Serbuan Pasukan Koalisi ke Baghdad Terhambat Badai

Badai gurun yang cukup hebat di Karbala, menghambat aktivitas penyerbuan pasukan Infanteri ke-3 AS ke ibu kota Baghdad. Di Rumaila, pasukan Inggris terus membersihkan ranjau darat dan jebakan.

Diterbitkan 26 Maret 2003, 05:24 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Karbala: Pergerakan pasukan infanteri ke-3 Amerika Serikat ke Baghdad terhambat badai gurun di sekitar Kota Suci Karbala, Irak, Selasa (25/3). Akibatnya, konvoi pasukan terpaksa berhenti beberapa jam di kota yang terletak sekitar 75 kilometer selatan Baghdad. Kota ini juga terkenal sebagai tempat terbunuhnya Hasan dan Husein, cucu Nabi Muhammad SAW dalam perang di Padang Karbala beberapa abad silam.

Prajurit AS dengan menggunakan topi dan masker antidebu khusus terpaksa berlindung di dalam kendaraan lapis baja. Sebagian dari mereka juga terpaksa beristirahat di balik tank-tank dan kendaraan perang lainnya. Badai juga menyebabkan serangan helikopter Apache ke Baghdad terhambat. Sebab jarak pandang penglihatan sangat terbatas.

Situasi berbeda terlihat di Rumaila. Di sana, pasukan Inggris terus membersihkan ranjau darat dan jebakan yang ada di ladang minyak Rumaila. Pasukan ini memagari wilayah berbahaya yang ada di tempat itu. Mereka juga sempat menghancurkan ratusan senjata yang disita dari tentara Irak yang menyerah. Pasukan Inggris juga terus dalam keadaan siaga. Sebab sejumlah tentara Irak masih kerap menyergap pasukan koalisi dengan berpura-pura menyerah [baca: Ladang Minyak Rumailah Dijaga Tentara Inggris].

Sementara itu, USS Constelation yang ada di Perairan Teluk terus berbenah untuk melakukan serangan susulan. Sebelumnya, kapal induk tersebut sudah melontarkan 35 serangan mendadak ke Irak yang mengenai sedikitnya 50 target. Persiapan serupa terlihat di Pangkalan Udara Incirlik, Turki. Siang tadi, empat pesawat jet tempur Tornado Inggris meninggalkan pangkalan tersebut. Tak diketahui persis tujuan empat pesawat ini. Yang pasti, pasukan koalisi di pangkalan ini memang ditugaskan mengawasi wilayah utara Teluk.

Dari Basra dilaporkan, meski semakin terdesak, pertempuran antara pasukan Irak dan koalisi masih sengit. Pasukan koalisi membombardir kawasan ini dengan sejumlah peluru kendali. Sedangkan Pasukan Garda Republik yang amat setia terhadap Saddam Hussein membalas dengan meriam dan pelontar granat. Setelah perang berlangsung cukup lama, akhirnya pasukan koalisi bisa melintasi jalan sepanjang 40 kilometer menuju jembatan utama yang ada di jantung Kota Basra. [baca: AS dan Inggris Kewalahan Menghadapi Irak]. Sebaliknya, pasukan Irak berhasil menghancurkan sebuah truk pengangkut perbekalan perang milik AS.(ICH/Nlg)