Sukses

Top 3: Joe Biden Atur Vaksinasi COVID-19 Anak hingga Hoaks di Balik Tsunami India Disorot

Liputan6.com, Jakarta- Presiden Amerika Serikat Joe Biden telah menyusun rencana untuk meluncurkan suntikan vaksin COVID-19 untuk anak usia 12 hingga 15 tahun sesegera mungkin di negaranya.

Berita tentang Joe Biden yang menetapkan aturan vaksinasi COVID-19 untuk anak-anak berusia 12-15 tahun menjadi berita terpopuler di kanal Global Liputan6.com, Kamis (6/5/2021).

Berita populer lainnya membahas tentang Istana Negara Singapura yang membatalkan acara open housenya karena kasus COVID-19 yang kembali naik di negara tersebut.

Pembatalan itu dilakukan hanya sepekan sebelum acara open house gabungan untuk merayakan Hari Buruh dan Hari Raya Lebaran.

Adapun berita yang paling disorot lainnya, yaitu konten hoaks di media sosial menjadi salah satu penyebab India dihantam tsunami COVID-19.

Berikut ini artikel terpopuler kanal Global dalam Top 3 Global Liputan6.com:

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 6 halaman

1. Joe Biden Tetapkan Aturan Vaksinasi COVID-19 untuk Anak Usia 12-15 Tahun

Washington D.C - Presiden Joe Biden telah menyusun rencana untuk memvaksinasi 70 persen orang dewasa Amerika Serikat sebelum 4 Juli dan meluncurkan suntikan untuk anak usia 12 hingga 15 tahun sesegera mungkin.

Tujuan baru Joe Biden termasuk untuk memenuhi target sebanyak 160 juta orang dewasa yang divaksinasi penuh pada Hari Kemerdekaan, demikian dikutip dari laman BBC, Rabu (5/5/2021).

Target tersebut dianggap sangat mungkin, mengingat 105 juta orang telah mendapatkan suntikan COVID-19 dan AS memvaksinasi hampir satu juta orang dewasa per hari.

 

Baca selengkapnya....

3 dari 6 halaman

2. Kasus COVID-19 Naik Lagi, Istana Singapura Batal Gelar Acara Open House

Istana Negara Singapura membatalkan acara Open House yang direncanakan akan diadakan pada 13 Mei mendatang karena lonjakan kasus COVID-19 di negara tersebut.

Pembatalan dilakukan hanya seminggu sebelum acara open house gabungan untuk merayakan Hari Buruh dan Hari Raya Lebaran.

Melansir Channel News Asia, Selasa (4/5/2021), awal pekan ini, meningkatnya jumlah infeksi lokal, termasuk kasus yang terkait dengan cluster Rumah Sakit Tan Tock Seng yang berkembang, membuat gugus tugas kementerian COVID-19 mengeluarkan nasihat yang menyerukan pengurangan interaksi sosial di masyarakat. 

 

Baca selengkapnya....

4 dari 6 halaman

3. Konten Hoaks di Medsos Jadi Salah Satu Penyebab India Dihantam Tsunami COVID-19

Lebih dari 300.000 kasus baru infeksi COVID-19 India telah dilaporkan selama 12 hari berturut-turut pada Senin (3/5/2021), menjadikan jumlah keseluruhan kasusnya hampir 20 juta.   

Dengan 368.147 kasus baru selama 24 jam terakhir, total infeksi di India mencapai 19,93 juta, sementara total kematian naik 3.417 menjadi 218.959, menurut data Kementerian Kesehatan.

Berdasarkan laporan DW, para ahli mengatakan angka sebenarnya di seluruh negeri mungkin lima hingga 10 kali lebih tinggi dari penghitungan resmi.

 

Baca selengkapnya....

5 dari 6 halaman

Infografis 7 Tips Cegah Klaster Keluarga COVID-19

6 dari 6 halaman

Saksikan Video Berikut Ini: