Liputan6.com, Jakarta - Indonesia terus memperkuat promosi kawasan industri sebagai salah satu destinasi investasi global. Dalam ajang INNOPROM 2026 di Ekaterinburg, Rusia, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menawarkan potensi kawasan industri nasional sebagai pintu masuk investasi sekaligus pengembangan klaster industri internasional yang saling menguntungkan.
Upaya tersebut didukung pertumbuhan investasi kawasan industri yang terus menunjukkan tren positif. Sepanjang 2025, investasi di kawasan industri tercatat mencapai Rp 6.744,58 triliun atau tumbuh 9,26 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Aktivitas industri di berbagai kawasan tersebut juga telah menyerap sekitar 2,35 juta tenaga kerja.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, pengembangan kawasan industri menjadi salah satu strategi untuk mendorong pemerataan industrialisasi dan meningkatkan daya saing sektor manufaktur.
Advertisement
“Pengembangan kawasan industri merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mempercepat pemerataan industrialisasi sekaligus memperkuat daya saing manufaktur nasional," ujar Agus dalam keterangan tertulis, Jumat (10/7/2026).
"Kawasan industri memainkan peranan penting dalam mempercepat transformasi industri nasional, ekosistem terintegrasi yang mendukung hilirisasi, peningkatan nilai tambah, penyerapan tenaga kerja, hingga daya saing industri nasional di tingkat global,” tambah dia.
Indonesia Miliki 180 Kawasan Industri
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5380131/original/044263300_1760417070-b232a29e-60d4-4c0e-9b96-6c199188e776.jpeg)
Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin Tri Supondy menilai harmonisasi regulasi menjadi fondasi penting dalam menciptakan iklim investasi yang semakin kondusif antara Indonesia dan Rusia.
“Harmonisasi regulasi antara Indonesia dan Rusia menjadi kunci untuk memastikan setiap investasi kawasan industri berjalan efisien, transparan, dan saling menguntungkan bagi kedua negara. Kami berharap dialog ini dapat menjadi landasan bagi kemitraan jangka panjang, tidak hanya dalam hal investasi, tetapi juga transfer pengetahuan dan pengembangan kapasitas kawasan industri kedua negara,” ucap Tri.
Hingga kuartal II 2026, Indonesia memiliki 180 kawasan industri yang menampung hampir 12.000 perusahaan atau tenan. Pengembangan kawasan dilakukan melalui empat pendekatan untuk mendukung kebutuhan industri dan meningkatkan efisiensi sistem logistik nasional.
Pendekatan tersebut meliputi pengembangan kawasan industri berteknologi tinggi, kawasan berbasis hilirisasi sumber daya alam, kawasan hemat air di luar Pulau Jawa, serta kawasan padat karya di Pulau Jawa.
Advertisement
Tawarkan Insentif Fiskal
Pemerintah juga menawarkan berbagai insentif fiskal dan nonfiskal untuk meningkatkan daya tarik investasi. Fasilitas tersebut mencakup kemudahan perizinan berusaha berbasis risiko dan penetapan kawasan industri sebagai Objek Vital Nasional guna memberikan kepastian keamanan bagi investor.
Insentif lainnya berupa Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT), program restrukturisasi mesin dan peralatan industri, investment allowance, tax allowance, serta super tax deduction untuk kegiatan riset dan pelatihan vokasi.
Pemerintah turut menyediakan fasilitas pembebasan bea masuk mesin dan bahan baku melalui skema masterlist. Tingkat upah yang kompetitif di sejumlah wilayah industri juga ditawarkan sebagai daya tarik bagi investor manufaktur.
Kendal SEZ Catat Investasi Rp 187,05 Triliun
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4177970/original/033875300_1664689899-IMG-20221002-WA0002.jpg)
Sebagai contoh pengembangan kawasan industri, Kemenperin memaparkan pertumbuhan Kendal Special Economic Zone (Kendal SEZ). Kawasan hasil kerja sama Jababeka & Co. dan Sembcorp Urban Development Singapura tersebut menjadi salah satu kawasan industri dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia.
Hingga 2025, Kendal SEZ mencatat investasi kumulatif sebesar Rp 187,05 triliun dan menyerap lebih dari 76.000 tenaga kerja. Kawasan tersebut telah menampung 142 badan usaha dari berbagai negara yang didominasi sektor fesyen, otomotif, energi terbarukan, dan elektronika.
Tingginya tingkat okupansi mendorong pengembangan Ecosystem Hub seluas 1.200 hektare. Kawasan baru tersebut akan mencakup pusat riset dan inovasi, industri berkelanjutan, area komersial, serta permukiman terpadu.
Pengembangan itu diproyeksikan menyerap hingga 250.000 tenaga kerja dengan potensi tambahan investasi sekitar Rp 370 triliun. Kendal SEZ juga membuka peluang kolaborasi pengembangan sumber daya manusia melalui politeknik vokasi dan digitalisasi pengelolaan kawasan.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292785/original/068110200_1783657736-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-10T112807.834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292724/original/032902100_1783654519-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-10T102917.054.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5532976/original/075889100_1773717683-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-17T102114.591.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5560136/original/057890300_1776659894-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-20T113652.901.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292928/original/060228900_1783664721-1_Menperin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1412227/original/038643800_1479725308-Agus_Gumiwang_Kartasasmita.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8133451/original/029203800_1780985455-AC71B8A2-01A6-456E-8CDA-FBE01AEEC42A.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292544/original/017588400_1783605639-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4537889/original/010914900_1692061588-Rubel_Rusia_mencapai_level_terendah_sejak_awal_perang-AP__5_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291353/original/035129500_1783522335-familyschaffner-dancers-7731738.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264044/original/048184800_1782061399-063_2282635876.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289370/original/055592900_1783402351-belgia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288262/original/025055100_1783308426-eng5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292649/original/094376400_1783641258-Achraf_Hakimi_dan_Ayyoub_Bouadd.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288081/original/061472300_1783298244-nor8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289008/original/052236500_1783385709-sp2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292646/original/028409800_1783639977-Facundo_Tello.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292621/original/094494100_1783638050-fran1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292619/original/010111700_1783634834-000_B9T69X7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292618/original/088093700_1783634462-000_B9T74UT.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292617/original/012709000_1783634462-000_B9T69YH.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4261503/original/087816000_1671051714-AP22348707544069.jpg)