Liputan6.com, Jakarta - Rasa saling menghargai merupakan salah satu fondasi utama dalam setiap hubungan, baik dengan pasangan, keluarga, teman, maupun rekan kerja. Ketika seseorang menghargai Anda, hal itu biasanya tercermin dari cara mereka berkomunikasi, mendengarkan pendapat, menghormati batasan pribadi, serta memperlakukan Anda dengan sopan dan penuh empati. Sebaliknya, ketika rasa hormat mulai memudar, perubahan perilaku sering kali muncul secara bertahap dan tidak selalu mudah dikenali.
Dalam psikologi, perilaku yang menunjukkan kurangnya penghargaan terhadap orang lain dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti perubahan dinamika hubungan, pola komunikasi yang buruk, konflik yang tidak terselesaikan, atau karakter individu. Namun, penting untuk dipahami bahwa satu perilaku saja tidak selalu menjadi bukti bahwa seseorang benar-benar tidak menghargai Anda. Pola yang terjadi secara berulang dan konsisten biasanya lebih bermakna dibandingkan satu kejadian yang berdiri sendiri.
Daftar ini bukan untuk menghakimi atau mendiagnosis seseorang, melainkan sebagai bahan refleksi agar Anda dapat menilai hubungan secara lebih objektif dan membangun komunikasi yang lebih sehat. Lantas apa saja tanda seseorang sudah tidak menghargai Anda menurut psikologi? Melansir dari berbagai sumber, Kamis (30/7/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.
Advertisement
1. Sering Mengabaikan Pendapat Anda
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5182109/original/045183200_1744025227-woman-pointing-phone-while-reading-messages-infidel-husband-while-having-disagreement-heated-angry-frustrated-offended-irritated-accusing-her-man-cheating_482257-9293.jpg)
Salah satu tanda yang paling sering muncul ketika seseorang mulai tidak menghargai Anda adalah kebiasaan mengabaikan pendapat yang Anda sampaikan. Dalam hubungan yang sehat, setiap orang memiliki kesempatan untuk didengar, meskipun tidak semua pendapat harus selalu disetujui. Ketika seseorang berulang kali memotong pembicaraan, tidak memberi kesempatan Anda menjelaskan, atau langsung menolak pendapat tanpa mempertimbangkannya, hal tersebut dapat menunjukkan rendahnya penghargaan terhadap perspektif Anda.
Dalam psikologi komunikasi, mendengarkan secara aktif (active listening) merupakan bentuk penghormatan terhadap lawan bicara. Orang yang menghargai Anda biasanya akan berusaha memahami isi pembicaraan sebelum memberikan tanggapan. Sebaliknya, jika seseorang terus-menerus mengabaikan apa yang Anda katakan, hubungan dapat menjadi tidak seimbang karena hanya satu pihak yang merasa didengar.
Meski demikian, penting membedakan antara perilaku yang terjadi sesekali akibat stres atau kelelahan dengan pola yang berlangsung terus-menerus. Jika pengabaian terhadap pendapat Anda menjadi kebiasaan dalam berbagai situasi, hal tersebut layak menjadi bahan evaluasi dalam hubungan tersebut.
Advertisement
2. Tidak Menghormati Batasan Pribadi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5485704/original/062361600_1769524719-pexels-helenalopes-933964.jpg)
Setiap individu memiliki batasan (boundaries) yang berbeda terkait waktu, privasi, ruang pribadi, maupun kenyamanan emosional. Orang yang menghargai Anda akan berusaha memahami dan menghormati batasan tersebut, meskipun mereka mungkin tidak selalu sepenuhnya memahaminya. Sebaliknya, seseorang yang terus-menerus melanggar batasan tanpa mempertimbangkan perasaan Anda dapat menunjukkan kurangnya rasa hormat.
Contohnya bisa berupa memaksa Anda melakukan sesuatu yang sudah jelas tidak diinginkan, membuka informasi pribadi tanpa izin, datang tanpa pemberitahuan meskipun Anda telah meminta ruang, atau terus menghubungi saat Anda telah menyampaikan membutuhkan waktu sendiri. Dalam psikologi, perilaku semacam ini dapat mengganggu rasa aman dan kenyamanan dalam hubungan.
