Sukses

Harga Kripto Hari Ini Rabu 29 Juni 2022: Bitcoin Cs Masih Loyo

Liputan6.com, Jakarta - Menjelang akhir Juni 2022, harga Bitcoin dan kripto jajaran teratas terpantau alami pergerakan harga yang kompak pada Rabu (29/6/2022) pagi. Mayoritas kripto jajaran teratas harus kembali melemah setelah sempat menguat beberapa hari lalu.

Berdasarkan data dari Coinmarketcap, Rabu (29/6/2022) pagi, kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) melemah 2,44 persen persen dalam 24 jam dan 2,04 persen dalam sepekan.

Saat ini, harga bitcoin berada di level USD 20.383 per koin atau setara Rp 302,7 juta (asumsi kurs Rp 14.852 per dolar AS). 

Ethereum (ETH) juga harus kembali ambles pagi ini. Selama 24 jam terakhir, ETH turun 3,85 persen, tetapi masih menguat 3,39 persen dalam sepekan. Dengan begitu, saat ini ETH berada di level USD 1.163 per koin. 

Kripto selanjutnya, Binance coin (BNB) juga kembali ke zona merah. Dalam 24 jam terakhir BNB melemah 1,69 persen. Namun BNB masih menguat 5,08 persen sepekan. Hal itu membuat BNB dibanderol dengan harga USD 231,51 per koin. 

Kemudian Cardano (ADA) pagi ini juga harus kembali terkoreksi. Dalam satu hari terakhir ADA terkoreksi 2,84 persen dan 0,05 persen sepekan. Dengan begitu, ADA berada pada level USD 0,4773 per koin.

Adapun Solana (SOL) juga harus kembali ke zona merah. Sepanjang satu hari terakhir SOL melemah 7,43 persen dan 0,17 persen sepekan. Saat ini, harga SOL berada di level USD 36,02 per koin.

XRP juga turut kebakaran pagi ini. XRP turun 3,86 persen dalam 24 jam terakhir, tetapi masih menguat 4,64 persen dalam sepekan. Dengan begitu, XRP kini dibanderol seharga USD 0,3428 per koin. 

Stablecoin Tether (USDT) dan USD coin (USDC), pada hari ini sama-sama menguat 0,02 persen. Dengan begitu membuat USDT berada di level USD 0,9989 dan USDC dihargai USD 1,00.

Sedangkan Binance USD (BUSD) menguat 0,04 persen dalam 24 jam terakhir, membuat harganya masih bertahan di level USD 1,00.

Adapun untuk keseluruhan kapitalisasi pasar kripto melemah tipis pada hari ini yaitu di level USD 917,1 miliar dari hari sebelumnya di level USD 917,8 miliar.

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 5 halaman

Pasar Kripto Kembali Loyo, Investor Masih Menerka Pergerakan Harga

Sebelumnya, Bitcoin kembali melemah pada Selasa (28/6/2022) tetapi tetap bertahan nyaman di kisaran USD 20.000 atau sekitar Rp 296,3 juta. Tempat yang disinggahi sebelumnya.

Cryptocurrency terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar itu baru-baru ini diperdagangkan sekitar USD 20.800, turun lebih dari 1 persen dalam 24 jam terakhir. 

Ethereum, kripto terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar, berpindah tangan pada sekitar USD 1.200, turun kurang dari 1 persen tetapi hampir pada level yang sama yang telah dipegangnya selama seminggu terakhir, karena investor melanjutkan pendekatan hati-hati mereka terhadap aset berisiko. 

Analis dari perusahaan kripto 21Shares, Hany Rashwan mengatakan investor masih menerka-nerka pergerakan pasar kripto ke depannya. 

“Orang-orang masih menggunakan beberapa bulan ke depan untuk menentukan ke mana arahnya, ke mana ini akan mencapai titik terendah, tidak hanya di kripto. Korelasi beberapa bulan terakhir dengan pasar ekuitas yang rebound minggu lalu. setelah berbulan-bulan mengalami penurunan yang hampir nonstop,” kata Rashwan dikutip dari CoinDesk, Selasa, 28 Juni 2022.

