Istri di India Bunuh Suami Saat Bulan Madu, Apa Motifnya?

Bagaimana kejadian sadis ini bisa terjadi dan apa alasan di balik pembunuhan tragis tersebut?

Diterbitkan 09 September 2025, 21:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, New Delhi - Kasus pembunuhan pengusaha asal Indore, Raja Raghuvanshi, saat bulan madu di Sohra, Meghalaya, India, kembali jadi sorotan. Istrinya, Sonam Raghuvanshi, didakwa bersekongkol dengan kekasih gelap dan tiga algojo bayaran dalam “konspirasi mengerikan” yang kini dituangkan dalam berkas dakwaan setebal 790 halaman.

Berkas dakwaan mengungkap bahwa terdakwa Sonam Raghuvanshi dan Raj Kushwaha sempat tiga kali gagal melaksanakan rencana pembunuhan sebelum akhirnya berhasil.

Polisi Meghalaya pada Sabtu (6/9/2025) resmi melimpahkan berkas dakwaan kasus pembunuhan pengusaha asal Indore, Raja Raghuvanshi, yang ditemukan tewas saat bulan madu di Sohra pada Mei lalu.

Dokumen setebal 790 halaman itu diajukan ke pengadilan Sohra, berisi lima nama tersangka utama dan detail lengkap yang oleh penyidik disebut sebagai "konspirasi mengerikan", dilansir dari Hindustan Times, Selasa (9/9).

Dalam laporan tersebut, tim investigasi khusus (SIT) mendakwa istri korban, Sonam Raghuvanshi, bersama kekasih gelapnya Raj Kushwaha, serta tiga algojo bayaran: Vishal Singh Chauhan, Akash Rajput, dan Anand Kurmi, dengan pasal 103(1), 238(a), dan 61(2) dari Bharatiya Nyaya Sanhita 2023.

"Penyelidikan telah membuktikan bahwa Sonam Raghuvanshi, yang memiliki hubungan dengan Raj Kushwaha, bersekongkol dengan dia dan tiga algojo untuk membunuh Raja saat bulan madu," ujar Kapolres East Khasi Hills, Vivek Syiem.

Laporan itu juga memuat kronologi lengkap mulai dari ditemukannya jenazah Raja hingga penangkapan Sonam di Uttar Pradesh.

Rencana Pembunuhan

Menurut penyidik, Sonam yang tercatat sebagai Terdakwa Nomor 1 dalam berkas, tetap melanjutkan hubungannya dengan Raj Kushwaha meski sudah menikah dengan Raja pada 11 Mei di Indore.

Polisi menuding bahwa hanya dalam hitungan hari setelah menikah, Sonam dan Kushwaha mulai merancang pembunuhan Raja dengan dalih perjalanan bulan madu.

Pada 20 Mei, pasangan itu berangkat ke Shillong lalu ke Sohra, tempat rencana itu dijalankan. Berkas dakwaan menyebut Sonam dan Kushwaha sempat tiga kali gagal membunuh Raja sebelum akhirnya berhasil.

Kushwaha diduga menyewa tiga algojo, Vishal Singh Chauhan, Akash Rajput, dan Anand Kurmi, untuk mengeksekusi pembunuhan.

Pada 23 Mei, hanya 12 hari setelah pernikahan, para pelaku menyerang Raja dengan parang di dekat Air Terjun Wei Sawdong, Sohra. Saat itu Sonam juga berada di lokasi kejadian. Jenazah Raja kemudian dibuang ke jurang dan baru ditemukan pada 2 Juni.

Dalam waktu kurang dari sepekan sejak penyelidikan dimulai, SIT berhasil melacak dan menangkap Sonam, Kushwaha, serta tiga algojo tersebut di wilayah Madhya Pradesh dan Uttar Pradesh.

Kronologi Kasus

  • 11 Mei: Raja Raghuvanshi menikah dengan Sonam di Indore.
  • 20 Mei: Pasangan tiba di Shillong untuk bulan madu, lalu menuju Sohra.
  • 23 Mei: Pasangan check-out dari homestay di Nongriat; Raja terakhir kali terlihat hidup; diduga dibunuh dekat Air Terjun Wei Sawdong.
  • 26 Mei: Pasangan dilaporkan hilang; pencarian besar-besaran dimulai.
  • 31 Mei: Skuter ditinggalkan ditemukan di dekat Golden Pines Dhaba, Sohra.
  • 2 Juni: Jenazah Raja ditemukan di jurang Arliang Riat Kunongrim, Sohra.
  • 8–11 Juni: SIT menangkap Sonam, Raj Kushwaha, dan tiga algojo di Uttar Pradesh dan Madhya Pradesh.
  • 22–25 Juni: James, Tomar, dan Ahirwar ditangkap di Madhya Pradesh atas tuduhan menghilangkan barang bukti.

Tiga orang lain, yaitu makelar properti Silome James, pemilik apartemen Lokendra Tomar, dan satpam Balbir Ahirwar, sebelumnya juga ditangkap karena diduga membantu menghilangkan dan menyembunyikan barang bukti.

Ketiganya kini bebas dengan jaminan. Tomar dan Ahirwar mendapat bail dari pengadilan Sohra pada 12 Juli.

Keluarga Korban Tuntut Hukuman Mati

Vipin Raghuvanshi, kakak Raja, menyambut baik pelimpahan berkas dakwaan namun menuntut hukuman mati bagi semua terdakwa.

"Kami belum menerima salinan berkasnya. Saya akan ke Meghalaya hari Senin untuk membaca langsung. Polisi sudah menyerahkan BAP setebal 790 halaman. Sonam dan semua tersangka lainnya harus dihukum seberat-beratnya. Saya menuntut Sonam, Raj Kushwaha, dan semua pelaku dihukum mati," ujarnya kepada media india.

Ia juga menuding bahwa Govind, kakak Sonam, yang sebelumnya berjanji akan mendukung keluarga korban, kini justru berhubungan dengan Sonam di penjara.

"Dulu Govind meyakinkan kami akan membantu mencari keadilan untuk Raja Raghuvanshi, tapi sekarang ia tidak lagi menjawab telepon saya. Dia menipu kami seperti adiknya. Dia berbohong dan kini malah membela keluarganya. Dia masih berkomunikasi dengan Sonam di penjara," kata Vipin.