Flu Burung Menyerang Turki

Pemerintah Turki memusnahkan sekitar 1.800 kalkun dari sebuah peternakan unggas di Turki bagian barat, akibat terjangkit virus flu burung. Wabah itu tersebar akibat burung yang berimigrasi dari Asia ke Afrika.

Diterbitkan 10 Oktober 2005, 10:56 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Ankara: Pemerintah Turki telah memusnahkan sekitar 1.800 kalkun dari sebuah peternakan unggas di Desa Balikesir, Turki bagian barat, Senin (10/10), akibat terjangkit virus flu burung. Menurut Menteri Pertanian Turki Mehdi Eker, unggas-unggas itu terjangkit wabah flu burung dari burung-burung yang terbang saat bermigrasi dari Asia menuju Afrika. Jalur migrasi burung itu melewati Pegunungan Ural di Rusia dan Suaka Margasatwa Manyas di Turki bagian barat.

Selain itu, ribuan unggas juga ditemukan mati di Desa Ceamurlia de Jos di dekat delta Sungai Danube, Rumania bagian timur, akibat terjangkit virus avian influenza. Pemerintah daerah setempat mengatakan unggas-unggas itu sengaja dibunuh untuk mencegah penyebaran wabah flu burung. Namun, tidak dapat dipastikan berapa banyak di antara unggas-unggas mati itu yang positif terjangkit virus H5N1.

Jumat silam, Pemerintah Rumania mengumumkan kasus flu burung telah menyebar di negaranya. Hal ini setelah ditemukannya tiga ekor bebek yang mati karena positif terinfeksi virus maut itu di Desa Ceamurlia de Jos di delta Sungai Danube. Kasus flu burung di tempat ini pertama kali ditemukan akhir September lalu. Namun, Rumania belum bisa memastikan jenis virus yang menjangkiti. Setelah pengumuman itu, pemerintah Rumania menginstruksikan pemusnahan 40 ribu unggas untuk mencegah penyebaran wabah flu burung di wilayah tersebut [baca: Flu Burung Ditemukan di Rumania].(ZIZ/Nlg)