Dunia Terancam Krisis Air

Sekitar 1,1 miliar penduduk di berbagai belahan bumi terancam krisis air. Sejumlah lembaga internasional gencar menggerakkan proyek pengadaan air bersih untuk mengatasi krisis kekeringan di Afrika.

Diterbitkan 23 Maret 2006, 09:06 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Mexico City: Sekitar 1,1 miliar penduduk dunia di berbagai belahan bumi terancam krisis air. Berbagai masalah air menjadi fokus pembahasan Forum Air Dunia IV yang berlangsung di Meksiko yang dimulai bertepatan dengan Hari Air Dunia yang diperingati setiap 22 Maret. Acara yang berlangsung kemarin ini dihadiri 100 perwakilan negara-negara dunia.

Krisis kekeringan di Turkanaland, Kenya, telah mengancam kehidupan 300 juta penduduk di Benua Afrika. Berbagai proyek lembaga swadaya internasional kini digelar untuk menjaga produksi 136 ribu kubik air bersih di sungai utama Lokitaung.

Hal serupa juga terjadi di Mozambik. Dari 18 penduduk negara itu hanya 25 persen yang bisa memperoleh air bersih. Meski telah menggalang sumber alternatif air bersih, upaya pemerintah ini tetap tidak mencukupi kebutuhan air bersih di lima kota utama.

Lain lagi dengan kasus yang dialami Argentina. Akhir masa kontrak karya perusahaan asing Prancis dengan pemerintah setempat memicu gangguan pasokan air bersih di negara itu. Perusahaan Suez yang selama 30 tahun terakhir menyediakan pasokan air bagi 10 juta pelanggan di Argentina tidak sanggup lagi memperluas layanannya.

Sementara itu, dalam rangka memperingati Hari Air, ribuan anak-anak Di Varanasi, India bagian Barat, membentuk rantai manusia untuk menggalang kesadaran di kalangan warga dan pemerintahan India. Air Sungai Gangga sepanjang 2.500 kilometer kini tercemar bahan kimia dari limbah industri dan rumah tangga. Padahal air sungai yang disucikan umat Hindu sedunia ini diandalkan untuk mengairi lahan pertanian dan sumber air minum masyarakat India.(TNA/Wir)