Sukses

Volodymyr Zelensky: Terima Kasih Jokowi Jadi Pemimpin di Asia Pertama Datangi Ukraina Sejak Perang Rusia

Liputan6.com, Kiev - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky bertemu dengan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) pada Rabu 29 Juni 2022. Jokowi ke Ukraina menggunakan Kereta Luar Biasa (KLB) dari Polandia, berangkat pada Selasa 28 Juni malam waktu setempat dan tiba pada Rabu pagi setelah menempuh perjalanan sekitar 12 jam.

Volodymyr Zelensky mengucapkan terima kasih kepada Jokowi yang telah datang ke Ukraina, dan mencatat bahwa ini adalah kunjungan pertama Presiden Indonesia ke Ukraina dalam sejarah hubungan diplomatik.

"Dan ini, omong-omong, adalah kunjungan pertama pemimpin negara Asia ke Kiev sejak awal perang Rusia skala penuh. Kami sangat menghargainya dan berterima kasih kepada Anda," kata Presiden Zelensky saat pidato pernyataan pers bersama dengan Presiden Indonesia kepada media setelah negosiasi seperti dikutip dari situs president.gov.ua, Kamis (30/6/2022).

Presiden Ukraina menekankan pentingnya peran Indonesia dan otoritas pribadi Jokowi di kancah internasional.

"Anda sekarang mewakili Kiev juga Kelompok 20 (G20) yang saat ini diketuai Indonesia, dan salah satu asosiasi paling kuat di dunia, ASEAN, yang akan dipimpin negara Anda tahun depan," kata Volodymyr Zelensky.

Menurut Zelensky, perundingan hari ini (29 Juni) dengan Presiden Indonesia merupakan langkah penguatan koalisi negara-negara anti-perang global yang dapat memulihkan dan menjamin stabilitas dunia.

"Ukraina sangat menghargai dukungan rakyat Indonesia dan dukungan pribadi Anda, Tuan Presiden, di masa perang untuk kebebasan dan kemerdekaan negara kita ini," kata Volodymyr Zelensky, mengungkapkan keyakinannya bahwa Ukraina akan mempertahankan kebebasannya dalam perang kolonialis yang dimulai oleh Rusia.

Presiden Ukraina juga mengucapkan terima kasih kepada Joko Widodo atas dukungannya yang tak tergoyahkan bagi kedaulatan, kemerdekaan, dan keutuhan wilayah negara Ukraina.

"Fasilitas ketua dan anggota G20 sangat penting untuk pemulihan perdamaian. Saya berterima kasih kepada Anda, Tuan Presiden, atas undangan pribadi untuk mengambil bagian dalam KTT G20, dan, tentu saja, saya menerima undangannya. Partisipasi Ukraina akan tergantung pada situasi keamanan di negara itu dan pada komposisi peserta," kata Volodymyr Zelensky.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Isu Cabut Blokade Rusia hingga Proyek Rekonstruksi Pascaperang di Ukraina

Selama pembicaraan damai, pemimpin Ukraina dan Indonesia membahas isu-isu utama dalam agenda global. Pertama-tama, perhatian diberikan untuk mencabut blokade Rusia terhadap pelabuhan Ukraina dan melanjutkan ekspor produk pertanian domestik secara penuh.

"Rusia memeras dunia dengan kelaparan. Negara itu memblokir pasokan makanan dari Ukraina, yang memainkan peran menstabilkan pasar dunia. Puluhan juta ton gandum dari Ukraina harus sampai ke konsumen, khususnya masyarakat Indonesia," Volodymyr Zelensky menekankan.

Kepala negara itu juga mengumumkan kesepakatan untuk meluncurkan rezim bebas visa antara Ukraina dan Indonesia.

"Ini kabar baik. Ini penting bagi negara kita dari semua sudut pandang - untuk ekonomi, pembangunan sosial, pendidikan, hubungan manusia," kata Presiden Ukraina.

Para pemimpin itu juga membahas prospek rekonstruksi pascaperang.

"Saya mengundang Indonesia, perusahaan-perusahaan Indonesia, para ahli untuk bergabung dalam implementasi proyek ini - proyek ekonomi terbesar saat ini di Eropa," kata Volodymyr Zelensky.

3 dari 4 halaman

Misi Perdamaian hingga Bantuan Saat Jokowi ke Ukraina

Sementara itu, Joko Widodo mencatat bahwa kunjungan delegasi Indonesia ke Ukraina hari ini merupakan bentuk keprihatinan atas situasi di negara Ukraina.

Presiden Indonesia juga menekankan pentingnya partisipasi Volodymyr Zelensky dalam KTT G20 yang akan diselenggarakan di Bali pada November 2022.

Menurut Jokowi, tujuan kunjungannya juga untuk membantu menyelesaikan konflik antara Ukraina dan Rusia. Dia mengatakan bahwa dia memiliki pesan kepada Volodymyr Zelensky dan akan segera bertemu dengan Presiden Federasi Rusia.

Presiden Indonesia mengatakan bahwa pemerintah negaranya akan melakukan segala kemungkinan untuk memberikan bantuan kepada Ukraina dalam bentuk obat-obatan, serta untuk berpartisipasi dalam rekonstruksi wilayah Kiev.

Dalam pernyataan pers bersama itu, Jokowi juga menyatakan bahwa Ukraina sangat penting bagi ketahanan pangan dunia. Oleh karena itu, menurutnya, segala kemungkinan harus dilakukan untuk memastikan ekspor tanpa hambatan dari Ukraina. Presiden Indonesia menyatakan mendukung upaya terkait PBB.

Jokowi pun mengingatkan bahwa Ukraina dan Indonesia telah menjalin hubungan diplomatik selama 30 tahun, dan memastikan komitmen dan kemauan lebih lanjut untuk melanjutkannya.

4 dari 4 halaman

Selanjutnya Bakal Temui Vladimir Putin

Setelah dari Ukraina, Jokowi akan melanjutkan misi perdamaian dengan melakukan kunjungan ke Rusia.

Nantinya, dia akan menemui Presiden Vladimir Putin dengan misi yang sama dibawanya ke negara sebelumnya.

"Dari Ukraina saya akan menuju ke Rusia untuk bertemu dengan Presiden Vladimir Putin, sekali lagi dengan misi yang sama. Saya akan mengajak Presiden Putin untuk membuka ruang dialog dan sesegera mungkin untuk melakukan gencatan senjata dan menghentikan perang," jelas dia.

Presiden Jokowi bersama Ibu Iriana dan rombongan terbatas kembali menuju Polandia dan berangkat ke Rusia dari negara tersebut.

Mereka berangkat dengan menggunakan Kereta Luar Biasa (KLB) dari Stasiun Central Kiev tepat pukul 19.00 waktu setempat, Jokowi dan rombongan menuju Stasiun Przemysl Glowny di Kota Przemysl, Polandia.

Dari Stasiun Przemysl Glowny, Presiden dan rombongan akan langsung menuju Bandar Udara Internasional Rzeszow-Jasionka, Polandia untuk kemudian melanjutkan lawatannya ke Moskow, Rusia dan dijadwalkan tiba hari ini 30 Juni 2022.