OpenAI Rilis ChatGPT Khusus Remaja, Ada Fitur Anti-Nyontek!

Demi menghindari dampak negatif AI, ChatGPT menghadirkan versi khusus Remaja. Seperti apa?

Diterbitkan 19 Agustus 2026, 19:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - OpenAI memperkenalkan versi terbaru ChatGPT khusus untuk remaja, di tengah kekhawatiran dampak kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) terhadap anak muda.

Pengguna berumur 13 dan 17 tahun akan otomatis dialihkan ke versi ini, dilengkapi dengan fitur kontrol orang tua, perlindungan yang lebih ketat, hingga notifikasi untuk mengingatkan remaja beristirahat.

Diwartakan CNET, Rabu (19/8/2026), perusahaan menyatakan bakal menerapkan empat prinsip utama, yaitu memprioritaskan keselamatan, mendorong dukungan di dunia nyata, memperlakukan remaja sesuai usianya, serta memberikan transparansi sistem.

Fitur Edukasi

ChatGPT memberikan fitur baru bernama Study Mode, memungkinkan memberikan panduan langkah demi langkah dalam menyelesaikan tugas sekolah, sekaligus mendeteksi pengguna yang berusaha menyontek.

Melalui fitur Study Hours, orang tua dan remaja dapat mengatur agar Study Mode aktif secara otomatis. Selain itu, ChatGPT untuk remaja juga akan menghadirkan kuis dan visualisasi untuk mendukung proses belajar.

“Tidak semua murid memiliki pendamping di rumah dalam membantu kesulitan atau pertanyaan terkait pekerjaan rumah mereka. Dengan adanya AI dan batasan yang tepat, bisa membantu mengisi celah tersebut,” ujar Racquel Gibson, guru matematika SMA di Miami, dalam unggahan resmi OpenAI.

Cegah Ketergantungan Emosional

Sebagaimana survei dari Common Sense Media, ditemukan terdapat 72% remaja menggunakan chatbot AI untuk dijadikan sebagai teman bicara.

Untuk mencegah hal ini, ChatGPT versi remaja memblokir interaksi romansa atau seksual, serta melarang respons yang berhubungan dengan perasaan atau kesadaran.

Guna mendukung upaya pencegahan ini, ChatGPT memberikan perlindungan lain berupa pengingat agar pengguna tidak membagikan informasi atau gambar yang sensitif. Ditambah, menyertakan panduan cara menggunakan dengan aman dan tepat.

Dilatarbelakangi kritikan tajam serta gugatan hukum dari pengguna, ChatGPT akhirnya menghadirkan fitur ini, sehingga tidak perlu khawatir akan dampak negatif dari AI, khususnya bagi anak muda.