Sukses

Ilmuwan Temukan Jejak Makanan Tertua di Dunia, Usianya 550 Juta Tahun

Liputan6.com, Jakarta - Kebiasaan diet kuno hewan tertua di Bumi, yang hidup lebih dari 550 juta tahun lalu, telah ditemukan oleh tim peneliti internasional.

Dilansir The Guardian, Rabu (23/11/2022), para ilmuwan yang telah menganalisis fosil purba biota Ediacaran – bentuk kehidupan yang ada antara 538,8 juta dan 635 juta tahun yang lalu – mengatakan bahwa fosil tersebut merupakan bukti paling awal dari makanan yang dikonsumsi oleh hewan.

Fosil makhluk mirip siput yang dikenal sebagai Kimberella mengandung senyawa yang menunjukkan bahwa ia memakan ganggang dan bakteri dari dasar laut. Dari bukti yang ditemukan, terdapat pula tanda bahwa hewan tersebut memiliki mulut dan usus, dan mencerna makanan dengan cara yang sama seperti beberapa invertebrata modern.

Rekan penulis studi Prof Jochen Brocks, dari Universitas Nasional Australia, mengatakan fosil dari periode Ediacaran adalah “beberapa fosil terpenting dalam evolusi karena ini adalah pertama kalinya kehidupan menjadi besar. Itu adalah fosil besar tertua yang bisa Anda lihat dengan mata Anda.”

Kimberella, makhluk simetris yang juga bisa bergerak, adalah hewan yang maju pada masanya, saran para peneliti.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Cukup Modern

Peneliti menilai mereka memiliki organ yang cukup modern.

“Mereka memiliki usus sangat modern,” kata Brocks, membandingkannya dengan hewan purba. 

"Spons, karang, dan ubur-ubur [misalnya], mereka tidak memiliki usus normal yang mengalir ke seluruh tubuh."

“Kami dapat melihat bahwa usus [Kimberella] mampu mengambil molekul lemak kolesterol secara aktif, dan menolak molekul lain yang tidak diinginkannya.”

Menganalisis fosil jenis hewan lain, Dickinsonia, tim menemukan makhluk kedua ini kurang maju, tanpa mulut atau usus.

3 dari 4 halaman

Bentuk Fosil

Brocks, yang menggambarkan Dickinsonia tampak seperti "keset kamar mandi bergaris yang tergeletak di dasar laut". Lebih lanjut, Brocks mengatakan bahwa ia tumbuh hingga sepanjang 1,4 meter dan malah menyerap makanan melalui kulitnya.

Fosil-fosil tersebut dikumpulkan pada tahun 2018 oleh penulis utama studi tersebut, Dr Ilya Bobrovskiy dari GFZ-Potsdam, dari tebing dekat Laut Putih, di barat laut Rusia.

Para peneliti yang sama sebelumnya telah menetapkan Dickinsonia sebagai fosil hewan tertua yang tak terbantahkan, berasal dari sekitar 550 juta tahun yang lalu.

4 dari 4 halaman

Catatan Fosil

Tahun lalu, sebuah penelitian yang diterbitkan di Nature menunjukkan bahwa pola seperti jala dalam sampel batuan dari 890 juta tahun yang lalu menyerupai jaringan spons modern, yang akan menentukan usia bentuk kehidupan hewan paling awal sekitar 300 juta tahun sebelumnya – tetapi bukti ini telah diperdebatkan di antara para ahli.

Brocks mengatakan studi baru menunjukkan bahwa biota Ediacaran "sudah mengandung beberapa makhluk yang memunculkan ledakan [Kambrium], hingga munculnya hewan modern". 

Ledakan Cambrian, juga disebut big bang biologis, adalah periode sekitar 538,8 juta tahun yang lalu ketika hampir semua kelompok hewan utama mulai muncul dalam catatan fosil.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS