7 Bahasa Tubuh Orang yang Sering Melirik Jam Ketika Diajak Mengobrol, Tanda Bosan?

Kenali 7 bahasa tubuh orang yang sering melirik jam saat mengobrol dan pahami maknanya tanpa buru-buru menyimpulkan.

Diterbitkan 24 Oktober 2026, 12:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bahasa tubuh bisa membantu seseorang memahami respons lawan bicara ketika percakapan berlangsung. Salah satu perilaku yang kerap mengundang pertanyaan ialah kebiasaan melirik jam saat seseorang sedang diajak mengobrol. Gerakan ini bisa menandakan keinginan untuk segera pergi, tetapi juga mungkin berkaitan dengan jadwal atau urusan lain yang perlu diselesaikan.

Merujuk How to Tell if Someone Is (Really) Paying Attention to You dalam Psychology Today dijelaskan bahwa kontak mata yang terputus-putus dan kebiasaan melihat jam ketika berbicara bisa menjadi tanda perhatian yang beralih. Dari sini, penting kiranya memastikan seseorang yang sedang terlibat percakapan benar-benar tersedia waktunya atau informasi yang dibahas benar-benar cocok untuk kalian berdua.

Jadi, bagaimana membedakan orang yang mulai bosan dengan orang yang sedang memikirkan waktu atau memiliki keperluan lain? Simak 8 cara memahami tanda-tanda tersebut, dihadirkan Liputan6, Sabtu (24/10).

1. Melirik Jam Berulang Kali Saat Percakapan Berlangsung

Orang yang berkali-kali melihat jam ketika diajak mengobrol mungkin sedang memikirkan waktu yang tersisa. Ia bisa merasa perlu mengakhiri percakapan karena memiliki agenda lain.

Perhatikan apakah ia kembali melihat jam setiap beberapa menit, terutama ketika lawan bicara sedang menjelaskan sesuatu. Pola tersebut bisa menunjukkan bahwa perhatiannya terbagi antara percakapan dan urusan lain.

Namun, kebiasaan ini tidak selalu berarti bosan. Ia mungkin sedang menunggu jadwal pertemuan, mengejar kendaraan, atau memastikan waktu untuk menyelesaikan pekerjaan.

2. Mengalihkan Pandangan dari Lawan Bicara

Orang yang sering melirik jam mungkin juga mengalihkan pandangan ke pintu, jendela, atau orang yang berlalu-lalang. Perilaku ini bisa menunjukkan bahwa perhatiannya tidak lagi tertuju sepenuhnya pada percakapan.

Jika pandangan tersebut muncul bersamaan dengan kebiasaan melihat jam, ada kemungkinan ia sedang memikirkan hal lain. Meski demikian, seseorang juga bisa mengalihkan pandangan ketika berusaha mengingat informasi atau menyusun jawaban.

Karena itu, jangan langsung menganggapnya tidak menghargai percakapan. Amati apakah ia masih menanggapi pembicaraan dan mengajukan pertanyaan yang sesuai dengan topik.

3. Mengubah Posisi Duduk atau Berdiri

Orang yang ingin segera mengakhiri percakapan terkadang mulai mengubah posisi tubuh. Ia mungkin menggeser kursi, berdiri dari tempat duduk, atau mengarahkan tubuh ke pintu sambil melirik jam.

Gerakan tersebut bisa menjadi petunjuk bahwa ia sedang bersiap meninggalkan tempat. Apabila terjadi berulang kali ketika percakapan belum selesai, kemungkinan ia ingin beralih ke kegiatan berikutnya.

Meski begitu, perubahan posisi juga bisa terjadi karena pegal atau ingin mencari posisi yang nyaman. Perhatikan apakah gerakan itu disertai ucapan tentang jadwal atau keinginan untuk segera pergi.

4. Mulai Memainkan Benda di Tangan

Sebagian orang memainkan pulpen, mengetuk meja, merapikan pakaian, atau membuka layar ponsel ketika percakapan berlangsung. Jika kebiasaan ini muncul bersama perilaku melirik jam, perhatiannya mungkin sedang terbagi.

Gerakan tersebut bisa terjadi ketika seseorang merasa gelisah, menunggu sesuatu, atau kehilangan minat terhadap topik pembicaraan. Namun, kebiasaan memainkan benda juga bisa muncul tanpa disadari saat seseorang berpikir.

Jadi, jangan menggunakan satu gerakan sebagai dasar untuk menilai perasaannya. Perhatikan apakah ia masih mendengarkan, menjawab pertanyaan, dan mengikuti arah pembicaraan sebelum menarik kesimpulan.

5. Memberikan Jawaban Singkat dan Tidak Melanjutkan Topik

Ketika seseorang mulai kehilangan minat pada percakapan, ia mungkin hanya memberikan jawaban singkat seperti "iya", "oh", atau "begitu". Ia juga bisa berhenti mengajukan pertanyaan meskipun sebelumnya ikut berdiskusi.

Jika respons tersebut disertai kebiasaan melirik jam, ada kemungkinan ia ingin mengakhiri pembicaraan. Perubahan cara merespons dapat membantu kita memahami apakah ia masih mengikuti topik yang dibahas.

Akan tetapi, jawaban singkat juga bisa muncul karena lelah, sedang memikirkan sesuatu, atau tidak mengetahui harus menjawab apa. Cobalah mengganti topik atau menanyakan apakah ia memiliki keperluan lain.

6. Mengurangi Respons Selama Diajak Berbicara

Orang yang perhatiannya beralih bisa mengurangi respons selama percakapan. Ia mungkin jarang mengangguk, tidak menanggapi bagian penting cerita, atau meminta lawan bicara mengulangi perkataan.

Jika perilaku tersebut terjadi bersamaan dengan kebiasaan melihat jam, ada kemungkinan pikirannya sedang tertuju pada hal lain. Kondisi ini bisa membuat percakapan terasa berjalan satu arah.

Namun, kurangnya respons tidak selalu berarti bosan. Ia mungkin sedang lelah atau berusaha memahami informasi yang disampaikan. Untuk memastikannya, berikan kesempatan kepadanya menjelaskan keadaan tanpa membuat tuduhan.

7. Mengakhiri Percakapan dengan Alasan Waktu

Tanda lain yang bisa diamati adalah ketika seseorang mulai menyebut jadwal, pekerjaan, atau kegiatan yang harus segera dilakukan. Ia mungkin melihat jam, merapikan barang, kemudian mengatakan bahwa dirinya perlu berangkat.

Rangkaian perilaku tersebut bisa menunjukkan bahwa ia ingin mengakhiri percakapan. Jika ia menyampaikan alasannya secara langsung, hormati keterangannya tanpa harus menganggap pembicaraan sebelumnya tidak menarik baginya.

Dalam memahami bahasa tubuh, penting untuk membedakan pengamatan dan dugaan. Kebiasaan melirik jam memang bisa berkaitan dengan perhatian yang beralih, tetapi alasan sebenarnya lebih mudah dipahami melalui komunikasi langsung.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Kebiasaan Melirik Jam Saat Mengobrol

1. Apakah sering melirik jam berarti seseorang bosan?

Belum tentu. Ia mungkin sedang memikirkan jadwal, menunggu seseorang, atau memiliki urusan yang harus diselesaikan.

2. Apa tanda seseorang tidak tertarik melanjutkan percakapan?

Ia mungkin mengurangi respons, mengalihkan pandangan, memberikan jawaban singkat, atau mulai bersiap meninggalkan tempat.

3. Apakah bahasa tubuh bisa menunjukkan perasaan seseorang?

Bahasa tubuh bisa memberikan petunjuk tentang perhatian dan respons seseorang, tetapi tidak bisa memastikan perasaannya tanpa mempertimbangkan konteks.

4. Mengapa seseorang sering melihat jam saat berbicara?

Penyebabnya bisa berupa kebutuhan memeriksa waktu, memikirkan agenda, merasa gelisah, atau kehilangan minat terhadap percakapan.

5. Bagaimana cara menyikapi orang yang terus melirik jam saat mengobrol?

Tanyakan dengan sopan apakah ia memiliki keperluan lain. Jika ia perlu pergi, akhiri percakapan dengan menghargai waktunya.