Sukses

Cara Unik Pakar Selamatkan Gajah Islamabad di Pakistan

Liputan6.com, Islamabad - Seorang dokter hewan yang telah bekerja di zona perang untuk menyelamatkan hewan, menggunakan cara unik untuk mendekati seekor gajah Islamabad.

Gajah yang bernama Kavaan itu didekati oleh Amir Khalil dengan menyanyikan lagu Frank Sinatra. 

Dilansir VOA Indonesia, Sabtu (12/9/2020), bersama Four Paws, yang merupakan organisasi kesejahteraan, Khalil bertugas untuk menentukan apakah gajah berusia 36 tahun tersebut aman untuk dipindahkan ke tempat perlindungan di Kamboja.

Menurut laporan Reuters, langkah itu dilakukan setelah keputusan pengadilan Pakistan pada Mei 2020, bahwa semua hewan di kebun binatang Islamabad harus dibebaskan atau dipindahkan ke lingkungan yang lebih baik.

"Ketika kami tiba 10 hari yang lalu, saya mulai melatihnya dan bernyanyi untuknya, dan dia menerima saya," ungkap Khalil, sambil menambahkan ia memilih salah satu lagu Frank Sinatra yang berjudul "My Way".

Keprihatian telah lama disuarakan oleh para pemerhati hewan tentang kondisi di kebun binatang Islamabad. 

Di kebun binatang tersebut, puluhan satwa termasuk enam anak singa telah mati dalam empat tahun terakhir.

Keputusan pengadilan diambil menyusul kampanye global yang telah berjalan selama empat tahun terakhir. Kampanye itu bahkan mendapatkan dukungan dari penyanyi legendaris asal AS, Cher.

Kendati demikian, tim pakar berusaha untuk memindahkan gajah itu ke Kamboja jika memungkinkan.

Dengan sedikit tempat berlindung, Kavaan menghabiskan sebagian besar hidupnya di kandang kecil, dan sendirian selama delapan tahun terakhir setelah gajah pendampingnya mati.

2 dari 3 halaman

Obat Penenang untuk Pemeriksaan

Tidak hanya menyanyikan lagu Sinatra, pakar Four Paws juga menembakkan anak panah dengan obat penenang sehingga mereka bisa melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap Kaavan saat ia mengantuk.

Spesialis gajah Four Paws, Frank Goeritz, menganalisis sampel darahnya, saat Kavaan bangun dari tidurnya untuk memakan beberapa apel. 

Goeritz memaparkan bahwa, Kavaan meiliki pandangan yang penuh harapan, meski ia mengalami obesitas, tidak ceria, dan memiliki kuku cacat yang membuatnya berisiko terkena infeksi serius. 

"Mari kita tunggu sampai kita mendapatkan semua hasil, tapi sejauh ini saya tidak melihat ada masalah besar jika ia bepergian. ia menghadapi kehidupan yang baik," tutur Goeritz.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Berikut Ini: