Liputan6.com, Jakarta - Oversharing sering muncul dalam percakapan sehari-hari tanpa disadari. Seseorang bisa menceritakan urusan pribadi kepada orang yang baru dikenal, membagikan persoalan keluarga, atau mengungkap informasi yang sebenarnya tidak perlu diketahui banyak orang.
Persoalan ini juga berkembang sebagai salah satu naluri manusia. Dalam studi yang terbitkan Association For Psychological Science (APS) berjudul, “‘Forget I Said That’: The Evolutionary Drive to Disclose May Lead to Oversharing ”, menjelaskan bahwa informasi pribadi kini lebih mudah tersebar kepada orang lain yang terhubung ke dalam sebuah kelompok.
Lalu, bagaimana mengetahui bahwa seseorang mulai terlalu banyak bercerita? Dan apakah benar oversharing bikin orang lain tidak menyukainya? Untuk mengetahuinya, simak informasi selengkapnya, dihadirkan Liputan6, Rabu (30/9).
Advertisement
1. Sering Menceritakan Urusan Pribadi dan Diri Sendiri
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5209412/original/080193300_1746433225-front-view-smiley-friends-sitting-stairs_23-2149536941.jpg)
Orang yang melakukan Oversharing sering membawa urusan pribadi ke dalam berbagai percakapan. Cerita tentang keluarga, hubungan, pekerjaan, atau persoalan keuangan bisa muncul meski topiknya tidak berkaitan.
Kebiasaan ini dapat membuat lawan bicara menerima informasi yang sebenarnya belum diperlukan. Apalagi jika hubungan keduanya belum sampai pada tingkat saling mengenal.
Karena itu, penting melihat hubungan sebelum membuka cerita. Tidak semua orang yang bersedia mendengar berarti ingin mengetahui seluruh kehidupan pribadi seseorang.
Advertisement
2. Membuka Cerita kepada Orang Baru
Orang yang baru dikenal biasanya belum mengetahui banyak hal tentang kehidupan seseorang. Namun, Oversharing membuat proses perkenalan langsung dipenuhi cerita pribadi.
Cerita tersebut bisa berupa masalah hubungan, konflik keluarga, pengalaman kerja, atau persoalan lain yang biasanya membutuhkan kepercayaan sebelum dibicarakan.
Memberi ruang bagi hubungan untuk berkembang membantu seseorang menentukan informasi yang memang perlu dibagikan. Kedekatan tidak harus dibangun melalui semua cerita pribadi sekaligus.
3. Sulit Menghentikan Cerita Pribadi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5209400/original/010625300_1746432756-cheerful-asian-young-women-sitting-cafe-drinking-coffee-with-friends-talking-together_7861-841.jpg)
Ciri lain terlihat ketika seseorang terus melanjutkan cerita meski lawan bicara sudah memberikan respons singkat. Percakapan kemudian berubah menjadi satu arah.
Lawan bicara mungkin hanya menjawab seperlunya karena tidak tahu harus memberikan tanggapan apa. Situasi tersebut bisa menjadi tanda bahwa informasi yang dibagikan sudah melewati kebutuhan percakapan.
Berhenti sejenak dan melihat respons orang lain dapat membantu menjaga percakapan tetap seimbang. Komunikasi membutuhkan kesempatan bagi kedua pihak untuk berbicara.
Advertisement
4. Membicarakan Masalah Orang Lain
Oversharing tidak selalu berkaitan dengan cerita tentang diri sendiri. Seseorang juga bisa terlalu banyak menceritakan kehidupan orang lain kepada pihak yang tidak berkaitan.
Informasi mengenai pasangan, keluarga, teman, atau rekan kerja dapat menjadi persoalan ketika dibagikan tanpa pertimbangan. Orang yang menjadi bahan cerita mungkin tidak ingin urusannya diketahui orang lain.
Sebelum menceritakan sesuatu, seseorang bisa mempertimbangkan apakah informasi tersebut memang miliknya untuk dibagikan. Pertimbangan ini membantu menjaga kepercayaan dalam hubungan.
5. Terlalu Banyak Bercerita di Media Sosial
Media sosial membuat satu cerita bisa diketahui banyak orang dalam waktu singkat. Karena itu, informasi pribadi yang dibagikan secara daring memiliki jangkauan berbeda dari percakapan langsung.
APA juga mencatat bahwa informasi pribadi yang muncul di internet dapat tersebar kepada orang di luar lingkaran hubungan awal.
Kebiasaan mengunggah setiap persoalan pribadi perlu diperhatikan. Tidak semua pengalaman harus menjadi konsumsi publik, terutama jika melibatkan orang lain tanpa persetujuan.
Advertisement
6. Mengharapkan Orang Lain Ikut Membuka Diri
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5209454/original/092354500_1746433723-people-having-debate-while-looking-computer_23-2149389735.jpg)
Seseorang yang banyak bercerita terkadang berharap lawan bicara melakukan hal serupa. Ketika orang lain tidak merespons dengan cerita pribadi, percakapan bisa terasa tidak seimbang.
Padahal, setiap orang mempunyai batas berbeda dalam membagikan pengalaman. Ada orang yang memilih berbicara setelah merasa percaya dan mengenal lawan bicara.
Menghormati pilihan tersebut membantu menjaga hubungan. Cerita pribadi sebaiknya diberikan karena memang ingin dibagikan, bukan untuk mendapatkan keterbukaan yang sama dari orang lain.
7. Menceritakan Masalah Saat Situasi Tidak Tepat
Tempat dan waktu ikut menentukan apakah sebuah cerita sesuai untuk dibicarakan. Persoalan pribadi yang disampaikan dalam rapat, tempat kerja, atau pertemuan singkat dapat membuat orang lain kesulitan merespons.
Cleveland Clinic juga menekankan bahwa informasi pribadi perlu disesuaikan dengan konteks ketika seseorang berada di lingkungan kerja.
Karena itu, sebelum bercerita, perhatikan situasi dan siapa saja yang sedang berada di sekitar. Tidak semua ruang memberikan kesempatan untuk membahas persoalan pribadi.
Advertisement
8. Mengungkap Informasi yang Sangat Pribadi
Informasi mengenai kondisi keluarga, hubungan, keuangan, atau konflik pribadi memiliki tingkat keterbukaan yang berbeda bagi setiap orang. Ketika semua informasi langsung diberikan, batas pribadi menjadi sulit dijaga.
Hal ini semakin penting ketika cerita disampaikan kepada orang yang belum dikenal. Informasi yang sudah terucap juga tidak selalu mudah ditarik kembali.
Seseorang bisa memilih bagian cerita yang memang perlu diketahui. Menyimpan sebagian informasi untuk diri sendiri juga merupakan bagian dari menjaga batas dalam hubungan.
9. Sering Menjadikan Percakapan Tentang Diri Sendiri
Percakapan dapat menjadi tidak seimbang ketika hampir setiap topik dikaitkan kembali dengan pengalaman pribadi. Lawan bicara akhirnya memiliki sedikit kesempatan untuk menyampaikan ceritanya.
Kebiasaan tersebut belum tentu menunjukkan niat untuk mengabaikan orang lain. Namun, pola percakapan yang terus berpusat pada satu pihak bisa membuat orang lain memilih mengurangi interaksi.
Memberikan pertanyaan kepada lawan bicara dapat menjaga percakapan tetap dua arah. Mendengarkan juga menjadi bagian dari komunikasi, bukan sekadar menunggu kesempatan untuk bercerita.
Advertisement
10. Tetap Bercerita Meski Orang Lain Terlihat Tidak Nyaman
Tanda lain dapat terlihat dari respons lawan bicara. Jawaban pendek, perubahan topik, atau keinginan mengakhiri percakapan dapat menunjukkan bahwa orang tersebut tidak ingin melanjutkan pembahasan.
