Liputan6.com, Jakarta - Dalam perspektif Islam, waktu Subuh bukan sekadar penanda dimulainya hari. Suasana yang relatif tenang, kesempatan beribadah, dan waktu untuk menata pikiran sebelum beraktivitas menjadikan pagi sebagai momen yang berharga untuk menjaga kesehatan mental.
Dalam QS Al-Isra ayat 78, salat Subuh disebut sebagai ibadah yang disaksikan para malaikat. Rasulullah SAW juga mendoakan keberkahan bagi umatnya pada waktu pagi. Dalam hadis riwayat Abu Dawud, beliau bersabda, Allahumma barik li ummati fi bukuriha, yang berarti, “Ya Allah, berkahilah umatku pada waktu paginya.”
Alwi Shobri dan Siti Maisyaroh dalam Studi Komparatif Living Hadis: Larangan Tidur setelah Subuh dalam Konteks Tradisi Desa Daleman Bangkalan dan Desa Pacarkeling Pasuruan mengungkap bagaimana nasihat untuk tidak tidur setelah Subuh diwariskan melalui keluarga, tokoh agama, dan tradisi masyarakat.
Advertisement
Bagi warga, pagi dipandang sebagai waktu untuk memulai pekerjaan, mencari nafkah, dan menjemput keberkahan. Kebiasaan tersebut memperlihatkan bagaimana ajaran agama diterjemahkan menjadi praktik sehari-hari.
Saskia Salsabila dalam studi Kontekstualisasi Hadis Keberkahan Waktu Pagi dalam Kesehatan Fisik dan Mental menjelaskan, rutinitas pagi juga memiliki sejumlah manfaat yang dapat dijelaskan melalui ilmu pengetahuan. Meski demikian, manfaat tersebut tidak berarti bahwa bangun Subuh otomatis menghilangkan stres. Pesan yang lebih kuat adalah memanfaatkan waktu pagi untuk kegiatan yang bermanfaat.
Berikut ini adalah beragam alasan kenapa waktu subuh penuh yang penuh keberkahan dapat meredakan stres, dalam perspektif sains dan sunnah.
Mengapa Suasana Waktu Subuh Efektif Membantu Meredakan Stres?
1. Lingkungan yang Tenang Memberi Ruang bagi Pikiran untuk Beristirahat
Salah satu ciri waktu Subuh adalah aktivitas lingkungan yang umumnya belum seramai siang hari. Lalu lintas masih relatif lengang, pekerjaan belum menumpuk, dan gangguan dari pesan maupun notifikasi digital bisa dibatasi.
Suasana ini memberi kesempatan untuk memulai hari dengan lebih tenang sebelum menghadapi berbagai tuntutan. Seseorang dapat menggunakan beberapa menit pertama setelah bangun untuk beribadah, mengatur napas, atau memikirkan prioritas tanpa terburu-buru.
Dalam Islam, ketenangan batin juga berkaitan dengan zikir. QS Ar-Ra’d ayat 28 menyebutkan bahwa dengan mengingat Allah, hati menjadi tenteram. Ayat tersebut memberikan landasan spiritual bagi kebiasaan memulai hari dengan mengingat Allah, meskipun pengalaman setiap orang dalam menghadapi stres tentu berbeda.
2. Salat dan Zikir Membantu Menata Perhatian
Salat Subuh memberikan struktur yang jelas pada awal hari. Seseorang bangun, berwudu, menunaikan salat, berdoa, lalu melanjutkan aktivitas. Rutinitas ini dapat membantu mengurangi kebiasaan langsung memeriksa ponsel atau memikirkan pekerjaan begitu membuka mata.
Muhammad Farhan Athallah dalam kajiannya di Maliki Interdisciplinary Journal membahas peran ibadah dan doa dalam mendukung ketenangan pikiran serta kesehatan jiwa. Dalam perspektif psikologi, praktik yang melibatkan perhatian terarah dan relaksasi juga telah diteliti sebagai bagian dari pendekatan pengelolaan stres.