 

 

3 dari 5 halaman

Catatan Analis

Terlepas dari bencana baru-baru ini di ruang kripto, termasuk kasus stablecoin Terra USD (UST) dan masalah likuiditas Three Arrows Capital, beberapa analis membuat catatan optimis, terutama tentang proyek DeFi yang telah melewati badai baru-baru ini. 

Dalam rekap pasar, Chief Investment Officer, Arca Research Jeff Dorman menyoroti lonjakan 20 persen hingga 30 persen dalam beberapa kasus minggu lalu untuk aset digital, "dipimpin oleh sektor yang paling terpukul, DeFi dan NFT Gaming”.

"Pembantaian dalam enam minggu terakhir pada kripto sangat nyata, tetapi setiap perusahaan yang saat ini menghadapi masalah solvabilitas atau kelangsungan usaha adalah perusahaan terpusat dengan CEO, dewan direksi, dan pembuat keputusan manusia. Baris kode dari DeFi atau kontrak pintar mampu membuat keputusan mahal yang dibuat oleh perusahaan-perusahaan ini," ujar Dorman. 

Indeks saham AS juga turun sedikit masih berkorelasi dengan kripto. Nasdaq dan S&P 500 yang sarat teknologi, keduanya turun kurang dari satu persen.

4 dari 5 halaman

Analis Ini Peringatkan Harga Bitcoin Bisa Turun hingga Rp 192,8 Juta

Sebelumnya, pendiri dan kepala investasi Absolute Strategy Research, Ian Harnett memperingatkan cryptocurrency terbesar di dunia, harga Bitcoin kemungkinan akan turun hingga USD 13.000 atau sekitar Rp 192,8 juta, turun hampir 40 persen dari level saat ini.

“Ini benar-benar permainan likuiditas. Apa yang kami temukan bukanlah mata uang, atau komoditas, dan tentu saja bukan penyimpan nilai,” kata Harnett dikutip dari CNBC, Jumat, 24 Juni 2022.

Harnett menjelaskan pandangan bearishnya pada Bitcoin berdasarkan data reli kripto di masa lalu yang menunjukkan bitcoin cenderung turun sekitar 80 persen dari tertinggi sepanjang masa.

Pada 2018, misalnya, Bitcoin anjlok mendekati USD 3.000 setelah mencapai puncaknya hampir USD 20.000 pada akhir 2017.

“Penurunan seperti itu pada 2022 akan membawa Anda kembali ke sekitar USD 3.000. Area dukungan utama untuk token. Bitcoin naik ke rekor tertinggi hampir USD 69.000 pada puncak hiruk-pikuk kripto 2021,” ujar Harnett.

“Di dunia di mana likuiditas berlimpah, bitcoin di dunia ini bekerja dengan baik. Ketika likuiditas itu diambil, itulah yang dilakukan bank sentral saat ini maka Anda melihat pasar tersebut berada di bawah tekanan ekstrem,” lanjut Harnett.

5 dari 5 halaman

Di Ujung Tanduk

Industri kripto saat ini berada di ujung tanduk karena investor masih bergulat dengan dampak suku bunga yang lebih tinggi pada aset yang berkembang di era kebijakan moneter yang sangat longgar.

Pekan lalu, Federal Reserve menaikkan suku bunga acuan pinjaman sebesar 75 basis poin, kenaikan tunggal terbesar sejak 1994. Keputusan dari Fed ditindaklanjuti dengan langkah serupa dari Bank of England dan Swiss National Bank.

Itu berdampak pada aset digital. Nilai gabungan dari semua cryptocurrency anjlok lebih dari USD 350 miliar dalam dua minggu terakhir. Bitcoin diperdagangkan pada harga USD 20.010. Kripto nomor satu itu telah kehilangan lebih dari setengah nilainya dari tahun ke tahun.

Pasar kripto sudah goyah sebelum kenaikan suku bunga Fed minggu lalu, dengan para pedagang diguncang oleh runtuhnya USD 60 miliar dari stablecoin terra USD yang populer dan saudaranya token luna.