Jika tanda tersebut diabaikan, Oversharing bisa membuat orang lain memilih menjaga jarak. Namun, respons seseorang tidak selalu berarti ia tidak menyukai orang yang sedang berbicara.
Yang perlu diperhatikan adalah batas percakapan. Memberi kesempatan kepada orang lain untuk menentukan apakah mereka ingin mendengar lebih jauh dapat membantu hubungan tetap berjalan.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Ciri Orang Oversharing
Apa yang dimaksud dengan Oversharing?
Oversharing adalah kebiasaan membagikan terlalu banyak informasi pribadi kepada orang lain, terutama ketika informasi tersebut tidak diperlukan dalam percakapan atau situasi tertentu.
Mengapa orang bisa melakukan Oversharing?
Penyebabnya bisa berbeda pada setiap orang. Ada yang merasa nyaman bercerita, ingin membangun kedekatan, mencari dukungan, atau belum memperhatikan batas informasi dalam percakapan.
Apakah Oversharing bisa mengganggu hubungan?
Bisa. Jika dilakukan berulang kali tanpa memperhatikan respons lawan bicara, percakapan dapat menjadi tidak seimbang dan membuat sebagian orang memilih menjaga jarak.
Apakah bercerita tentang masalah pribadi selalu termasuk Oversharing?
Tidak. Membagikan masalah pribadi kepada orang yang dipercaya merupakan bagian dari komunikasi. Oversharing lebih berkaitan dengan jumlah, konteks, dan siapa yang menerima informasi tersebut.
Bagaimana cara mengurangi kebiasaan Oversharing?
Berhenti sejenak sebelum bercerita, mempertimbangkan siapa yang mendengar, melihat konteks percakapan, dan memberi kesempatan kepada orang lain untuk berbicara dapat membantu menjaga batas pribadi.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361803/original/099544000_1790748121-Cek_fakta_Bantuan_sembako.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340558/original/047338600_1788510282-cek_fakta_-_BNI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361587/original/019138200_1790739278-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-30T103330.320.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5539434/original/056891000_1774600557-SPPI_koperasi_desa_merah_putih.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5209403/original/002135300_1746432914-beautiful-adult-women-laughing-while-having-coffee_23-2148431577.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361300/original/000394000_1790692999-WhatsApp_Image_2026-09-29_at_9.36.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360089/original/_Langkah_Membumi_mengajak_mahasiswa_mempraktikkan_pemilahan_sampah_berdasarkan_kategori_organik__anorganik_dan_residu_dalam_Waste_Sorting_Competition_yang_berlangsung_sepanjang_Bulan_September_202.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360261/original/089333200_1790604449-1790416230.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4938388/original/037330400_1725618752-WhatsApp_Image_2024-09-06_at_6.54.31_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2995583/original/093783600_1576227057-coline-hasle-YCnycuWG7XY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358415/original/056465700_1790339608-IMG_2927.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358530/original/092817600_1790359243-WhatsApp_Image_2026-09-25_at_9.24.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357654/original/010090000_1790271446-1000443129.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356800/original/077671500_1790221190-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_09.33.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332646/original/012342700_1787713788-e321c65d-e224-4b30-b5f9-c7dc77968345.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355283/original/019472000_1790097211-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_00.04.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309594/original/004577900_1785231677-F9sa5nS7hn2TfjlMbOkVbFAhDFEpZb1cMECVQ39G.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5111884/original/063852100_1738068911-Wanita_pemberani.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4564055/original/083994900_1693902510-calling-communication-connect-networking-concept.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361558/original/050372800_1790738130-Gemini_Generated_Image_i92c6ti92c6ti92c.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361507/original/019299800_1790735415-c115b6c4-f0ac-41bb-854f-df499f4755f9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361122/original/072768100_1790677028-4056__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5233648/original/042238800_1748320863-pexels-kindelmedia-7651838.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4686810/original/057930900_1702575320-Ilustrasi_main_HP_sambil_tiduran__kangen__LDR__membaca_pesan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4935775/original/018605200_1725380179-pexels-cottonbro-6532342.jpg)