Sukses

Beri Penghormatan Terakhir pada Ratu Elizabeth, Para Siswa di Inggris Nyanyikan Lagu Kebangsaan dengan Bahasa Isyarat

Liputan6.com, Jakarta Kabar kematian Ratu Elizabeth II memang membuat banyak orang bersedih, namun juga tak sedikit yang berterima kasih atas segala kerja keras dan pendekatannya kepada penyandang disabilitas.

Para murid sekolah di Inggris yang pernah dikunjungi oleh Ratu, kemarin menyanyikan lagu kebangsaan sebagai penghormatan kepadanya.

Dilansir dari BBC, murid-murid dari Royal School for the Deaf Derby memang pernah dikunjungi mendiang Ratu pada tahun 1997.

"Sungguh, (Kabar kematian Ratu) itu benar-benar mengejutkan. Ia selalu bekerja keras dan, Anda tahu, beliau juga mengunjungi sekolah-sekolah. Jadi itu menyedihkan. Tapi kenangan luar biasa tentangnya yang datang kemari dan saya yang benar-benar bertatap muka dengannya di kehidupan nyata, itu hal yang menakjubkan," ujar Cathie Birch, seorang guru matematika dengan menggunakan bahasa isyarat.

Sang Ratu menyaksikan siswa di sekolah menyanyikan lagu kebangsaan selama kunjungannya 25 tahun yang lalu.

"Jadi, pada tahun 1997 saya masih berumur 18 tahun saat itu. Saya ingat ia keluar dari mobilnya, dan ia tengah mengenakan pakaian serba kuning dengan topi yang bagus dan ia tampak sangat cantik. Ia sangat mungil dan saya cukup terkejut dengan betapa mungilnya beliau. Maksudku, saat saya pertama kali diberitahu bahwa ia meninggal saya merinding. Itu perassaan yang aneh, Anda tahu, fakta bahwa ia sungguh tiada. Maka banyak murid-murid disini menangkap lalu menerima dan memahami sisi emosi itu, yaitu sedih," ujar Marie Clampitt, seorang guru Bahasa Inggris menggunakan bahasa isyarat.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Pesan Belasungkawa dari Para Siswa

Para murid juga menulis pesan dan harapan dalam buku belasungkawa kepada sang mendiang ratu ELizabeth II dan raja berikutnya, King Charles III.

"Jadi, apa yang saya tulis, saya mengatakan: saya turut berduka dan bahwa Anda adalah wanita cemerlang maka Anda pantas untuk beristirahat dari semua kerja keras dan semua tugas-tugas Anda," ujar Bethany, salah satu murid disana dengan menggunakan bahasa isyarat.

"Untuk King Charles III, saya harap ia akan baik hati dan bekerja keras untuk semua orang dan berbaik hati kepada setiap orang, serta semoga mengunjungi sekolah ini juga," ujar Isola, salah satu murid di sana menggunakan bahasa isyarat.

3 dari 3 halaman

Masa Berkabung hingga 26 September 2022

Pada Senin (19/9), Ratu Elizabeth telah dimakamkan setelah melalui prosesi yang panjang.

Masyarakat Inggris pun telah mengantri untuk melihat Ratu berbaring di Westminster Hall. Kemudian, dalam sebuah prosesi yang lama tak dilakukan selama beberapa generasi, peti matinya - di Kereta Senjata Negara Angkatan Laut Kerajaan, ditarik oleh 142 pelaut - dibawa dalam prosesi khidmat ke Westminster Abbey.

Raja Charles III berjalan bersama saudara-saudaranya, Putri Anne dan Pangeran Andrew dan Edward. Pangeran Wales dan Duke of Sussex berjalan berdampingan di belakang ayah mereka di sepanjang rute yang dibatasi oleh perwakilan dari semua bagian militer.

Beberapa anggota keluarga termuda juga hadir di biara - cicit Ratu, Pangeran George dan Putri Charlotte, yang berusia sembilan dan tujuh tahun, duduk bersama orang tua mereka, Pangeran William dan Kate.

Meski Ratu Elizabeth II telah dimakamkan, masa berkabung akan tetap berjalan hingga satu minggu ke depan, hingga 26 September 2022, demikian dikutip dari laman BBC.

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS