India Dilanda Banjir Bandang, 46 Orang Tewas dan Ratusan Lainnya Hilang

Seberapa parah kerusakan dan kekacauan yang disebabkan oleh banjir bandang di India?

Diterbitkan 15 Agustus 2025, 15:06 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, New Delhi Sedikitnya 46 orang tewas dan lebih dari 200 orang hilang setelah hujan deras mendadak melanda wilayah Kashmir India, Kamis (14/8/2025).

Peristiwa ini menjadi bencana kedua di kawasan Himalaya waktu kurang lebih seminggu, menurut warga setempat.

Insiden terjadi di kota Chasfoti, Distrik Kishtwar, yang menjadi titik persinggahan di jalur ziarah populer. Kejadian ini berlangsung hanya sekitar seminggu setelah banjir dan longsor menelan seluruh desa di wilayah Himalaya, Uttarakhand, dilansir dari Japan Today, Jumat (15/8/2025).

Banjir bandang itu menghanyutkan dapur umum dan pos keamanan yang didirikan di desa tersebut, yang merupakan titik istirahat di jalur ziarah menuju Kuil Machail Mata, menurut laporan petugas setempat yang enggan disebut namanya.

"Sejumlah besar peziarah sedang berkumpul untuk makan siang dan mereka terseret arus," ujar petugas tersebut.

Machail yatra adalah ziarah populer menuju kuil pegunungan Machail Mata, salah satu perwujudan Dewi Durga. Para peziarah biasanya berjalan kaki menuju kuil dari Chasoti, tempat jalur kendaraan berakhir.

"Berita ini mengerikan dan nyata, informasi resmi dari wilayah yang terdampak bencana hujan deras tersebut masih lambat diperoleh." kata Omar Abdullah, Ketua Menteri Wilayah Federal Jammu dan Kashmir, dalam unggahan di X.

Hujan Deras

Menurut Departemen Meteorologi India, cloudburst atau hujan deras mendadak dengan curah lebih dari 100 milimeter dalam waktu hanya satu jam yang dapat memicu banjir bandang, longsor, dan kerusakan besar, terutama di wilayah pegunungan saat musim hujan.

Rekaman televisi memperlihatkan peziarah menangis ketakutan saat air membanjiri desa.

Bencana terjadi pada pukul 11.30 waktu setempat, menurut laporan Ramesh Kumar, Komisaris Divisi Distrik Kishtwar, kepada kantor berita ANI.

Ia menambahkan bahwa polisi lokal dan tim penanggulangan bencana telah berada di lokasi.

"Tim Angkatan Darat dan Angkatan Udara juga telah dikerahkan. Operasi pencarian dan penyelamatan sedang berlangsung," ujar Kumar.

Kantor cuaca lokal di Srinagar memprediksi hujan lebat di beberapa wilayah Kashmir pada Kamis, termasuk Kishtwar.

Warga diminta menjauh dari bangunan rapuh, tiang listrik, dan pohon tua karena ada kemungkinan terjadinya longsor dan banjir bandang.