Menetapkan batasan bukanlah bentuk egoisme, melainkan bagian dari menjaga kesehatan hubungan. Jika seseorang terus mengabaikan batasan yang telah dikomunikasikan dengan jelas, penting untuk mengevaluasi apakah hubungan tersebut masih memberikan rasa saling menghormati dan aman.
3. Hanya Menghubungi Saat Membutuhkan Bantuan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8676544/original/011067800_1782720742-oliur-_8S9nEmCZK0-unsplash.jpg)
Hubungan yang sehat umumnya dibangun atas dasar timbal balik. Salah satu tanda seseorang mulai tidak menghargai Anda adalah ketika mereka hanya muncul saat membutuhkan bantuan, tetapi menghilang ketika Anda membutuhkan dukungan. Pola hubungan yang terlalu berat sebelah dapat membuat salah satu pihak merasa dimanfaatkan.
Dalam psikologi sosial, hubungan yang sehat ditandai dengan adanya keseimbangan dalam memberi dan menerima, meskipun tidak harus selalu sama persis. Jika komunikasi hanya terjadi ketika mereka membutuhkan tenaga, waktu, uang, atau bantuan Anda, sementara keberadaan dan kebutuhan Anda diabaikan, hal tersebut dapat menjadi sinyal bahwa hubungan berjalan secara tidak seimbang.
Tentu, setiap orang dapat mengalami masa sibuk atau kesulitan tertentu. Oleh karena itu, yang perlu diperhatikan adalah pola jangka panjangnya. Apabila perilaku tersebut terus berulang tanpa adanya perhatian terhadap kebutuhan Anda, hubungan tersebut layak untuk dievaluasi.
Advertisement
4. Sering Meremehkan atau Mengkritik secara Tidak Membangun
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5182626/original/059251100_1744097998-Mengkritik.jpg)
Kritik yang disampaikan dengan tujuan membantu seseorang berkembang berbeda dengan kritik yang bertujuan merendahkan. Orang yang menghargai Anda biasanya memberikan masukan dengan cara yang sopan, spesifik, dan disertai niat baik. Sebaliknya, kritik yang bernada merendahkan, mempermalukan, atau membuat Anda merasa tidak berharga dapat menjadi tanda berkurangnya rasa hormat.
Dalam psikologi, kritik yang destruktif dapat memengaruhi harga diri dan kesejahteraan emosional apabila terjadi secara berulang. Misalnya, seseorang terus mengecilkan pencapaian Anda, membandingkan Anda secara tidak sehat dengan orang lain, atau menggunakan kata-kata yang merendahkan tanpa memberikan solusi.
Jika kritik yang diterima membuat Anda terus merasa tidak cukup baik, kehilangan kepercayaan diri, atau takut menjadi diri sendiri, penting untuk mempertimbangkan apakah pola komunikasi dalam hubungan tersebut masih sehat. Kritik yang membangun membantu seseorang berkembang, sedangkan kritik yang merendahkan justru dapat merusak hubungan.
5. Tidak Menghargai Waktu dan Komitmen yang Sudah Disepakati
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291922/original/076017400_1783579914-OaMgDhOXMI860NvDefd77XhRnXlZ70D3rZLcBZYO.jpg)
Menghargai waktu merupakan salah satu bentuk penghormatan terhadap orang lain. Dalam hubungan yang sehat, setiap pihak berusaha menepati janji, memberikan kabar apabila terlambat, serta menghormati komitmen yang telah dibuat bersama. Sebaliknya, jika seseorang berulang kali membatalkan rencana secara sepihak, datang terlambat tanpa alasan yang jelas, atau membuat Anda terus menunggu tanpa penjelasan, hal tersebut dapat menunjukkan kurangnya penghargaan terhadap waktu dan usaha yang telah Anda berikan.
Dari sudut pandang psikologi interpersonal, perilaku ini dapat memengaruhi rasa percaya dalam hubungan. Ketika seseorang secara konsisten menganggap waktu Anda kurang penting dibanding kepentingannya sendiri, hubungan menjadi tidak seimbang. Anda mungkin mulai merasa bahwa keberadaan, kebutuhan, atau usaha yang Anda lakukan tidak dianggap berarti.
