Liputan6.com, Surabaya: Dermaga Ujung Surabaya, Jawa Timur, masih dipadati pemudik yang akan menyeberang ke Madura hingga Senin (24/12) sore. Arus calon penumpang dan kendaraan mengalir deras dari pagi hingga sore ini. Armada yang disediakan PT Angkutan, Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) yakni 15 kapal feri dan tiga kapal feri cadangan tak mampu mencairkan penumpukan orang dan kendaraan tersebut.
Untuk mengatasi masalah ini, ASDP menerapkan sistem sandar sambung. Caranya, kapal feri yang baru tiba langsung ditempelkan dengan kapal lain. Dengan begitu, para penumpang dan kendaraan bermotor bisa langsung diangkut ke kapal tersebut. Kepadatan juga terjadi di Dermaga Gapura Surya yang ditandai dengan kedatangan 2.000 penumpang Kapal Motor Mandiri Nusantara dari Balikpapan, Kalimantan Timur.
Sementara itu, aktivitas di Terminal Bus Purabaya Surabaya sudah menurun dibanding tadi pagi. Sebanyak 600 armada bus siap melayani penumpang. Namun, sejumlah penumpang tujuan Yogyakarta, Solo, dan Madura telantar selama dua jam lantaran bus mereka diduga terjebak macet di perjalanan. Khusus untuk pemudik asal Madura, diperkirakan masih akan tertahan Dermaga Ujung Surabaya yang sore ini mengalami lonjakan arus mudik.
Sementara itu, perjalanan di Jalur Pantai Utara (Pantura) berlangsung lancar dan normal pada H-1. Tak ada kepadatan di jalur lama yakni Jatibarang-Cirebon-Karangampel. Tadi pagi, memang sempat ada sedikit kemacetan di Karangampel karena Pasar Karangampel dipadati pembeli. Namun, sore ini, jalur lama relatif sepi hanya ada satu atau dua kendaraan yang melintas.
Hal yang sama juga terjadi di jalur baru yaitu kawasan Bidasari yang menghubungkan Jatibarang dengan Kota Cirebon melalui Tol Palimanan Kanci. Tidak ada deretan panjang kendaraan di mulut Tol Palimanan Kanci [baca: Jalur Pantura Lancar].
Keadaan serupa juga terjadi di Pelabuhan Merak, Banten. Para penumpang tidak mengantre lagi [baca: Pelabuhan Merak Mulai Sepi]. Manajer Operasi PT ASDP Merak Teja Suparma mengatakan tidak akan ada perubahan jadwal keberangkatan kapal. Artinya, tidak akan ada pembatalan atau perubahan waktu pemberangkatan.(TNA/Tim Liputan 6 SCTV)
Untuk mengatasi masalah ini, ASDP menerapkan sistem sandar sambung. Caranya, kapal feri yang baru tiba langsung ditempelkan dengan kapal lain. Dengan begitu, para penumpang dan kendaraan bermotor bisa langsung diangkut ke kapal tersebut. Kepadatan juga terjadi di Dermaga Gapura Surya yang ditandai dengan kedatangan 2.000 penumpang Kapal Motor Mandiri Nusantara dari Balikpapan, Kalimantan Timur.
Sementara itu, aktivitas di Terminal Bus Purabaya Surabaya sudah menurun dibanding tadi pagi. Sebanyak 600 armada bus siap melayani penumpang. Namun, sejumlah penumpang tujuan Yogyakarta, Solo, dan Madura telantar selama dua jam lantaran bus mereka diduga terjebak macet di perjalanan. Khusus untuk pemudik asal Madura, diperkirakan masih akan tertahan Dermaga Ujung Surabaya yang sore ini mengalami lonjakan arus mudik.
Sementara itu, perjalanan di Jalur Pantai Utara (Pantura) berlangsung lancar dan normal pada H-1. Tak ada kepadatan di jalur lama yakni Jatibarang-Cirebon-Karangampel. Tadi pagi, memang sempat ada sedikit kemacetan di Karangampel karena Pasar Karangampel dipadati pembeli. Namun, sore ini, jalur lama relatif sepi hanya ada satu atau dua kendaraan yang melintas.
Hal yang sama juga terjadi di jalur baru yaitu kawasan Bidasari yang menghubungkan Jatibarang dengan Kota Cirebon melalui Tol Palimanan Kanci. Tidak ada deretan panjang kendaraan di mulut Tol Palimanan Kanci [baca: Jalur Pantura Lancar].
Keadaan serupa juga terjadi di Pelabuhan Merak, Banten. Para penumpang tidak mengantre lagi [baca: Pelabuhan Merak Mulai Sepi]. Manajer Operasi PT ASDP Merak Teja Suparma mengatakan tidak akan ada perubahan jadwal keberangkatan kapal. Artinya, tidak akan ada pembatalan atau perubahan waktu pemberangkatan.(TNA/Tim Liputan 6 SCTV)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569782/original/065699500_1777454729-Tugas__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3490146/original/023335400_1624374674-Chatbot_WA_Cek_Fakta3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324489/original/034633400_1786708826-cek_fakta_balik_nama.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375486/original/079437900_1792149415-cek_fakta_-OJK_pinjol.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/404376/original/241103cMudikArus1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)