Sukses

Jual Ganja hingga Membunuh, 5 Kasus Kriminal yang Pernah Dilakoni Lansia

Liputan6.com, Jakarta - Selama ini kita hanya mengira bahwa kasus pembunuhan dan kriminal lainnya biasanya dilakukan oleh sekelompok orang muda. Pria berbadan besar, dandanan liar, memiliki tato dan rantai besi yang melingkar di bagian pinggang.

Atau bisa jadi, seorang pembunuh identik dengan sosok preman jalanan yang meminta uang secara paksa. Apabila kita tak menuruti kehendaknya maka nyawa lah yang menjadi taruhan.

Kasus pembunuhan memang kerap kita dengar. Ada banyak motif dan alasan yang latar belakang pelaku melakukan aksi kriminalnya. Beberapa contoh yang sering kita dengar seperti permasalahan utang piutang, sakit hati, dendam lama atau bisa jadi sang pelaku mengalami gangguan jiwa.

Terlepas dari itu semua, ternyata kasus kriminal tak selamanya dilakukan oleh sekelompok orang muda, perampok atau seorang preman.

Ternyata beberapa peristiwa di masa lampau pernah mencatat kasus pembunuhan yang dilakukan oleh lansia. Padahal momok lansia di benak khalayak adalah sosok yang lemah tak berdaya. Ibaratnya, tak memungkinkan untuk melakukan tindakan-tindakan aneh. Jangan kan untuk merencanakan dan melakukan aksi pembunuhan, mengangkat ember berisi air atau menyapu halaman sepertinya sulit.

Seperti dikutip dari laman elist10.com, Rabu (19/12/2018), berikut lima lansia yang tercatat pernah melakukan aksi kriminal:

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

2 dari 6 halaman

1. Adebayo

Pada April 2009, seorang kakek bernama Adebayo dari Negara Bagian Ogun, Nigeria ditangkap atas kepemilikan 6,5 ton ganja.

Atas perbuatannya ini, kakek Adebayo ditangkap oleh polisi. Identitas lengkap kakek ini tak dijelaskan pasti. Bahkan usianya jadi perdebatan.

Ada yang menyebut jika usia kakek ini telah menyentuh angka 114 tahun. Ia pun harus menjalankan sisa hidupnya di dalam penjara.

3 dari 6 halaman

2. Nannie Doss

Nannie Doss adalah seorang wanita tua renta berparas manis yang biasa memasak untuk anggota keluarganya. Hidangan lezat kerap tersaji di atas meja saat seluruh anggota keluarga tengah berkumpul.

Namun sayangnya, Nannie Doss adalah seorang pembunuh berdarah dingin. Ia pernah mencoba melakukan upaya pembunuhan pada usia 16 tahun. Kala itu ia mencoba meracuni suami pertamanya namun gagal.

Wanita yang lahir pada 4 November 1905 ini dikenal sebagai seorang pembunuh berantai Amerika Serikat yang bertanggung jawab atas kematian 11 orang. Aksi kejam tersebut ia lakukan sejak tahun 1920 hingga 1954.

Karena aksi kejamnya tersebut nenek tua ini sering dijuluki 'Nenek Tertawa' karena ekspresinya yang selalu tertawa meski harus menjalani sidang pembunuhan.

Pada Oktober 1954 ia mengakui akan segala tindak pembunuhannya setelah suami kelimanya dinyatakan meninggal di sebuah rumah sakit di Tulsa Oklahoma. Saat itu sang suami meninggal tak wajar. Sebab, saat proses otopsi dokter melihat adanya racun arsenik di dalam tubuh korban. Racun ini biasa di gunakan untuk membunuh seekor kuda.

Secara Keseluruhan, terungkap bahwa ia telah membunuh empat suami, dua anak, dua saudara perempuan, ibunya, cucu laki-laki dan ibu mertuanya.

Karena aksi keji ini, Nannie diganjar hukuman seumur hidup penjara. Ketika ditanya alasan ia membunuh seluruh anggota keluarga, Nannie menjawab, "Saya bosan dengan pernikahan saya."

Pada tahun 1965, Nannie Doss dinyatakan meninggal karena penyakit leukemia yang ia derita. Nannie meninggal di rumah bangsal rumah sakit di Oklahoma State Penitentiary.

4 dari 6 halaman

3. Dorothea Puente

Lahir di Redlands California pada tanggal 9 Januari 1929, Dorothea Puente hidup tanpa pengasuhan ayah dan ibunya. Kedua orangtuanya tewas dalam kecelakaan pada tahun 1937.

Memasuki usia ke-64 tahun Dorothea Puente diadili oleh pengadilan setempat karena terbukti membunuh sembilan orang termasuk suaminya. Ia dinyatakan bersalah oleh pihak berwenang setelah ditemukan kuburan manusia di dekat rumahnya.

Ide pembunuhan ini berawal ketika si nenek tua ingin mendapatkan harta dari para korbannya. Mulanya ia memberikan alkohol, obat-obatan yang menyebabkan ke sembilan korban mengalami overdosis.

Setelah dinyatakan meninggal, Dorothea Puente mencairkan asuransi para korban sehingga mendapat keuntungan yang besar.

5 dari 6 halaman

4. Ray dan Faye Copeland

Tentu saja, Ray dan Faye Copeland bukanlah satu-satunya pelaku pembunuhan yang berstatus suami dan istri. Keduanya berusia di atas 60 tahun dan masih melakukan tindak kriminal di masa pensiun.

Pasangan lansia ini dihukum karena membunuh lima orang. Ketika polisi menginvestigasi rumah mereka, petugas mendapati lima korban di belakang rumah mereka. Pada usia 76 dan 69, Ray dan Fay Copeland menjadi pasangan tertua yang pernah dijatuhi hukuman mati dalam sejarah Amerika.

 

6 dari 6 halaman

5. Amelia Elizabeth Dyer

Amelia Elizabeth Dyer lahir di Hobley pada tahun 1837. Ia dikenal sebagai salah satu pembunuh paling produktif sepanjang sejarah.

Aksi pembunuhan yang dilakukan oleh Dyer bermula ketika dirinya membuka sebuah rumah penampungan bagi wanita yang hamil di luar nikah. Penampungan yang terletak di kota Totterdown itu ia bangun pada akhir tahun 1860.

Wanita yang memberikan bayi hasil hubungan terlarang tersebut meminta Dyer untuk membunuh bayi tak berdosa demi uang. Dyer kemudian membunuh para bayi dengan menggunakan zat beracun yang bekerja secara bertahap sehingga sang bayi akan meninggal secara perlahan.

Pihak kepolisian yang mencium aksi tersebut akhirnya menangkap Dyer pada tanggal 4 April 1896. Ia ditahan setelah pihak berwenang menemukan bayi di Sungai Thames. Mulanya polisi menemukan 50 jasad bayi, namun setelah polisi menggeledah rumahnya, tercium bau busuk yang sangat menyengat dari dalam dapur. Setelah dilakukan penyelidikan, polisi menduga ada 400 jasad bayi yang telah terbunuh.

Karena tindakannya, ia dihukum gantung oleh otoritas setempat. Dyer dieksekusi di penjara Newgate pada tanggal 10 Juni 1896.

Loading
Artikel Selanjutnya
Nenek 92 Tahun Asal Australia Ini Jahit 20.000 Baju untuk Anak India
Artikel Selanjutnya
Aneka Masalah Kesehatan Bila Lansia Alami Malanutrisi