Sukses

Disaksikan Jurnalis Asing, Korea Utara Tutup Situs Uji Coba Nuklir Punggye-ri

Liputan6.com, Pyongyang - Korea Utara secara resmi menutup situs uji coba nuklir Punggye-ri.

Dikutip dari laman VOA, Kamis (25/5/2018), Korea Selatan menyambut baik konsesi nuklir sepihak dari Korea Utara.

"Kami berharap tindakan ini dapat membuka peluang denuklirisasi secara penuh di masa depan," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Korea Selatan Noh Kyu-duk.

Penutupan kompleks uji coba nuklir dinilai adalah isyarat simbolis yang signifikan. Langkah ini diharapkan dapat menghambat kemampuan rezim Kim Jong-un untuk melakukan uji coba nuklir lebih lanjut di masa mendatang.

"Langkah ini akan membuat situs uji coba nuklir di Punggye-ri tak dapat digunakan kembali. Tetapi, Korea Utara masih memiliki banyak pegunungan untuk membuat terowongan-terowongan baru," ujar Jeffrey Lewis, Direktur Program Nonproliferasi Asia Timur di Middlebury Institute of International Studies di California.

Korea Utara melakukan enam uji coba nuklirnya di situs bawah tanah Punggye-ri yang sedikitnya mencakup dua sistem terowongan.

Uji coba pertama kali yang dilakukan di Punggye-ri terjadi pada tahun 2006, di mana uji coba pertama hanya berkekuatan 1-2 kiloton.

Sementara itu, uji coba terakhir Korea Utara terjadi tahun lalu dan menghasilkan kekuatan nyaris 250 kiloton.

Ada laporan bahwa uji coba terakhir yang dilakukan pada September 2017 telah memicu runtuhnya terowongan sehingga tak dapat digunakan kembali.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

1 dari 2 halaman

Disaksikan Para Jurnalis Asing

Sebelumnya, sekelompok wartawan asing dilaporkan telah tiba di Korea Utara pada hari Selasa untuk melaporkan langsung pembongkaran situs uji coba nuklir Punggye-ri. Kendati demikian, pakar teknis tidak diundang dalam peristiwa tersebut.

Seperti dikutip dari Nbcnews.com, Pyongyang mengizinkan akses terbatas ke situs uji coba nuklirnya demi mempublikasikan janjinya untuk menghentikan tes nuklir bawah tanah dan peluncuran rudal balistik antarbenua.

Kantor berita Reuters yang mengutip pernyataan Kementerian Unifikasi Korea pada hari Rabu ini melansir, Korea Utara telah mengizinkan para wartawan asal Korea Selatan ikut serta menyaksikan pembongkaran Punggye-ri.

"Kami mengirimkan delapan nama reporter dari dua kantor berita ke Korea Utara hari ini, dan mereka menerimanya," demikian keterangan Kementerian Unifikasi Korea.

Sebelumnya, delapan wartawan Korea Selatan dikabarkan tidak berhasil mendapatkan visa dari Pyongyang di Beijing. Hal tersebut diduga dipicu pemutusan hubungan tingkat tinggi antar kedua negara oleh Korea Utara usai latihan militer gabungan yang dilakukan Seoul dan Washington.

Berangkat dari Beijing, sejumlah wartawan asing asal Inggris, Rusia, China, Amerika Serikat tiba di kota pelabuhan Wonsan, Korea Utara, dengan menggunakan pesawat carteran. Para jurnalis tersebut dilaporkan menginap di sebuah hotel di Wonsan sebelum akhirnya menempuh perjalanan menggunakan kereta ke Punggye-ri, yang berada di timur laut negara itu.

Artikel Selanjutnya
Wamenlu Korea Utara: Wapres AS Bodoh
Artikel Selanjutnya
Kim Jong-un Khawatir Korea Utara Akan Dikudeta Militer Saat Bertemu Donald Trump