Potret Terbaru Serangan Iran ke Israel: Rumah Sakit Soroka Dihantam Rudal

Seberapa fatal kerusakan yang terjadi di rumah sakit Soroka, Israel?

Diperbarui 20 Juni 2025, 19:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Tel Aviv - Ketegangan antara Iran dan Israel terus meningkat tajam setelah rudal balistik Iran menghantam Pusat Medis Soroka di selatan Israel. Serangan ini menjadi simbol eskalasi terbaru dalam konflik yang telah berlangsung lebih dari sepekan.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menanggapi serangan tersebut dengan pernyataan keras.

Dalam pidato yang disampaikan pada Kamis pagi (19/6/2025), Netanyahu menegaskan bahwa Israel akan “menuntut harga penuh” dari Teheran.

Asap mengepul dari bangunan kompleks rumah sakit Soroka setelah dihantam rudal yang ditembakkan dari Iran di Be'er Sheva, Israel, Kamis, 19 Juni 2025. (AP Photo/Leo Correa)

“Kami akan menuntut harga penuh dari para tiran di Teheran,” ujarnya, merujuk pada serangan yang memaksa pasien dan tenaga medis di Rumah Sakit Soroka berlindung di tempat perlindungan darurat.

Serangan ke rumah sakit terjadi setelah rangkaian serangan Israel terhadap Iran, termasuk pembunuhan pejabat senior dan serangan ke sejumlah fasilitas nuklir. Sebagai balasan, Iran meluncurkan lebih dari 30 rudal balistik ke arah Israel pada Kamis pagi. Salah satu rudal juga menghantam apartemen di Israel tengah, melukai tiga warga sipil secara serius.

Israel Siapkan Serangan Lanjutan

Menanggapi serangan Iran, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengumumkan peningkatan operasi militer besar-besaran terhadap Iran. Ia menyebut target utama berikutnya adalah fasilitas strategis militer dan pemerintah di Teheran.

“Langkah ini bertujuan untuk menghilangkan ancaman terhadap Negara Israel dan melemahkan rezim ayatollah,” tegas Katz dalam pernyataan resminya.

Salah satu target yang telah diserang Israel adalah reaktor air berat Arak milik Iran, fasilitas yang pernah menjadi sorotan dalam perjanjian nuklir Iran tahun 2015. Reaktor tersebut diketahui menghasilkan plutonium yang dapat digunakan untuk membuat senjata nuklir.

Pemerintah Iran menyatakan bahwa tidak terjadi kebocoran radiasi, karena reaktor telah dikosongkan sebelum serangan terjadi.