AI Pangkas Beban Kerja UMKM hingga 70 Persen

AI diklaim bisa meningkatkan efisiensi waktu hingga 60–70 persen. Pekerjaan operasional selesai lebih cepat, sehingga pemilik usaha bisa fokus pada bisnis.

Diterbitkan 04 Oktober 2026, 12:16 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Adopsi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) bukan lagi sekadar monopoli perusahaan kelas atas. Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kini didorong untuk memanfaatkan AI guna memangkas biaya operasional dan mendongkrak daya saing pasar.

Isu krusial ini menjadi sorotan utama dalam SME DigitalFest 2026 bertema "UMKM + AI" yang digelar Exabytes Indonesia di Jakarta, belum lama ini.

Gelaran yang didukung Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) ini menyedot perhatian lebih dari 100 pelaku UMKM nasional.

VP & Country Manager Exabytes Indonesia, Indra Hartawan, menegaskan akselerasi AI melaju sangat cepat sehingga pelaku usaha tidak bisa lagi bertahan dengan cara manual.

"Teknologi AI yang dulunya menjadi hak istimewa perusahaan besar kini dapat diakses siapa saja," ujar Indra dalam keterangannya, Minggu (4/10/2026).

Ia menambahkan AI terbukti dapat meningkatkan efisiensi waktu hingga 60–70 persen. Pekerjaan operasional selesai lebih cepat, sehingga pemilik usaha bisa fokus pada pengembangan bisnis

 

Tiga Tahap Strategis GROW AI

Guna memandu transisi digital ini, Exabytes meluncurkan inisiatif GROW AI yang membagi skala pertumbuhan UMKM ke dalam tiga tahapan.

  • Naik Kelas: Membangun fondasi digital awal (domain, website, dan email bisnis) untuk merapikan proses kerja manual.
  • Naik Omzet: Mengintegrasikan AI pada area krusial seperti pembuat konten penjualan, otomatisasi iklan, hingga layanan pelanggan lintas kanal.
  • Naik Level: Mempersiapkan akses ekspansi melalui infrastruktur aman, kemitraan strategis, dan peluang pendanaan.

Langkah ini sejalan dengan komitmen pemerintah. Direktur Aplikasi Kemenekraf, Tri Wahyudi, serta Direktur Pengembangan Bisnis SMESCO Indonesia, M. Rizki Firdaus, memaparkan peta jalan digitalisasi agar produk UMKM lokal mampu menembus pasar global.

 

Solusi Praktis dan Pembuktian Efisiensi

Di tataran praktis, integrasi AI terbukti langsung memangkas kebutuhan sumber daya. Steven dari Reka Tridi, pemenang ajang pameran bisnis GROWpreneur Competition 2026, membagikan pengalamannya.

"Dengan AI, pekerjaan yang tadinya membutuhkan dua atau tiga orang--seperti mendesain foto produk dan menulis deskripsi untuk SEO--kini bisa dikerjakan oleh satu orang saja," ungkap Steven.

Kemudahan operasional ini didukung oleh mitra teknologi seperti Mekari Desty. Marketing Lead Mekari Desty, Timothy Santoso, menjelaskan ekosistem digital terintegrasi memungkinkan pengusaha mengelola inventaris, toko online, hingga cabang offline dalam satu sistem.

"Tantangannya, masih banyak usaha kecil yang belum berani go digital dan bingung harus mulai dari mana. Mereka harus berani belajar dan step up," ujar Timothy.