6 Tradisi Unik Idul Adha di Dunia, Pasar Unta di Mesir hingga Domba Mewah Senegal

Bagaimana negara-negara di dunia merayakan Idul Adha?

Diterbitkan 06 Juni 2025, 18:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Hampir dua miliar umat Muslim di seluruh dunia tengah merayakan Idul Adha, salah satu dari dua hari besar dalam Islam.

Dikenal sebagai Eid Al Kabir, perayaan ini identik dengan penyembelihan hewan kurban, doa bersama, dan berbagi kepada sesama. Namun, di balik praktik universal tersebut, tiap negara – bahkan komunitas dalam satu negara – memiliki tradisi unik yang mencerminkan akar budaya lokal mereka.

Tahun ini, Idul Adha jatuh pada Jumat (6/6/2025) di Arab Saudi, Uni Emirat Arab, termasuk Indonesia. Beberapa negara seperti India merayakan sehari setelahnya, tergantung pada pengamatan hilal di masing-masing wilayah.

Idul Adha memperingati ketaatan Nabi Ibrahim yang bersedia mengorbankan putranya demi menjalankan perintah Tuhan, sebelum akhirnya digantikan oleh hewan kurban. Momen ini menjadi simbol kepasrahan, pengorbanan, dan kasih sayang, yang diwujudkan melalui ibadah kurban (Qurbani), sholat berjamaah, serta pembagian daging kepada yang membutuhkan.

Mengutip CNTravellerme, Jumat (6/6), berikut tujuh tradisi Idul Adha yang mencerminkan keberagaman dalam merayakan hari besar ini di berbagai penjuru dunia:

1. Pasar Unta di Kairo, Mesir

Souk Al Gamal di Birqash, Kairo, menjadi pusat perdagangan unta terbesar di dunia menjelang Idul Adha. Tanpa kontrak tertulis, transaksi dilakukan dengan sistem kepercayaan. Unta dihias dan dijual dengan harga fantastis, bisa mencapai lima kali lipat dari rata-rata. Suasana pasar yang riuh menjadikannya atraksi budaya sekaligus komponen penting dari perayaan.

2. Henna dan Persiapan di Teluk Arab

Sehari sebelum Idul Adha, perempuan di wilayah Teluk dan Asia Selatan berkumpul untuk menghias tangan dan kaki dengan henna. Tradisi ini bukan hanya bentuk kecantikan, tetapi juga menjadi simbol sukacita dan persiapan menyambut hari raya. Di kota-kota seperti Dubai, Doha, dan Muscat, pengunjung pun dapat ikut serta melalui jasa henna artist lokal.

 

 

3. Ziarah Kubur di Suriah dan Palestina

Bagi masyarakat Suriah dan Palestina, Idul Adha menjadi momen mengenang orang-orang tercinta yang telah tiada.

Tradisi mengunjungi makam, membersihkan batu nisan, dan meletakkan bunga segar menjadi bentuk penghormatan dan pengingat akan kehilangan yang diperparah oleh konflik dan bencana.

4. Membakar Dupa di Tiongkok

Komunitas Muslim Hui di Tiongkok merayakan Idul Adha dengan membakar dupa di makam leluhur.

Asap dupa dipercaya membawa doa ke langit, menggabungkan ajaran Islam dengan tradisi Konfusianisme tentang penghormatan kepada nenek moyang. Masjid Niujie di Beijing menjadi pusat kegiatan ini dan juga menjadi saksi akulturasi budaya Islam dan Tiongkok sejak abad ke-10.

5. Tembakan Meriam dan Parade Kuda di Nigeria

Di kota kuno Kano, Nigeria, perayaan Idul Adha ditandai dengan dentuman senapan tradisional oleh penjaga istana. Setelah sholat, para pemuka adat dan Emir menghadiri parade kuda dan festival Durbar. Tradisi ini menjadi ajang pamer kekuatan budaya dan sejarah Islam di Afrika Barat.

6. Domba Ladoum yang Dilindungi di Senegal

Di Senegal, domba Ladoum dengan bulu putih mengilap dan tanduk simetris justru tidak disembelih. Domba ini dianggap sebagai simbol status dan keindahan, bahkan dijual hingga USD 70.000 (atau sekitar Rp1,1 miliar).

Menjelang Idul Adha, kontes kecantikan domba menjadi tontonan menarik yang mencerminkan nilai estetika dalam budaya kurban lokal.

Â