Meski salat dan zikir tidak dapat disamakan begitu saja dengan terapi psikologis klinis, keduanya dapat menjadi bagian bermakna dari rutinitas spiritual seseorang.
3. Cahaya Pagi Membantu Mengatur Jam Biologis
Tubuh manusia memiliki ritme sirkadian, yakni sistem biologis yang mengatur berbagai fungsi tubuh dalam siklus sekitar 24 jam, termasuk tidur dan bangun. Cahaya merupakan salah satu sinyal utama yang membantu sistem tersebut menyesuaikan diri dengan pergantian siang dan malam.
Mendapatkan cahaya alami setelah bangun, misalnya dengan berjalan kaki di luar rumah setelah Subuh, dapat membantu memperkuat sinyal waktu bagi tubuh. Rutinitas ini akan lebih bermanfaat jika disertai jadwal tidur yang konsisten dan durasi tidur yang cukup.
Saskia Salsabila dalam Kontekstualisasi Hadis Keberkahan Waktu Pagi dalam Kesehatan Fisik dan Mental membahas hubungan aktivitas pagi dengan kesehatan. Adapun klaim bahwa cahaya pagi secara langsung meningkatkan serotonin pada setiap orang perlu dipahami secara hati-hati karena respons biologis dipengaruhi berbagai faktor.
4. Aktivitas Fisik Membantu Mengurangi Ketegangan
Berjalan kaki menuju masjid, melakukan peregangan, atau berolahraga ringan setelah Subuh dapat menjadi cara sederhana untuk mengawali hari dengan gerakan.
Aktivitas fisik secara umum berkaitan dengan kesehatan kardiovaskular, kualitas tidur, dan kesejahteraan psikologis. Gerakan tubuh juga membantu mengurangi waktu yang dihabiskan dalam keadaan pasif setelah bangun tidur.
Dalam materi Amalan Pagi Hari, Prof. Dr. dr. Rifki Muslim membahas olahraga dan kebiasaan sehat sebagai bagian dari aktivitas pagi. Namun, manfaat seperti penurunan risiko penyakit jantung atau stroke tidak dapat dipastikan hanya dari berjalan ke masjid sesekali. Hasilnya bergantung pada konsistensi, intensitas aktivitas, dan kondisi kesehatan masing-masing.
5. Ibadah memberi rasa aman dan makna hidup
Bagi umat Islam, salat Subuh bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk penghambaan dan hubungan dengan Allah. Keyakinan tersebut dapat memberi harapan, membantu seseorang memaknai kesulitan, dan menjadi sumber dukungan ketika menghadapi tekanan.
QS Al-Isra ayat 78 menyebut salat fajar sebagai ibadah yang disaksikan. Sementara itu, hadis riwayat Muslim menjelaskan keutamaan salat Subuh dan perlindungan Allah bagi orang yang menunaikannya.
Dalam Ihya’ Ulumuddin, Imam Al-Ghazali membahas pentingnya penyucian jiwa, zikir, dan amal saleh dalam perjalanan spiritual seorang Muslim. Perspektif ini menunjukkan bahwa ketenangan tidak hanya dipahami sebagai perasaan nyaman, tetapi juga sebagai upaya membangun hubungan yang lebih baik dengan Allah dan sesama.
6. Rutinitas Pagi Membantu Mengurangi Rasa Kewalahan
Hari yang dimulai dengan tergesa-gesa dapat membuat seseorang merasa harus menyelesaikan banyak hal sekaligus. Sebaliknya, rutinitas pagi yang teratur memberi kesempatan untuk menentukan prioritas sebelum pekerjaan dimulai.
Setelah salat dan zikir, seseorang dapat menuliskan dua atau tiga tugas utama, menyiapkan kebutuhan keluarga, atau memulai pekerjaan yang memerlukan konsentrasi.
Tradisi masyarakat Daleman dan Pacarkeling yang mendorong warga tidak tidur setelah Subuh dapat dibaca dalam konteks pemanfaatan waktu. Penelitian Alwi Shobri dan Siti Maisyaroh menunjukkan bahwa kebiasaan tersebut hidup sebagai tradisi keagamaan yang diwariskan dalam masyarakat.
