil memperkuat lubang keluar dan mulai mengevakuasi para penambang secara bertahap.

Pada 12 Oktober 2010, penambang pertama diangkat sekitar 2.000 kaki ke permukaan dalam kapsul sempit setinggi 13 kaki dengan cat berwarna bendera Chili, yang memakan waktu sekitar 15 menit.

Penyelamatan tersebut dilakukan kurang dari 24 jam setelah operasi dimulai. Suasana di lokasi penuh ketegangan sekaligus harapan selama satu per satu penambang diangkat ke permukaan.

Hingga sorak ramai rasa bersyukur terdengar, yang dipenuhi oleh Presiden Chili Sebastián Piñera, keluarga, media internasional, dan ribuan warga yang datang.

Kejadian tragis ini menjadi pengingat betapa berat perjuangan mereka, di mana bertahan hidup di ruang bawah tanah yang panas, lembap, dan gelap selama berhari-hari.

Kisahnya pun dikenang dunia karena keberanian dan keteguhan, yang menjadi simbol harapan serta kekuatan manusia di tengah putus asa.