Sukses

Viral, Wanita Berbulu Mata Beku Asal Rusia Kini Diserang Puluhan Nyamuk

Liputan6.com, Moskow - Ingatkah Anda pada gadis Rusia yang bulu matanya membeku akibat musim dingin ekstrem di Yakutia? Baru-baru ini, fotonya kembali menggemparkan Instagram.

Kali ini, ia diserang nyamuk-nyamuk Siberia. Para pengisap darah ini menyerang Siberia selama musim panas yang pendek, tapi sangat terik, demikian dikutip dari laman RBTH Indonesia, Rabu (11/7/2018)

Inilah Anastasia Gruzdyeva. Anda mungkin mengenalnya sejak awal Januari lalu, ketika fotonya bersama teman-teman menghebohkan internet. Ia menunjukkan kepada orang-orang betapa parahnya musim dingin di Yakutsk.

Kali ini ia menulis: "Sponsor foto kebun bunga ini dan kurangnya penangkal nyamuk," candanya.

"Ingin berhenti sebentar dan berfoto? Bagaimana kalau mengumpulkan beberapa bunga liar? Tak masalah! Jangan lupa memberi makan banyak nyamuk saat Anda melakukannya. Sungguh pengalaman yang mengerikan," tambahnya.

Foto Instagram-nya telah disukai lebih dari 6.500 pengguna. Meski begitu, ternyata ada juga orang-orang Rusia yang berpikir bahwa Gruzdyeva telah memanipulasi foto itu.

Salah seorang warga Moskow, Rusia bernama Tatyana Savina, memberikan perbandingan yang akurat dengan menampilkan kedua foto Gruzdyeva berdampingan melalui akun Twitter-nya. Ia menulis: "Yakutia dalam dua jepretan."

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

2 dari 2 halaman

Nyamuk Lebih Mengincar Anda Bukan Orang Lain

Salah satu alasan mengapa nyamuk menggigit adalah, ingin mengambil protein dalam darah. Penelitian menunjukkan bahwa nyamuk-nyamuk ini akan mencari seseorang dengan golongan darah tertentu yang lebih menggugah selera mereka.

Sementara itu sebuah studi menemukan bahwa nyamuk menghisap tubuh manusia yang memiliki golongan darah O lebih banyak dua kali lipat, daripada mereka yang memiliki tipe A.

Bagi nyamuk, sangat mudah untuk menentukan golongan darah manusia. Sebab, tubuh manusia akan mengeluarkan sinyal kimia melalui kulit mereka.

Penelitian lain menunjukkan bahwa jenis dan volume bakteri pada kulit secara alami dapat menarik perhatian nyamuk untuk menggigit manusia.

Dalam penelitian yang dilakukan pada tahun 2011, para ilmuwan menemukan bahwa nyamuk akan lebih banyak menggigit bagian tangan dan kaki.

Sebab, nyamuk akan menggigit kulit yang dipenuhi bakteri merata. Kaki dan tangan adalah bagian tubuh yang banyak menjadi tempat berkumpulnya bakteri karena sering melakukan aktivitas.

Loading
Artikel Selanjutnya
Lewat Rekayasa Genetik, Ilmuwan Buat Nyamuk Aedes aegypti Kebal Virus DBD
Artikel Selanjutnya
Vladimir Putin Janji Tak Akan Jadi Presiden Rusia Seumur Hidup