Pelaku Kripto Waspada Ancaman Siber Berbasis File APK

Head of Product Marketing PINTU Iskandar Mohammad mengingatkan, pedagang kripto pengguna android tapi bahaya yang mengintai dari aplikasi APK.

Diterbitkan 03 Februari 2026, 19:34 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Platform investasi aset kripto PT Pintu Kemana Saja mewaspadai ancaman siber, khususnya risiko mengunduh dan install file Android Package Kit (APK) di luar penyedia resmi Google Play. 

Modus penipuan siber terus berkembang, data dari Kaspersky pada 2025 menunjukkan ancaman pada pengguna Android pada kuartal III 2025 mengalami kenaikan hingga 38 persen dibandingkan triwulan sebelumnya. 

Head of Product Marketing Pintu Iskandar Mohammad mengungkapkan, peningkatan ancaman ini salah satunya disebabkan oleh praktik pemasangan file APK yang menggunakan sideloading atau aplikasi pihak ketiga dan tidak mengunduh di platform resmi Google Play. 

"Modus kejahatan siber berbasis file APK ini punya dampak negatif yang serius, seperti akses ilegal kepada data pribadi. Karena di dalam APK ini disematkan malware yang telah dirancang beroperasi secara tidak sah untuk mencuri data-data penting pengguna hingga aset dalam aplikasi layanan keuangan yang dimiliki," jelasnya, Selada (3/2/2026).

Iskandar lantas mengingatkan para pedagang kripto pengguna android, tentang bahaya yang mengintai dari pemasangan aplikasi APK tidak resmi yang banyak beredar di internet.

"Langkah pencegahan lainnya yang bisa dilakukan adalah pengguna Android dapat mengaktifkan fitur bawaan Play Protect untuk memindai dan mendeteksi aplikasi berbahaya," imbuh dia.

Ladang Baru Kejahatan Kripto

Meningkatnya jumlah jutawan Bitcoin di seluruh dunia ternyata membawa konsekuensi serius di balik euforia aset digital. Di tengah lonjakan nilai kripto dan bertambahnya investor bermodal besar, kebocoran data pribadi kini menjadi pintu masuk baru bagi kejahatan kripto.

Para pelaku memanfaatkan basis data hasil peretasan untuk mengidentifikasi individu kaya, lalu menjadikan mereka sasaran empuk penipuan dan pencurian aset digital.

 

Masalah Sistemik

Dilansir dari BBC, pendiri perusahaan kripto Haven Matthew Jones menyebut hilangnya data pribadi telah menjadi masalah sistemik di era kripto. Menurut dia, semakin banyak jutawan Bitcoin, semakin besar pula nilai ekonomi dari data hasil peretasan.

"Ada basis data curian yang terus memperkaya daftar target," ujar dia.

Data tersebut kerap diperdagangkan secara ilegal dan dikombinasikan dengan sumber lain untuk memetakan individu beraset besar.

Bahan bakar Utama Penipuan Kripto 

Fenomena ini menunjukkan bagaimana kejahatan kripto tidak lagi bergantung pada peretasan teknologi tingkat tinggi semata. Justru, data konsumen dari sektor non-keuangan kini menjadi bahan bakar utama bagi penipuan kripto.

 

Investor Kripto Hadapi Risiko Berlapis

Informasi sederhana seperti kebiasaan belanja, alamat email, dan nomor telepon dapat berubah menjadi senjata yang mematikan bagi keamanan investor.

Di tengah minimnya perlindungan dan sulitnya pelacakan pelaku, investor kripto dihadapkan pada risiko berlapis, bukan hanya volatilitas harga, tetapi juga ancaman kriminal yang semakin terorganisir.

Salah satu contoh nyata adalah pelanggaran data di Kering, perusahaan induk merek-merek mewah seperti Gucci dan Balenciaga. Menurut seorang peretas, basis data hasil kebocoran tersebut tidak hanya berisi jutaan nama dan detail kontak pelanggan, tetapi juga menunjukkan berapa banyak uang yang dihabiskan seseorang di toko-toko mewah.

Â