Namun, tidur setelah Subuh tidak otomatis menunjukkan kemalasan. Orang yang bekerja malam, mengalami kurang tidur, atau memiliki kebutuhan kesehatan tertentu mungkin perlu beristirahat pada pagi hari.
7. Hubungan Sosial Memperkuat Kesejahteraan Mental
Waktu Subuh juga dapat menjadi kesempatan untuk membangun hubungan sosial. Salat berjamaah, menyapa tetangga, berbincang dengan keluarga, atau membantu menyiapkan kebutuhan rumah tangga merupakan aktivitas sederhana yang memperkuat rasa keterhubungan.
Hubungan sosial yang sehat merupakan salah satu unsur penting kesejahteraan mental. Dalam Islam, silaturahmi, sedekah, dan berbuat baik kepada sesama juga memiliki kedudukan penting sebagai bagian dari amal saleh.
Dengan demikian, suasana pagi tidak hanya bermanfaat karena lebih tenang, tetapi juga karena dapat digunakan untuk membangun hubungan yang positif sebelum kesibukan harian meningkat.
Contoh Amalan atau Aktivitas Pagi yang Bermanfaat bagi Mental
1. Salat Malam dan Berdoa
Bagi yang mampu, salat tahajud dapat dilakukan sebelum Subuh. QS Al-Isra ayat 79 menjelaskan keutamaan salat malam. Setelahnya, seseorang dapat berdoa dan menyampaikan harapan maupun kesulitan yang sedang dihadapi kepada Allah.
Ibadah ini dapat menjadi ruang refleksi spiritual, meskipun pelaksanaannya tetap perlu mempertimbangkan kecukupan tidur.
2. Salat Subuh dan Zikir Pagi
Menunaikan salat Subuh tepat waktu, kemudian membaca zikir pagi, dapat menjadi fondasi rutinitas harian.
Bacaan zikir dan doa perlindungan dapat merujuk pada Hisnul Muslim karya Sa’id bin Ali bin Wahf al-Qahthani. Amalan ini tidak harus dilakukan secara tergesa-gesa. Konsistensi dan pemahaman terhadap maknanya lebih penting daripada sekadar mengejar jumlah bacaan.
3. Membaca dan Mentadaburi Al-Qur’an
Membaca beberapa ayat setelah Subuh dapat menjadi kesempatan untuk memperlambat ritme pikiran dan merenungkan pesan agama.
QS Yunus ayat 57 menjelaskan Al-Qur’an sebagai pelajaran, penyembuh bagi penyakit yang ada di dalam dada, serta petunjuk dan rahmat bagi orang beriman. Dalam konteks spiritual, membaca Al-Qur’an dapat menjadi sumber penguatan dan pengingat ketika menghadapi persoalan.
4. Berjalan Kaki atau Berolahraga Ringan
Berjalan kaki selama 15–30 menit, melakukan peregangan, atau bersepeda santai dapat menjadi pilihan aktivitas setelah Subuh.
Olahraga tidak harus dilakukan dengan intensitas tinggi. Pilih kegiatan yang sesuai dengan kemampuan dan kondisi tubuh, serta tingkatkan durasinya secara bertahap.
5. Mendapatkan Cahaya Alami Pagi
Setelah beribadah, seseorang dapat berjalan di luar rumah atau duduk di area terbuka untuk mendapatkan cahaya alami. Kebiasaan ini dapat membantu pengaturan ritme tidur-bangun.
Paparan cahaya sebaiknya dilakukan secara wajar. Berjemur bukan berarti harus terpapar sinar matahari terik atau mengabaikan perlindungan kulit.
6. Sarapan Bergizi
Sarapan dapat membantu memenuhi kebutuhan energi sebelum menjalani aktivitas. Buah, kurma, telur, sumber protein lainnya, serta makanan bergizi seimbang dapat menjadi pilihan sesuai kebutuhan individu.
Kurma memiliki tempat penting dalam tradisi Islam. Namun, tidak ada dasar yang cukup untuk menyatakan bahwa makan kurma pada pagi hari secara khusus dapat mengobati stres. Manfaat kesehatan tetap bergantung pada pola makan secara keseluruhan.