Meski demikian, penting untuk melihat konteksnya. Setiap orang dapat mengalami keadaan darurat atau situasi yang tidak terduga. Namun, jika perilaku tersebut menjadi pola yang terus berulang tanpa adanya permintaan maaf, penjelasan, atau upaya memperbaiki keadaan, hal itu layak menjadi bahan evaluasi dalam hubungan.
Advertisement
6. Jarang Menunjukkan Empati terhadap Perasaan Anda
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4560152/original/051450100_1693566127-rosie-sun-rTwhmFSoXC8-unsplash.jpg)
Empati adalah kemampuan memahami dan menghargai perasaan orang lain. Orang yang menghormati Anda umumnya akan berusaha mendengarkan ketika Anda sedang menghadapi kesulitan, meskipun mereka tidak selalu memiliki solusi. Sebaliknya, kurangnya empati dapat terlihat ketika seseorang mengabaikan perasaan Anda, mengecilkan masalah yang sedang dihadapi, atau menganggap emosi Anda sebagai sesuatu yang berlebihan.
Dalam psikologi, empati berperan penting dalam membangun hubungan yang sehat dan saling mendukung. Ketika seseorang terus-menerus merespons kesedihan, kekhawatiran, atau kekecewaan Anda dengan sikap acuh tak acuh atau meremehkan, Anda dapat merasa tidak dipahami dan tidak dihargai sebagai individu.
Namun, perlu diingat bahwa kemampuan menunjukkan empati dapat berbeda pada setiap orang. Ada individu yang kesulitan mengekspresikan kepedulian meskipun sebenarnya peduli. Oleh karena itu, yang lebih penting adalah memperhatikan pola perilaku secara keseluruhan dan bagaimana mereka merespons setelah Anda mengomunikasikan kebutuhan emosional Anda.
7. Tidak Mengakui Kesalahan atau Selalu Menyalahkan Anda
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193449/original/065553800_1745225107-pexels-rdne-8489049.jpg)
Dalam hubungan yang sehat, setiap orang memiliki kesempatan untuk mengakui kesalahan, meminta maaf, dan belajar dari pengalaman. Sebaliknya, jika seseorang selalu menghindari tanggung jawab atas tindakannya dan terus menyalahkan Anda setiap kali terjadi masalah, hubungan dapat menjadi tidak sehat.
Psikologi menjelaskan bahwa kecenderungan untuk selalu menyalahkan orang lain dapat menghambat penyelesaian konflik. Ketika satu pihak terus menolak mengakui perannya dalam sebuah masalah, komunikasi menjadi buntu karena fokus berpindah dari mencari solusi menjadi mencari pihak yang harus disalahkan. Dalam jangka panjang, situasi ini dapat membuat Anda merasa terus-menerus bersalah, meskipun tidak selalu menjadi penyebab utama konflik.
Bukan berarti setiap perbedaan pendapat menunjukkan kurangnya penghargaan. Namun, apabila seseorang tidak pernah mau bertanggung jawab atas tindakannya, menolak meminta maaf ketika jelas melakukan kesalahan, atau selalu membalikkan keadaan sehingga Anda merasa bersalah, hubungan tersebut patut dievaluasi dengan lebih cermat.
Advertisement
8. Membuat Anda Merasa Tidak Berharga Secara Konsisten
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3172135/original/006966500_1594093251-close-up-shot-upset-teenage-girl-wearing-blue-sweater-jeans-almost-crying-hiding-her-face-absolutely-shocked-with-bad-news_176420-13472.jpg)
Salah satu tanda yang paling perlu diperhatikan adalah ketika interaksi dengan seseorang secara konsisten membuat Anda merasa tidak dihargai, tidak cukup baik, atau kehilangan kepercayaan diri. Perasaan tersebut dapat muncul akibat berbagai perilaku yang berulang, seperti meremehkan pencapaian, mengabaikan kebutuhan emosional, mempermalukan di depan orang lain, atau terus memberikan komentar yang menjatuhkan.
