Ekonomi Indonesia Bisa Tumbuh di Atas 5%, Ada Syaratnya

PDB Indonesia, selama 2 kuartal berturut-turut menunjukkan performa baik, meski ini lebih banyak didorong konsumsi pemerintah.

Diterbitkan 14 Agustus 2026, 13:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ekonomi Indonesia sejatinya dinilai masih bisa tumbuh lebih besar dari pencapaian saat ini. Syaratnya, pemerintah harus fokus mendorong bebeapa hal seperti penciptaan lapangan kerja, investasi, menjaga kestabilan rupiah, serta meningkatkan kualitas belanja pemerintah.

Hal itu diungkapkan ASEAN Economist UOB, Enrico Tanuwidjaja."Sebetulnya kalau kita reformasi dari dulu, kita itu bisa bertumbuh jauh lebih tinggi dari sekarang. Itu kita sudah 5-6 tahun itu selalu ceramah ini yang dibutuhkan semuanya sustainability, connectivity, energi," ujar dia dalam UOB Media Editors Circle 2026 Powering Indonesia’s Next Engine of Growth, di Jakarta.

Dia mengakui kondisi dinamika global yang sebelumnya banyak memberikan pengaruh seperti perang Ukraina-Rusia. Namun kemudian terjadi apa yang disebutnya kenormalan baru meski volatilitas dinilai masih akan ada terutama dari kebijakan tarif Amerika Serikat (AS).

PDB Indonesia, jelas dia, selama 2 kuartal berturut-turut menunjukkan performa baik, meski ini lebih banyak didorong konsumsi pemerintah.

Dia pun mengingatkan, kondisi ini, tidak bisa berkelanjutan. Di mana Undang-undang Keuangan Negara membatasi defisit APBN maksimal 3 persen terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB). Selain itu, kontribusinya terhadap laju ekonomi nasional juga masih satu digit.

Penurunan justru terjadi di sektor padat karya. Di sinilah, pemerintah harus lebih mendorong sektor manufaktur yang dinilai bisa menjadi tulang punggung ekonomi nasional.

"Confidence konsumen Indonesia ini harus dibangun. Salah satu jalan sektor manufaktur harus digenjot. Karena sekarang kalau kita lihat kebanyakan sektor jasa," tuturnya.

Indonesia juga harus memperhatikan aliran masuk dan keluar investasi asing. Menyiapkan berbagai penarik agar investasi ke Indonesia lebih menjanjikan. "Nah, kalau orang confidence di sini, dia akan reinvestment," lanjutnya.

Hal lain tak boleh diabaikan terkait kestabilan nilai tukar. "Kalau rupiah stabil itu akan memberikan confidence ke pasar," tambah dia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6