Sukses

Banjir Bandang Australia, 18 Ribu Warga New South Wales Dievakuasi

Liputan6.com, Sydney - Sekitar 18 ribu warga Australia di New South Wales (NSW) dievakuasi akibat banjir. Hujan deras turun berhari-hari sehingga membuat sungai dan bendungan meluap.

Dilansir BBC, Senin (22/3/2021), pemerintah menyebut banjir ini sebagai fenomena sekali dalam 50 tahun. Warga lantas diminta hati-hati.

Perdana Menteri Australia Scott Morrison telah menawarkan uang bagi warga yang terpaksa mengungsi.

"Ini merupakan waktu ujian bagi negara kita," ujarnya pada saluran radio 2GB di Sydney.

Premier NSW, Gladys Berejiklian, berkata banyak warga yang terdampak banjir juga terkena dampak kebakaran hutan pada 2020. Bencana-bencana itu terjadi di tengah pandemi COVID-19.

"Saya tak tahu apakah ada saat lain dalam sejarah di mana kita memiliki kondisi cuaca ekstrem yang beralih secara cepat di tengah pandemi," ujarnya.

2 dari 4 halaman

Curah Hujan Luar Biasa

Total 15 ribu orang yang mengungsi berasal dari daerah Mid-North Coast dan ada lagi 3.000 orang dari Sydney.

Biro Meteorologi Australia berkata curah hujan bisa mencapai 1.000 milimeter di beberapa area. Hal itu dinilai luar biasa.

Banjir juga memutus jalur transportasi seperti jalanan dan jembatan. Lebih dari 150 sekolah tutup pada Senin ini.

Pemerintah khawatir kepada warga yang berada di area rendah di utara dan barat Sydney, NSW Central Coast, dan lembah Hawkesbury.

3 dari 4 halaman

Rumah Hanyut

Warga menggunakan media sosial untuk menunjukan situasi yang mereka hadapi.

Salah satu video menunjukan sebuah rumah (cottage) dihanyutkan oleh banjir bandang dekat sungai Manning. Rumah tiga kamar tidur itu adalah milik pasangan yang baru saja ingin menikah.

Penerbangan di Bandara Newcastle juga dihentikan karena landasan terendam banjir.

Selain NSW, banjir juga mendampak Brisbane dan Gold Coast di Queensland. Namun, kondisinya mulai reda pada Senin ini.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: