Liputan6.com, Jakarta - Banyak orang menganggap kekayaan identik dengan kemewahan, barang bermerek, mobil mahal dan liburan eksklusif. Faktanya, kebiasaan frugal orang kaya justru menarik perhatian melalui cara mereka mengatur pengeluaran, memilih prioritas dan memanfaatkan penghasilan secara bijak. Gaya hidup hemat bukan sekadar upaya menekan biaya, melainkan strategi untuk menjaga kestabilan finansial dalam jangka panjang.
Menariknya, kebiasaan frugal orang kaya tidak selalu terlihat dari penampilan sehari-hari. Sebagian orang berpenghasilan tinggi tetap memilih kendaraan sederhana, memasak di rumah, membandingkan harga sebelum berbelanja, juga menghindari pembelian impulsif. Bagi mereka, kemampuan mengendalikan uang jauh lebih penting daripada penilaian orang lain terhadap gaya hidup pribadi.
Di tengah meningkatnya kebutuhan hidup dan kemudahan berbelanja secara digital, kebiasaan frugal orang kaya bisa menjadi inspirasi bagi siapa pun. Mulai dari mengurangi pengeluaran tidak penting hingga menyisihkan pendapatan untuk investasi, setiap keputusan finansial memiliki pengaruh terhadap kondisi ekonomi pribadi. Langkah sederhana tersebut membantu seseorang membangun kebiasaan keuangan secara lebih terarah.
Advertisement
Lantas, apa saja kebiasaan frugal orang kaya dalam kehidupan sehari-hari? Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Rabu (21/10/2026).
1. Tidak Mudah Tergoda Membeli Barang Baru
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6300358/original/031550600_1779174859-Bedakan_Kebutuhan__Needs__vs_Keinginan__Wants_.jpg)
Salah satu kebiasaan frugal orang kaya adalah tidak terburu-buru membeli barang hanya karena muncul produk terbaru. Mereka mempertimbangkan kondisi barang lama, manfaat produk baru, dan urgensi pembelian sebelum mengambil keputusan.
Contohnya, seseorang tidak harus mengganti ponsel setiap kali produsen meluncurkan model terbaru. Selama perangkat lama masih berfungsi secara optimal, uang tersebut dapat dialihkan untuk kebutuhan lain.
Membiasakan diri menunda pembelian juga membantu mengurangi pengeluaran impulsif. Sebelum bertransaksi, tanyakan apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan atau hanya menarik perhatian sesaat.
2. Memilih Barang Berdasarkan Nilai Manfaat
Harga murah tidak selalu berarti lebih hemat. Barang berkualitas rendah dapat menimbulkan biaya tambahan apabila mudah rusak atau membutuhkan perbaikan berulang.
Orang yang cermat mengelola uang akan mempertimbangkan nilai manfaat suatu produk, termasuk kualitas bahan, masa penggunaan, biaya perawatan, dan garansi.
Sebagai contoh, membeli peralatan rumah tangga hemat energi mungkin membutuhkan modal awal lebih besar. Namun, konsumsi listrik lebih rendah dapat membantu mengurangi biaya operasional selama masa pemakaian.
Prinsip ini mengajarkan bahwa keputusan belanja sebaiknya tidak hanya berfokus pada harga awal, tetapi juga total biaya dalam jangka panjang.
Advertisement
3. Membuat Anggaran Bulanan secara Teratur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6300353/original/018478400_1779174857-frugal_living_untuk_Gen_Z.jpg)
Pengelolaan keuangan yang baik dimulai dari pemahaman terhadap arus kas pribadi. Mengetahui jumlah pendapatan dan pengeluaran membantu seseorang menentukan berapa banyak uang untuk kebutuhan rutin, tabungan, dan investasi.
Anggaran bulanan tidak harus rumit. Pembagian sederhana dapat mencakup kebutuhan pokok, tagihan, dana darurat, tujuan keuangan, dan hiburan.
Sebagai contoh, seseorang berpenghasilan Rp6 juta per bulan dapat membuat batas pengeluaran untuk setiap kategori sesuai kondisi rumah tangga. Nominalnya perlu disesuaikan dengan biaya hidup, tanggungan keluarga, dan kewajiban finansial.
Dengan evaluasi rutin, pengeluaran berlebihan lebih mudah dikenali dan diperbaiki sebelum menimbulkan masalah keuangan.
4. Menghindari Gaya Hidup demi Gengsi
Tekanan sosial sering mendorong seseorang membeli barang mahal demi mendapatkan pengakuan. Mulai dari pakaian bermerek hingga kendaraan di luar kemampuan, keputusan tersebut dapat membebani keuangan apabila hanya didorong keinginan untuk terlihat sukses.
Kebiasaan frugal orang kaya mengajarkan pentingnya membangun standar hidup berdasarkan kemampuan pribadi, bukan berdasarkan penilaian orang lain.
Bukan berarti barang mewah harus dihindari sepenuhnya. Seseorang tetap boleh membeli produk premium selama pengeluaran tersebut telah direncanakan dan tidak mengganggu kebutuhan utama.
Fokus utamanya adalah menikmati hasil kerja keras tanpa terjebak dalam persaingan gaya hidup.
5. Memanfaatkan Barang hingga Masa Pakainya Optimal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322274/original/015039100_1786523969-Screenshot_2026-08-12_153705.jpg)
Mengganti barang sebelum waktunya dapat meningkatkan pengeluaran tanpa memberikan manfaat berarti. Karena itu, menggunakan barang selama masih aman dan berfungsi baik menjadi salah satu kebiasaan hemat yang mudah diterapkan.