Dalam psikologi, hubungan yang sehat seharusnya mendukung kesejahteraan emosional kedua belah pihak. Meskipun konflik dan perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar, hubungan yang baik tetap memberikan ruang bagi masing-masing individu untuk merasa aman, dihormati, dan diterima. Jika setelah berinteraksi Anda justru sering merasa lelah secara emosional atau mempertanyakan nilai diri sendiri, penting untuk memperhatikan penyebabnya.
Perlu diingat bahwa satu atau dua kejadian belum tentu mencerminkan keseluruhan hubungan. Namun, apabila pola tersebut berlangsung terus-menerus dan tidak berubah meskipun sudah dikomunikasikan dengan baik, mempertimbangkan kembali batasan dalam hubungan atau mencari dukungan dari orang tepercaya maupun profesional kesehatan mental dapat menjadi langkah yang bermanfaat.
Pertanyaan & Jawaban Seputar Tanda Seseorang Sudah Tidak Menghargai Anda Menurut Psikologi
1. Apakah satu tanda saja sudah berarti seseorang tidak menghargai saya?
Belum tentu. Dalam psikologi, satu perilaku yang terjadi sesekali belum cukup untuk menyimpulkan bahwa seseorang tidak menghargai Anda. Yang lebih penting adalah melihat pola perilaku yang berulang, konsisten, serta konteks hubungan secara keseluruhan.
2. Bagaimana membedakan konflik biasa dengan kurangnya penghargaan?
Konflik merupakan bagian normal dari setiap hubungan. Perbedaannya, dalam hubungan yang sehat kedua pihak tetap saling mendengarkan, menghormati batasan, dan berusaha mencari solusi. Sebaliknya, kurangnya penghargaan biasanya terlihat melalui perilaku yang terus berulang, seperti meremehkan, mengabaikan, atau tidak menghormati kebutuhan dan perasaan Anda.
3. Apa yang sebaiknya dilakukan jika merasa tidak dihargai?
Langkah pertama adalah mengomunikasikan perasaan dan kebutuhan Anda secara tenang dan jelas. Jika setelah komunikasi yang terbuka perilaku tersebut tetap berlanjut tanpa adanya perubahan atau itikad baik, Anda dapat mempertimbangkan untuk menetapkan batasan yang lebih tegas dan mengevaluasi hubungan tersebut.
4. Apakah orang yang tidak menghargai kita pasti sengaja melakukannya?
Tidak selalu. Sebagian orang mungkin tidak menyadari dampak dari perilakunya, memiliki gaya komunikasi yang kurang baik, atau sedang menghadapi tekanan tertentu. Namun, jika setelah diberi tahu mereka tetap mengabaikan perasaan Anda dan tidak menunjukkan upaya untuk berubah, hal itu patut menjadi perhatian.
5. Kapan sebaiknya mencari bantuan profesional?
Apabila hubungan yang tidak sehat berlangsung dalam waktu lama, membuat Anda terus merasa cemas, kehilangan kepercayaan diri, mengalami tekanan emosional yang berat, atau kesulitan menetapkan batasan, berkonsultasi dengan psikolog atau tenaga kesehatan mental dapat membantu Anda memahami situasi dan menemukan strategi yang sesuai.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5555013/original/059216600_1776139675-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-14T102537.741.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311589/original/001361600_1785409060-pendamping_lokal_desa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5573660/original/028626000_1777948829-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-05-05T093819.531.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312395/original/029328500_1785490278-Screenshot_2026-07-31_154400.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311312/original/030111700_1785399114-Tanda_Seseorang_Sudah_Tidak_Menghargai_Anda.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5269743/original/092797600_1751358995-Gianni_Infantino.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302387/original/003320700_1784544976-Argentina_s_Nicolas_Otamendi__19__and_Nahuel_Molina__26__scuffle_with_Spain___s_Rodri__16_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294318/original/065079400_1783829517-063_2285706113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9245742/original/085478200_1783138991-verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299398/original/064759200_1784250864-000_B8VA8NK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300741/original/083077900_1784373810-olmo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4714224/original/024842100_1705056522-pexels-vika-glitter-4140308.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305208/original/067217300_1784787644-e5jBF8Nfo4pdWFDUJuz1MeH4wOE7TXyFKSKbFGIa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9313065/original/018106200_1785575800-2149405367.jpg)