Sukses

Jokowi hingga Joe Biden, 7 Pemimpin Dunia yang Bakal Disuntik Pertama Vaksin COVID-19

Liputan6.com, Jakarta - Semakin banyak negara yang meloloskan vaksin COVID-19. Langkah selanjutnya adalah melakukan vaksinasi massal.

Demi tujuan itu, semakin banyak negara yang menggratiskan vaksin. Presiden Donald Trump, Presiden Vladimir Putin, Perdana Menteri Yoshihide Suga, hingga Presiden Jokowi sudah komitmen agar vaksin COVID-19 gratis.

Penting untuk memvaksin banyak orang agar penularan COVID-19 bisa diredam. WHO menyebut butuh antara 60 persen dan 70 persen masyarakat untuk imun dari virus agar tercipta herd immunity.

Pemimpin dunia juga siap untuk divaksin pertama kali supaya masyarakat percaya. Berikut 7 pemimpin yang menyatakan siap jika harus menjadi yang pertama disuntik vaksin:

2 dari 10 halaman

1. Presiden Jokowi

Presiden Jokowi mengaku siap divaksin yang pertama. Pengumuman ini dibuat bersamaan saat ia berjanji vaksin COVID-19 akan gratis. 

"Saya juga ingin tegaskan lagi, nanti saya yang akan menjadi penerima pertama," ujar Jokowi pada Rabu 16 Desember 2020.

"Ini untuk memberikan kepercayaan dan keyakinan kepada masyarakat bahwa vaksin yang digunakan aman," kata Jokowi.

3 dari 10 halaman

2. Perdana Menteri UEA Sheikh Mohammad

PM UEA Sheikeh Mohammed tidak hanya mendapat vaksin pertama yang lolos. Ia bahkan berani ikut menjadi relawan vaksin COVID-19. 

Tak lupa, ia memberikan apresiasi kepada tim kesehatan ketika disuntik. 

"Saat mendapatkan vaksin COVID-19 hari ini. Kami mengharapkan keselamatan dan kesehatan luar biasa bagi semuanya, dan kita bangga dengan tim kita yang bekerja dengan gigih untuk membuat vaksin tersedia di UEA," ujarnya seperti dikutip Selasa 3 November 2020.

4 dari 10 halaman

3. Presiden Argentina Alberto Fernandez

Presiden Argentina Alberto Fernandez siap menjadi yang pertama mendapat vaksin COVID-19. Vaksin pilihannya adalah Sputnik V dari Rusia. 

"Saya akan menjadi yang pertama divaksin sehingga tidak ada yang perlu takut, ujar Presiden Fernandez seperti dilansir France24 pada 10 Desember 2020. 

Berdasarkan data terkini, vaksin Sputnik V memiliki efikasi hingga 91,4 persen.

5 dari 10 halaman

4. Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador

Pada Agustus 2020, Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador menyebut siap menjadi salah satu orang pertama yang disuntik vaksin COVID-19. Saat itu, pilihannya adalah vaksin Sputnik V. 

Namun, kini The Globe and Mail melaporkan Presiden Obrador memilih disuntik belakangan karena harus memprioritaskan lansia dan tenaga kesehatan. Meksiko telah meloloskan penggunaan vaksin Pfizer.

6 dari 10 halaman

5. PM Israel Benjamin Netanyahu

Israel mendapatkan dosis vaksin Pfizer pada 9 Desember 2020.

Dilaporkan CNN, PM Benjamin Netanyahu siap disuntik pertama sebagai contoh agar semua orang mau divaksin. 

"Agar itu dapat diwujudkan, saya ingin menjadi contoh bagi semua dan saya berniat untuk menjadi yang pertama di negara Israel untuk divaksin dengan vaksin ini," kata Netanyahu.

7 dari 10 halaman

6. Presiden Filipina Rodrigo Duterte

Pada Agustus 2020, Presiden Filipina Rodrigo Duterte menyatakan siap menjadi yang pertama atau terakhir. Namun, Duterte meminta agar orang miskin, polisi, tentara dan petugas di garda depan diutamakan.

"Jika kamu mau, saya bisa menjadi yang pertama agar kamu percaya diri atau saya bisa menjadi orang Filipina terakhir yang dapat. Kalian semua pertama, kami menjadi yang terakhir," ujarnya seperti dikutip Inquirer.

8 dari 10 halaman

7. Joe Biden

Presiden Terpilih Amerika Serikat Joe Biden juga menyatakan siap disuntik pertama vaksin COVID-19. 

Tak hanya Joe Biden, mantan presiden seperti Barack Obama, George Bush, dan Bill Clinton mengaku siap disuntik di depan kamera TV agar rakyat juga mau divaksin. 

Sementara, pemerintahan Presiden Donald Trump berkata akan disuntik setelah tenaga kesehatan. 

9 dari 10 halaman

Infografis COVID-19:

10 dari 10 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: