Dua Rumah Sakit di Gaza Terpaksa Hentikan Operasi Akibat Eskalasi Serangan Israel

Serangan membabi buta Israel belum juga berhenti di Gaza, sekalipun di tengah banyaknya pengakuan terhadap Negara Palestina.

Diterbitkan 23 September 2025, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Gaza - Dua rumah sakit di Kota Gaza telah berhenti beroperasi akibat eskalasi serangan darat Israel dan kerusakan yang ditimbulkan oleh pengeboman berkelanjutan. Demikian disampaikan otoritas kesehatan Gaza, sementara tank-tank Israel maju semakin dalam ke wilayah tersebut.

Otoritas itu menyatakan bahwa Rumah Sakit Anak Al-Rantissi mengalami kerusakan parah akibat pengeboman Israel beberapa hari lalu. Pada saat yang sama, dilaporkan bahwa serangan Israel di sekitar Rumah Sakit Mata yang berdekatan memaksa penghentian layanan di sana.

"Pendudukan (Israel) secara sengaja dan sistematis menargetkan sistem layanan kesehatan di wilayah Gaza sebagai bagian dari kebijakan genosida terhadap Jalur Gaza," kata pernyataan itu seperti dilansir CNA.

"Tidak ada fasilitas atau rumah sakit yang memiliki jalur akses aman yang memungkinkan pasien dan orang-orang terluka untuk mencapainya."

Belum ada komentar langsung dari militer Israel.

Sementara itu, angkatan bersenjata Yordania memutuskan rumah sakit lapangan mereka di kawasan Tel Al-Hawa, Kota Gaza, akan dipindahkan ke Khan Younis demi keselamatan staf rumah sakit, demikian dilaporkan kantor berita resmi Yordania, Petra, pada Senin (22/9/2025).

Seorang sumber militer Yordania yang dikutip Petra mengatakan bahwa sekitar rumah sakit tersebut terus-menerus dibombardir. Serangan-serangan itu merusak sejumlah peralatan medis dan menyebabkan beberapa layanan dihentikan.

Menurut Petra, rumah sakit lapangan itu telah memberikan layanan di wilayah pinggiran Kota Gaza selama lebih dari 16 tahun.

Tank Israel Terus Merangsek ke Jantung Kota Gaza

Hampir dua tahun sejak perang berlangsung, Israel menggambarkan Kota Gaza sebagai benteng terakhir Hamas. Sejak melancarkan serangan darat ke kota itu bulan ini, militer Israel telah menghancurkan blok-blok perumahan yang disebut digunakan oleh kelompok tersebut.

Pada Senin, warga mengatakan tank-tank Israel telah maju lebih dalam ke kawasan Sheikh Radwan dan Jalan Jala di Gaza Utara, lokasi kedua rumah sakit berada, sementara di Tel Al-Hawa di tenggara, tank-tank bergerak semakin dalam ke arah bagian barat kota.

Mereka mengatakan pasukan Israel menggunakan kendaraan sarat bahan peledak yang diledakkan dari jarak jauh untuk menghancurkan puluhan rumah di dua kawasan itu.

Dalam sebuah pertemuan pada Senin di markas militer di Tel Aviv bersama Menteri Pertahanan Israel Katz dan Kepala Staf Eyal Zamir, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menegaskan kembali tekadnya untuk melenyapkan Hamas, memastikan pembebasan para sandera yang tersisa, dan menjamin agar Gaza tidak lagi menjadi ancaman bagi Israel.

Serangan ini menimbulkan kekhawatiran keluarga para sandera Israel yang masih ditahan Hamas di Gaza. Dari 48 sisa tawanan, 20 orang diyakini masih hidup.

Serangan Israel yang telah berlangsung selama hampir dua tahun sejak serangan oleh militan Palestina yang dipimpin Hamas pada 7 Oktober 2023, disebut otoritas kesehatan Gaza telah menewaskan lebih dari 65.000 warga Palestina, yang sebagian besar warga sipil. Tidak hanya itu, serangan Israel juga telah menyebabkan kelaparan, menghancurkan sebagian besar bangunan, dan mengungsikan penduduk wilayah kantong itu, banyak di antaranya berkali-kali.