Liputan6.com, London: Insiden peledakan beruntun di London, Inggris, Kamis silam, terus menuai kecaman dari sejumlah kalangan. Di sela-sela kunjungan ke tempat para korban dirawat, Jumat (8/7), Ratu Elizabeth II justru menilai insiden itu akan meningkatkan kesetiakawanan dan kepekaan masyarakat Inggris terhadap nilai kemanusiaan. Peristiwa itu juga akan meningkatkan kepercayaan warga akan kekuatan hukum [baca: Pascaledakan Bom, London Kembali Tenang].
Dalam kesempatan itu, Ratu Elizabeth II juga menyampaikan rasa simpati yang mendalam bagi para keluarga korban peledakan beruntun. Ratu juga menyatakan kekagumannya pada warga London yang tetap tenang menyikapi serangan itu dan melanjutkan kehidupan mereka secara normal.
Berdasarkan laporan terakhir polisi, jumlah korban tewas dalam serangan bom di bus tingkat mencapai 13 orang. Hal ini berarti menambah daftar korban tewas yang kini telah mencapai 50 orang. Sementara sekurangnya 700 korban luka masih dalam perawatan.
Di sisi lain, keluarga dan kerabat dari sejumlah orang yang hilang dalam ledakan Kamis silam meneruskan upaya pencarian. Mereka menempelkan poster gambar kerabat yang hilang di sejumlah tiang lampu jalan dan lokasi sekitar stasiun kereta api di Kota London. Mereka berharap ada pihak yang mempunyai informasi mengenali atau mengetahui keberadaan orang yang dicari.
Rumah sakit juga menjadi lokasi pencarian karena ada kabar bahwa hingga kini masih ada beberapa pasien yang belum teridentifikasi. Sejatinya kabar itu membesarkan hati para pencari yang terus berupaya dan mengharapkan kabar terbaik mengenai orang yang mereka sayangi.
Di Roma, Italia, ratusan warga menggelar aksi solidaritas terhadap warga Kota London yang diserang bom beruntun. Aksi yang diprakarsai wali kota Roma itu digelar di balai kota. Sejumlah tokoh masyarakat menghadiri aksi ini, termasuk pemuka agama dan Menteri Kebudayaan Italia Rocco Buttglione. Para peserta umumnya membawa sejumlah poster mengecam terorisme.
Setelah Spanyol dan Inggris, sejumlah negara sekutu Amerika Serikat, termasuk Italia, kini dicekam kekhawatiran negerinya akan menjadi sasaran serangan berikut. Pasalnya, serangan bom kereta di Madrid, tahun kemarin, diduga dilakukan kelompok Al-Qaidah. Sementara bentuk serangkaian bom yang mengguncang London mirip gaya serangan kelompok teroris itu.
Sebagai negara Eropa yang prokebijakan AS dan turut mengirim pasukan ke Irak, Italia memang kerap mendapat ancaman dari sejumlah kelompok militan Islam. Bahkan, 24 jam setelah insiden bom London pun, Negeri Pizza itu kembali mendapat ancaman.(ORS/Wir, Uri, dan Idr)
Dalam kesempatan itu, Ratu Elizabeth II juga menyampaikan rasa simpati yang mendalam bagi para keluarga korban peledakan beruntun. Ratu juga menyatakan kekagumannya pada warga London yang tetap tenang menyikapi serangan itu dan melanjutkan kehidupan mereka secara normal.
Berdasarkan laporan terakhir polisi, jumlah korban tewas dalam serangan bom di bus tingkat mencapai 13 orang. Hal ini berarti menambah daftar korban tewas yang kini telah mencapai 50 orang. Sementara sekurangnya 700 korban luka masih dalam perawatan.
Di sisi lain, keluarga dan kerabat dari sejumlah orang yang hilang dalam ledakan Kamis silam meneruskan upaya pencarian. Mereka menempelkan poster gambar kerabat yang hilang di sejumlah tiang lampu jalan dan lokasi sekitar stasiun kereta api di Kota London. Mereka berharap ada pihak yang mempunyai informasi mengenali atau mengetahui keberadaan orang yang dicari.
Rumah sakit juga menjadi lokasi pencarian karena ada kabar bahwa hingga kini masih ada beberapa pasien yang belum teridentifikasi. Sejatinya kabar itu membesarkan hati para pencari yang terus berupaya dan mengharapkan kabar terbaik mengenai orang yang mereka sayangi.
Di Roma, Italia, ratusan warga menggelar aksi solidaritas terhadap warga Kota London yang diserang bom beruntun. Aksi yang diprakarsai wali kota Roma itu digelar di balai kota. Sejumlah tokoh masyarakat menghadiri aksi ini, termasuk pemuka agama dan Menteri Kebudayaan Italia Rocco Buttglione. Para peserta umumnya membawa sejumlah poster mengecam terorisme.
Setelah Spanyol dan Inggris, sejumlah negara sekutu Amerika Serikat, termasuk Italia, kini dicekam kekhawatiran negerinya akan menjadi sasaran serangan berikut. Pasalnya, serangan bom kereta di Madrid, tahun kemarin, diduga dilakukan kelompok Al-Qaidah. Sementara bentuk serangkaian bom yang mengguncang London mirip gaya serangan kelompok teroris itu.
Sebagai negara Eropa yang prokebijakan AS dan turut mengirim pasukan ke Irak, Italia memang kerap mendapat ancaman dari sejumlah kelompok militan Islam. Bahkan, 24 jam setelah insiden bom London pun, Negeri Pizza itu kembali mendapat ancaman.(ORS/Wir, Uri, dan Idr)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315872/original/087159700_1785900314-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-05T102428.295.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334946/original/033690300_1787906817-cek_fakta_bank_mandiri.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5629728/original/027803900_1778227032-cek_fakta_-_pendamping_desa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3372858/original/061241900_1612917784-Vaksin-Nakes-Lansia1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/441511/original/090705aLnRatu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346285/original/094214300_1789120119-file_0000000047f882308af83e40b22f096a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1176605/original/028391000_1458444646-20160319-Earth-Hour-di-kawasan-Bundaran-HI-Fanani-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3929526/original/096494900_1644470631-jesse-schoff-Ph2KtIqKs7c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349154/original/070984700_1789475303-WhatsApp_Image_2026-09-15_at_7.23.17_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349953/original/059135700_1757945389-Bapenas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346936/original/048560000_1789222746-WhatsApp_Image_2026-09-12_at_19.50.01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5010796/original/017006400_1731931573-20241117_084948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3518881/original/000279300_1627027346-karbon_un.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346407/original/065215400_1789134579-WhatsApp_Image_2026-09-11_at_8.17.12_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343729/original/089297500_1788876170-ChatGPT_Image_8_Sep_2026__20.55.32.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345099/original/099922200_1789018436-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_8.12.08_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344539/original/028876300_1788949127-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_15.29.33.jpeg)