Indonesia–Norwegia Sorot Kerja Sama Penanganan Sampah Laut dan Kolaborasi Transisi Menuju Energi Bersih

Apa saja kerja sama yang dibahas dalam pertemuan bilateral antara Indonesia dan Norwegia?

Diterbitkan 05 Juni 2025, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Menlu RI) Sugiono menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Norwegia untuk Indonesia, Rut Kruger Giverin, di Kementerian Luar Negeri RI pada Selasa (4/6/2025).

Pertemuan tersebut menandai langkah penting dalam memperkuat kerja sama bilateral Indonesia–Norwegia, terutama di bidang lingkungan hidup dan pembangunan ekonomi berkelanjutan.

Dalam diskusi hangat tersebut, Menlu Sugiono dan Dubes Giverin menyoroti keberlanjutan kerja sama dalam penanganan perubahan iklim, termasuk upaya konkret dalam mengurangi sampah laut yang menjadi perhatian global.

Norwegia dikenal aktif dalam inisiatif perlindungan lingkungan, dan kerja sama yang telah terjalin dengan Indonesia diharapkan semakin diperluas.

Selain isu lingkungan, kedua belah pihak juga membahas peluang peningkatan hubungan perdagangan dan investasi.

Salah satu mekanisme yang didorong adalah optimalisasi perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif antara Indonesia dan negara-negara anggota European Free Trade Association (EFTA), di mana Norwegia menjadi salah satu anggota kunci.

Menlu Sugiono memanfaatkan momen peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Norwegia yang jatuh pada 2025 untuk mendorong kerja sama di sektor strategis lainnya. Ia menekankan pentingnya kolaborasi untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional serta percepatan transisi menuju energi bersih.

"Indonesia sangat tertarik untuk menjalin kemitraan yang lebih luas dalam pengembangan energi bersih. Pengalaman Norwegia dalam menghasilkan listrik dari tenaga air (dengan pembangkit listrik tenaga air atau PLTA) menjadi inspirasi penting bagi upaya Indonesia dalam mencapai target energi hijau dalam RUPTL 2025–2030," ujar Menlu Sugiono.

Kemitraan Indonesia-Norwegia

Sejak menjalin hubungan diplomatik pada 25 Januari 1950, Indonesia dan Norwegia telah membangun kemitraan yang erat. Untuk memperingati tujuh dekade lebih hubungan tersebut, kedua negara telah menyepakati Deklarasi Bersama "Indonesia–Norway Partnership for a Prosperous and Sustainable Future".

Deklarasi ini menjadi acuan strategis dalam mendorong kerja sama di sektor-sektor utama seperti ekonomi, perdagangan, energi bersih, ketahanan pangan, dan pendidikan.