Contohnya meliputi merawat kendaraan secara berkala, menggunakan pakaian yang masih layak, memperbaiki peralatan rumah tangga, dan memanfaatkan wadah penyimpanan berulang kali.
Kebiasaan tersebut membantu mengurangi pembelian yang tidak mendesak sekaligus menekan jumlah barang terbuang.
Meski begitu, penghematan tidak boleh mengorbankan keselamatan. Barang rusak yang berisiko membahayakan pengguna sebaiknya segera diperbaiki atau diganti.
6. Membandingkan Harga Sebelum Berbelanja
Membandingkan harga merupakan langkah sederhana untuk menghindari pengeluaran berlebihan. Sebelum membeli barang, periksa beberapa penjual, kualitas produk, biaya pengiriman, garansi, dan reputasi toko.
Diskon juga perlu dinilai secara cermat. Potongan harga tidak selalu berarti penghematan apabila barang tersebut sebenarnya tidak dibutuhkan. Misalnya, membeli tiga produk hanya demi memperoleh promosi bisa membuat pengeluaran membengkak. Sebaliknya, membeli satu produk sesuai kebutuhan mungkin lebih menguntungkan.
Tujuan utama membandingkan harga adalah memperoleh produk sesuai anggaran dan kebutuhan, bukan sekadar mengejar label harga terendah.
Advertisement
7. Mengutamakan Tabungan dan Dana Darurat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5179475/original/056196300_1743576602-pexels-tima-miroshnichenko-7009853.jpg)
Kebiasaan finansial yang sehat tidak hanya berkaitan dengan penghematan, tetapi juga kesiapan menghadapi keadaan tidak terduga.
Dana darurat berfungsi sebagai cadangan ketika seseorang kehilangan pekerjaan, menghadapi kebutuhan medis, atau harus memperbaiki kendaraan maupun rumah.
Besarnya dana darurat bergantung pada pengeluaran bulanan, kestabilan pendapatan, dan jumlah tanggungan. Sebagai gambaran, pekerja berpenghasilan tetap dapat menargetkan cadangan beberapa bulan biaya hidup secara bertahap.
Agar lebih konsisten, sisihkan uang segera setelah menerima penghasilan. Cara ini membantu tabungan menjadi prioritas, bukan sekadar tempat menampung sisa uang pada akhir bulan.
8. Menghindari Utang Konsumtif Berlebihan
Utang dapat digunakan untuk tujuan produktif atau kebutuhan tertentu. Namun, pinjaman untuk membiayai gaya hidup di luar kemampuan berisiko menghambat tujuan keuangan jangka panjang.
Sebelum mengambil kredit, perhatikan suku bunga, biaya administrasi, tenor, total pembayaran, dan kemampuan membayar cicilan.
Penggunaan kartu kredit juga perlu dikendalikan. Membayar tagihan secara penuh sesuai jatuh tempo dapat membantu menghindari bunga, sedangkan penggunaan tanpa perencanaan dapat memicu penumpukan utang.
Mengurangi utang konsumtif memberikan ruang lebih besar bagi penghasilan untuk memenuhi kebutuhan, membangun tabungan, dan mendukung rencana keuangan.
Â
Pertanyaan Seputar Kebiasaan Frugal Orang Kaya
Apa arti kebiasaan frugal orang kaya?
Kebiasaan frugal orang kaya adalah pola pengelolaan uang secara bijak melalui pengendalian pengeluaran, pemilihan barang berdasarkan manfaat, dan penentuan prioritas finansial. Tujuannya bukan sekadar menghemat uang, melainkan menjaga kestabilan keuangan dan mendukung pertumbuhan aset.
Mengapa sebagian orang kaya memilih hidup hemat?
Sebagian orang kaya menerapkan gaya hidup hemat untuk menjaga kekayaan, mengurangi pemborosan, dan menyediakan lebih banyak dana bagi tujuan jangka panjang. Pengeluaran terkendali juga membantu mereka menghadapi perubahan ekonomi secara lebih siap.
Apakah orang kaya selalu membeli barang murah?
Tidak. Mereka dapat memilih barang berkualitas tinggi selama harganya sepadan dengan manfaat, daya tahan, dan kemampuan finansial. Produk murah belum tentu lebih hemat apabila cepat rusak atau memerlukan biaya perawatan berulang.
Apa contoh kebiasaan frugal orang kaya dalam kehidupan sehari-hari?
Contohnya meliputi membuat anggaran, memasak di rumah, memanfaatkan barang hingga masa pakainya optimal, membandingkan harga, menghindari belanja impulsif, dan menyisihkan sebagian penghasilan untuk tabungan atau investasi.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381099/original/021116000_1792753524-cek_fakta_suahasil_-_dana_hibah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2214828/original/012272500_1526406975-pemadan_karhutla_sinar_mas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376579/original/071076900_1792381433-Cek_Fakta__Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5441352/original/085354000_1765504848-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-12T084357.150.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5179477/original/089123000_1743576769-expressive-pretty-woman-posing.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816327/original/012713700_1714377958-IMG_2308.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4728632/original/071373600_1706465868-aleksandrs-karevs-9PZePvYSM4U-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323521/original/004314500_1786617942-IMG-20260813-WA0150.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6578838/original/003124300_1779421749-jambu_air.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8390456/original/046179700_1782270714-nuget_bihun.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8231776/original/060419100_1781092248-DSC01995.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7743558/original/040191300_1780550751-subsidi_dikembangkan_2a.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5319153/original/007607300_1755506626-bansos.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5697309/original/087148900_1778575609-Gemini_Generated_Image_fqdhcafqdhcafqdh.jpg)