Sukses

Perbedaan Perayaan Idul Adha di 5 Negara Saat Pandemi Corona COVID-19

Liputan6.com, Jakarta - Umat muslim di Indonesia merayakan Idul Adha pada Jumat (31/7/2020). Di tengah pandemi Virus Corona COVID-19, sejumlah kebijakan pemerintah dikeluarkan salah satunya imbauan untuk tetap menjaga jarak.

Tak hanya itu, aktivitas salat Idul Adha juga dilaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan yang selama ini telah diberlakukan.

Banyak negara di dunia juga melangsungkan Idul Adha pada 31 Juli. Lalu apa saja perbedaan yang dilakukan oleh masyarakat muslim di negara tersebut dalam menjalankan hari raya di tengah pandemi?

Seperti dikutip dari berbagai sumber, berikut 5 negara yang jalankan Idul Adha di tengah pandemi Virus Corona COVID-19:

 

2 dari 7 halaman

1. India

Di India tak ada yang terlalu berbeda. Meski dalam kondisi pandemi, masyarakat tetap menyambut hari Idul Adha sebagaimana biasanya.

Dalam foto-foto yang diunggah oleh laman DNA India, Kamis (30/7/2020), terlihat vendor-vendor yang menyediakan pasokan kambing untuk dikorbankan di Kota Srinagar, India.

Masyarakat di kota itu ada yang mengenakan masker, namun ada pula yang tidak menggunakan penutup hidung dan mulut di tengah pandemi.

Laman tersebut juga menunjukkan situasi dan kondisi pasar di Srinagar yang ramai dengan warga India -- didominasi perempuan -- untuk berbelanja.

 

3 dari 7 halaman

2. Pakistan

Perayaan Idul Adha tahun ini sepertinya masih berada dalam pandemi Virus Corona COVID-19.

Pada Minggu 26 Juli 2020 menjelang perayaan Idul Adha, pasar ternak di Karachi, kota terbesar di Pakistan terlihat lebih sepi jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Penyebabnya adalah pembatasan sosial menyusul wabah COVID-19.

Lalu pada Selasa 28 Juli, pemerintah setempat menganjurkan warga membeli hewan kurban secara online, atau setidaknya menggunakan masker ketika berbelanja ke pasar kurban.

Pakistan telah melaporkan lebih dari 270.000 kasus COVID-19 dengan jumlah kematian hampir 6.000 kasus. Infeksi baru setiap hari bertambah hampir 1200 kasus pada hari Minggu 26 Juli.

 

4 dari 7 halaman

3. Uni Emirat Arab

Pemerintah Uni Emirat Arab mengimbau pertemuan secara besar-besaran yang selama ini dilakukan tidak boleh dilakukan selama Idul Adha 2020.

Tak hanya diimbau untuk tidak melakukan pertemuan secara besar-besaran, selama Idul Adha 2020 masyarakat juga tidak diperbolehkan mengunjungi lokasi publik.

Pembatasan sosial yang sama akan diberlakukan selama Idul Adha juga berlaku selama Idul Fitri tahun ini.

5 dari 7 halaman

4. Turki

Turki tidak akan memberlakukan pembatasan apa pun selama Idul Adha selama empat hari, tetapi para pejabat terus mendesak anggota masyarakat untuk secara ketat menerapkan aturan jarak sosial di tengah kekhawatiran bahwa interaksi sosial selama liburan dapat menyebabkan lonjakan jumlah kasus Corona COVID-19.

"Semua lembaga kami telah menyelesaikan persiapan mereka untuk Idul Adha," kata Presiden Recep Tayyip Erdogan setelah rapat kabinet mingguan akhir 27 Juli, demikian dikutip dari hurriyetdailynews.

Para menteri menyampaikan presentasi tentang persiapan untuk Idul Fitri yang aman dan sehat dan liburan di pertemuan kabinet, di mana Erdogan tidak menyebutkan batasan mengenai Idul Adha.

Idul Adha akan dimulai pada hari Jumat 31 Juli dan berakhir pada 4 Agustus di Turki.

 

6 dari 7 halaman

5. Oman

Oman telah memperpanjang liburan Idul Adha tahun ini, mulai dari 30 Juli hingga 6 Agustus, Kantor Berita Oman melaporkan pada Senin kemarin.

Dikutip dari laman Khaleejtimes, keputusan itu dibuat berdasarkan arahan Yang Mulia Sultan Haitham bin Tarik, lapor Times of Oman.

Sebelumnya, Oman telah mengumumkan bahwa libur Idul Adha akan dari 30 Juli hingga 3 Agustus 2020.

7 dari 7 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: