Israel Tumbangkan Ratusan Pohon di Tepi Barat Palestina Pakai Buldoser, Ada Masalah Apa?

Apa tujuan dari Israel menumbangkan ratusan pohon di Tepi Barat Palestina?

Diterbitkan 25 Agustus 2025, 18:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Ramallah - Pasukan Israel menggunakan buldoser untuk meratakan lahan pertanian dan menumbangkan ratusan pohon zaitun dalam penggerebekan di desa Al-Mughayyir, timur laut Ramallah, Tepi Barat yang diduduki.

Aksi ini menjadi yang keempat berturut-turut dalam beberapa hari terakhir, menimbulkan kerusakan besar bagi para petani setempat, dikutip dari laman New Arab, Senin (25/8/2025).

Menurut Komisi Perlawanan Kolonisasi dan Tembok Palestina, tentara Israel mengeluarkan perintah militer untuk menebang pohon di lahan seluas hampir 300 ribu meter persegi dengan dalih keamanan.

Ribuan dunum tanah pertanian dilaporkan rusak, mengancam mata pencaharian warga yang bergantung pada hasil panen zaitun.

Selain perusakan lahan, tentara Israel juga menggerebek rumah-rumah warga. Mereka dilaporkan melakukan pemukulan, menahan keluarga selama berjam-jam, serta menyita uang dan perhiasan emas.

Masyarakat Tahanan Palestina menuduh pasukan Israel menggunakan “ancaman, intimidasi, dan teror sistematis,” termasuk ancaman tembak di tempat.

Meski pasukan mundur pada Minggu (24/8), saksi mata menyebut kendaraan militer dan buldoser Israel masih siaga di sekitar desa. Sedikitnya 14 warga Palestina ditangkap selama operasi ini, termasuk kepala dewan desa Amin Abu Aliya.

 

Serangan Meluas ke Wilayah Lain

Tidak hanya di Al-Mughayyir, pasukan Israel juga menyerbu kota Betlehem dan kembali menangkap seorang mantan tahanan Palestina dari rumahnya. Serangan itu disertai tembakan gas air mata dan granat kejut.

Di wilayah lain, aksi kekerasan pemukim Israel juga kian meluas. Di Lembah Yordan, para petani dihalangi mengolah tanah mereka. Di Hebron, seorang pria tua dan seorang petani muda diserang saat memetik anggur. Di Masafer Yatta, buldoser kembali digunakan untuk menghancurkan lahan milik warga Palestina.

Sementara itu di Yerikho, seorang pemukim dilaporkan menyita rumah warga setelah membobol dan kemudian mendudukinya secara paksa.