Sukses

Pesawat Pengangkut Narkoba Terbakar di Jalan Raya Meksiko

Liputan6.com, Chetumal - Pesawat kecil yang diduga membawa narkoba mengalami kebakaran di jalan raya Meksiko. Narkoba yang diangkut senilai jutaan dolar.

Kecelakaan ini terjadi di jalan raya pedesaan di negara bagian Quintana Roo di Semenanjung Yucatan. Militer Meksiko menyebut pesawat mendarat dan kemudian terbakar, demikian laporan Fox News, Selasa (7/7/2020).

Tak jauh dari lokasi pesawat terbakar, militer menemukan truk pickup dengan 13 kantong kokain dengan total 390 kilogram. Pejabat berwenang yakin pesawat itu digunakan untuk mengantar narkoba tersebut.

Militer juga ternyata sudah melacak pesawat itu sejak masuk ke wilayah udara Meksiko. Dua pesawat dikirim untuk membuntuti pesawat itu dan pasukan juga dikirim ke titik pendaratan.

Belum jelas apakah pesawat itu mendarat darurat lalu terbakar, atau penyelundup narkoba sengaja membakar pesawat itu setelah mendarat.

Harga narkoba itu ditaksir mencapai USD 4,9 juta (Rp 71,1 miliar). Militer berkata hal itu adalah kerugian signifikan bagi organisasi kriminal. 

Belum ada penahanan yang dilakukan oleh aparat.

Media lokal Meksiko, Milenio, melaporkan bahwa pesawat itu datang dari Maracaibo, Venezuela, namun laporan itu belum dikonfirmasi. Sementara, Kementerian Pertahanan Meksiko menyebut pesawatnya datang dari Amerika Selatan tanpa menyebut nama negaranya.

Berdasarkan situs Aviation Safety Network, pesawat narkoba itu merupakan tipe BAe-125 dengan 15 tempat duduk penumpang.

2 dari 3 halaman

Trik Kurir Narkoba

Kurir narkoba memakai banyak trik untuk mengirim barang haram yang mereka jual. Ibu rumah tangga pun bisa terjerat dengan iming-iming uang seperti yang terjadi di Palembang. 

NS (32), yang menambah panjang deretan wanita yang menjalani pekerjaan sampingan menjadi kurir narkoba.

Warga Kecamatan Ilir Timur (IT) 2 Palembang Sumsel ini, diciduk Tim Satnarkoba Polrestabes Palembang, pada awal bulan Juli 2020 ini.

NS mengakui, jika dia hanya mendapat upah Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu untuk sekali pengiriman paket narkoba.

"Dapat upah paling besar Rp100 ribu untuk sekali pengiriman paket. Saya baru sekali ini mengirim paket narkoba, tapi langsung tertangkap," ucapnya, saat diinterogasi di Mapolrestabes Palembang, Jumat (3/7/2020).

NS yang sehari-hari bekerja sebagai buruh cuci di lingkungan tempat tinggalnya, mengaku terpaksa melakoni pekerjaan ini. Upahnya sebagai buruh cuci tidak mencukupi untuk menutupi kebutuhannya sehari-hari. Sehingga dia nekat menjalankan pekerjaan sampingan ini, untuk menambah pemasukan.

Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Anom Setyadji didampingi Kasat Narkoba AKBP Siswandi mengatakan, mereka mendapatkan informasi dari warga jika ada pengedaran narkoba di Kecamatan IT 2 Palembang.

"Saat tim kita menemui tersangka di suatu kawasan di Kecamatan IT 2 Palembang, ternyata dia memang benar membawa sabu seberat 220 gram yang dibungkus plastik," katanya.

Saat diamankan, tersangka digiring ke kediamannya agar menunjukkan barang bukti lainnya.

Di dalam rumah tersangka, petugas Polrestabes Palembang hanya menemukan 1 bal plastik bening, yang diduga digunakan untuk mengemas paket narkoba tersebut.

Tim Polrestabes Palembang kini sedang menelusuri jaringan narkoba yang beredar di Kota Palembang, dari pengakuan tersangka NS.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: