Inggris Sita 61.000 Bitcoin dalam Kasus Pencucian Uang Terbesar, Pelaku Divonis

Inggris menyita lebih dari 61.000 BTC dari kasus pencucian uang terbesar yang melibatkan Qian Zhimin.

Diterbitkan 29 November 2025, 18:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Inggris menjatuhkan vonis terhadap Qian Zhimin, pelaku utama dalam kasus pencucian uang berbasis Bitcoin yang disebut sebagai salah satu yang terbesar di negara tersebut. Kasus ini melibatkan hampir 195.000 Bitcoin (BTC), dengan lebih dari 61.000 BTC berhasil disita otoritas.

Dikutip dari CoinMarketCap, Sabtu (28/11/2025), namun sebagian besar aset masih belum ditemukan, memunculkan kekhawatiran mengenai skala kejahatan kripto dan tantangan besar bagi penegak hukum.

Insiden ini menunjukkan betapa masifnya aktivitas kriminal menggunakan aset digital, sekaligus dampaknya terhadap pasar. Meski penyitaan dalam jumlah besar dapat mengurangi likuiditas Bitcoin, pasar tetap stabil dan tidak menunjukkan gejolak besar.

Berdasarkan data CoinMarketCap, harga Bitcoin berada di level USD 90.904,55 dengan dominasi pasar 58,51%. Selama 24 jam terakhir, volume perdagangannya turun 32,46%, sementara dalam 90 hari terakhir Bitcoin tercatat melemah 16,22%.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

Perketat Aturan

Laporan Coincu menyebutkan, keberadaan ribuan BTC yang belum ditemukan dapat memengaruhi kebijakan regulasi di masa depan. Pengawasan ketat dari otoritas, seperti yang terlihat pada kasus pencucian uang skala besar lainnya, berpotensi memicu aturan yang lebih ketat terkait perdagangan dan pelacakan aset digital.

Langkah ini dinilai dapat meningkatkan transparansi serta keamanan dalam ekosistem kripto.

Jaksa juga menyerukan peningkatan kerja sama internasional untuk menangani kejahatan kripto lintas negara yang semakin kompleks.

Data Pasar dan Fakta Tambahan

Kasus Qian Zhimin disebut-sebut mirip dengan penyitaan besar dalam kasus Silk Road, menunjukkan bahwa tantangan penegakan hukum terhadap kejahatan kripto terus berulang.

Menurut data CoinMarketCap, Bitcoin diperdagangkan di USD 90.904,55 dengan dominasi 58,51% dan penurunan volume 32,46% dalam 24 jam terakhir. Kondisi ini mempertegas upaya regulator di berbagai negara untuk menciptakan ekosistem kripto yang lebih aman dan transparan.