Liputan6.com, Jakarta: Kematian mendadak ibu, saudara, dan kedua putranya bak mimpi buruk. "Saya nggak tahu sampai kapan ini kelar," kata Jacqueline Watak-Williams, ibunda Tabitha, dalam wawancara telepon dari California, Amerika Serikat, dengan reporter SCTV Retno Pinasti di Jakarta, Kamis (13/11) malam.
Jacqueline tak yakin penyebab kebakaran di rumah ibunya, jaksa Evie A. Watak Kawet, SH, itu karena korsleting. "Kayaknya bukan arus pendek listrik," ujar perempuan yang sudah menjadi warga negara AS itu. Kecurigaan ini muncul berdasarkan keterangan Tabitha. Putri kecilnya bercerita bahwa pada saat kebakaran mereka terkurung di ruang tamu. "Kata Tabitha waktu kebakaran cari kunci nggak ketemu. Nah, kuncinya di mana?" kata dia, curiga. Karena itu, Jacqueline berharap polisi segera mengusut tuntas perkara ini.
Dia menambahkan, saat ini, Tabitha sepertinya sudah pasrah dan tabah. "Kayaknya Omanya sudah pamit," ujar Jacqueline yang mengaku menelepon putrinya di rumah sakit satu sampai tiga kali sehari. Saat ini, dia sedang berusaha untuk segera ke Indonesia. Namun, penerbangan ke Indonesia penuh.
Perempuan berdarah Manado itu juga berupaya agar putrinya bisa menjadi warga negara AS dan mendapat perawatan yang lebih baik di sana. Dalam surat elektronik kepada Redaksi Liputan 6, Jacqueline mengatakan sedang menunggu status yang akan diberikan Imigrasi AS agar Tabitha tidak kesulitan menetap di Negeri Paman Sam. Mereka juga sudah meminta bantuan para Senator dan anggota Kongres California. Sebenarnya, sebelum kebakaran, dia dan suaminya yang berasal dari Texas berencana tinggal di Bali. Namun, niat itu berubah menyadari warga AS agak rawan berada di Indonesia.
Hal yang ingin dilakukan di Indonesia adalah segera menjenguk Tabitha yang kini masih dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat Pertamina, Jakarta Selatan. [Baca: Tabitha Sudah Bisa Bicara]. Kemudian dia akan berziarah ke makam keluarganya. Keluarganya tewas terbakar di rumah ibunya di Jalan Adhiyaksa, Kompleks Kejaksaan, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, pekan silam [baca: Jaksa Beserta Dua Cucu Tewas Terbakar]. Kebakaran itu merenggut nyawa putranya Andhika dan Immanuel, tantenya Wis dan serta anaknya Merlin dan Linda.(TNA/Tim Liputan 6 SCTV)
Jacqueline tak yakin penyebab kebakaran di rumah ibunya, jaksa Evie A. Watak Kawet, SH, itu karena korsleting. "Kayaknya bukan arus pendek listrik," ujar perempuan yang sudah menjadi warga negara AS itu. Kecurigaan ini muncul berdasarkan keterangan Tabitha. Putri kecilnya bercerita bahwa pada saat kebakaran mereka terkurung di ruang tamu. "Kata Tabitha waktu kebakaran cari kunci nggak ketemu. Nah, kuncinya di mana?" kata dia, curiga. Karena itu, Jacqueline berharap polisi segera mengusut tuntas perkara ini.
Dia menambahkan, saat ini, Tabitha sepertinya sudah pasrah dan tabah. "Kayaknya Omanya sudah pamit," ujar Jacqueline yang mengaku menelepon putrinya di rumah sakit satu sampai tiga kali sehari. Saat ini, dia sedang berusaha untuk segera ke Indonesia. Namun, penerbangan ke Indonesia penuh.
Perempuan berdarah Manado itu juga berupaya agar putrinya bisa menjadi warga negara AS dan mendapat perawatan yang lebih baik di sana. Dalam surat elektronik kepada Redaksi Liputan 6, Jacqueline mengatakan sedang menunggu status yang akan diberikan Imigrasi AS agar Tabitha tidak kesulitan menetap di Negeri Paman Sam. Mereka juga sudah meminta bantuan para Senator dan anggota Kongres California. Sebenarnya, sebelum kebakaran, dia dan suaminya yang berasal dari Texas berencana tinggal di Bali. Namun, niat itu berubah menyadari warga AS agak rawan berada di Indonesia.
Hal yang ingin dilakukan di Indonesia adalah segera menjenguk Tabitha yang kini masih dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat Pertamina, Jakarta Selatan. [Baca: Tabitha Sudah Bisa Bicara]. Kemudian dia akan berziarah ke makam keluarganya. Keluarganya tewas terbakar di rumah ibunya di Jalan Adhiyaksa, Kompleks Kejaksaan, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, pekan silam [baca: Jaksa Beserta Dua Cucu Tewas Terbakar]. Kebakaran itu merenggut nyawa putranya Andhika dan Immanuel, tantenya Wis dan serta anaknya Merlin dan Linda.(TNA/Tim Liputan 6 SCTV)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296218/original/017054600_1784007463-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T123701.052.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5566966/original/026954400_1777262107-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-27T105347.703.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4012159/original/035865800_1651313935-20220430-_Gerbang_Tol_Cikampek-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672103/original/092674300_1782711428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T123620.816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/403833/original/131103dTabitha1.jpg)