7. Menyusun Prioritas Harian
Luangkan beberapa menit untuk menentukan pekerjaan yang paling penting. Tuliskan dua atau tiga prioritas agar aktivitas lebih terarah dan tidak terasa menumpuk.
Kebiasaan ini merupakan strategi pengelolaan waktu modern, bukan ibadah khusus yang ditetapkan dalam sunnah. Meski demikian, penerapannya sejalan dengan semangat memanfaatkan waktu secara bertanggung jawab.
8. Menyapa Keluarga dan Membantu Orang Lain
Membantu menyiapkan sarapan, menyapa tetangga, atau menyisihkan sebagian rezeki untuk sedekah dapat membuat pagi terasa lebih bermakna.
Islam menempatkan kebaikan kepada sesama sebagai bagian penting dari kehidupan beragama. Hubungan sosial yang sehat juga dapat mendukung kesejahteraan mental dan mengurangi perasaan terisolasi.
Pertanyaan Seputar Kebiasaan Setelah Subuh
1. Apakah tidur setelah Subuh benar-benar membuat rezeki sulit?
Tidak ada dalil sahih yang memastikan bahwa tidur setelah Subuh menyebabkan seseorang kehilangan rezeki. Nasihat untuk memanfaatkan waktu pagi lebih tepat dipahami sebagai anjuran menjalani aktivitas yang bermanfaat.
2. Mengapa waktu Subuh baik untuk kesehatan mental?
Suasana yang relatif tenang memberi kesempatan untuk beribadah, mengatur perhatian, dan memulai aktivitas secara teratur. Cahaya alami dan olahraga pagi juga dapat mendukung ritme biologis serta kesejahteraan psikologis.
3. Apa amalan sederhana yang bisa dilakukan setelah Subuh?
Salat, zikir pagi, membaca Al-Qur’an, berjalan kaki, mendapatkan cahaya alami, sarapan bergizi, dan menyusun prioritas harian merupakan pilihan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.
4. Apakah salat Subuh berjamaah wajib dilakukan di masjid?
Hukum salat berjamaah bagi laki-laki menjadi pembahasan fikih yang memiliki perbedaan pendapat di kalangan ulama. Bagi orang yang memiliki uzur, pelaksanaan salat disesuaikan dengan kondisinya. Keutamaan salat Subuh tidak berarti setiap orang harus mengabaikan kebutuhan kesehatan atau keselamatan.
5. Bagaimana jika harus tidur pagi karena bekerja pada malam hari?
Kebutuhan tidur tetap penting. Pekerja sif malam perlu mengatur jadwal istirahat yang cukup dan menjaga pelaksanaan salat sesuai kemampuan serta ketentuan syariat. Anjuran memanfaatkan pagi tidak semestinya diterapkan dengan mengorbankan kesehatan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4160798/original/079359000_1663319947-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381099/original/021116000_1792753524-cek_fakta_suahasil_-_dana_hibah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2214828/original/012272500_1526406975-pemadan_karhutla_sinar_mas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376579/original/071076900_1792381433-Cek_Fakta__Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4249210/original/065233000_1670150769-portrait-beautiful-asian-woman-stretching-her-body-her-arms-after-she-wake-up-feel-sleepy-her-bedroom-home.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381823/original/017796800_1792899308-IMG-20261025-WA0029.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381817/original/037673100_1792898063-500960.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381793/original/030890000_1792894535-6adb0e2f216a1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4199341/original/055639700_1666344669-bacaan-doa-untuk-orang-meninggal-latin-dan-artinya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381766/original/082398700_1792890509-1001788659.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381762/original/037970900_1792888596-1001786541.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4206904/original/051627000_1666947484-doa-keselamatan-dunia-akhirat-arab-dan-latin-amalkan-setiap-hari.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4506775/original/014495500_1689690928-annie-spratt-Pp2XOLkS5Jg-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5460685/original/076880100_1767264471-close-up-man-preparing-steal-motorcycle.jpg)