Liputan6.com, Jakarta - Kaki kram saat tidur merupakan keluhan yang cukup sering dialami banyak orang. Rasa nyeri yang muncul secara tiba-tiba di malam hari dapat membuat seseorang terbangun dan kesulitan kembali tidur. Meski umumnya tidak berbahaya, kondisi ini bisa mengganggu kualitas istirahat apabila terjadi berulang.
Kram biasanya muncul pada otot betis, telapak kaki, atau jari-jari kaki. Otot yang semula rileks mendadak berkontraksi kuat sehingga terasa sangat nyeri selama beberapa detik hingga beberapa menit. Setelah kram mereda, otot sering kali masih terasa pegal hingga beberapa jam.
Lalu, sebenarnya apa penyebab kaki kram saat tidur? Apakah kondisi ini berkaitan dengan kekurangan mineral, kelelahan, atau tanda penyakit tertentu? Berikut penjelasan lengkap Liputan6.com berdasarkan berbagai sumber kesehatan, Kamis (30/7/2026).
Advertisement
Kenapa Kaki Kram Saat Tidur?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5502586/original/064884600_1770989715-pexels-towfiqu-barbhuiya-3440682-13716991.jpg)
Menurut Medical News Today, kram kaki pada malam hari (nocturnal foot cramps) dapat dipicu oleh berbagai faktor. Sementara NHS (National Health Service Inggris) menjelaskan bahwa sebagian besar kasus bersifat tidak berbahaya dan hanya berlangsung singkat, meski penyebabnya tidak selalu diketahui.
1. Otot mengalami kelelahan
Salah satu penyebab paling umum adalah kelelahan otot. Aktivitas fisik yang berat, olahraga berintensitas tinggi, atau pekerjaan yang mengharuskan seseorang berdiri maupun berjalan dalam waktu lama membuat serabut otot bekerja lebih keras dari biasanya.
Medical News Today menjelaskan bahwa kelelahan otot dapat mengganggu impuls saraf yang mengatur kontraksi otot. Akibatnya, otot lebih mudah mengalami kejang atau kram ketika tubuh sedang beristirahat pada malam hari.
Kondisi ini sering dialami oleh pekerja lapangan, atlet, hingga orang yang baru meningkatkan intensitas olahraga.
2. Kekurangan kalium (hipokalemia)
Kalium merupakan mineral penting yang membantu mengatur kontraksi otot dan fungsi saraf. Bila kadarnya terlalu rendah, otot menjadi lebih mudah mengalami kelemahan maupun kram.
Menurut Medical News Today, hipokalemia dapat terjadi karena kurangnya asupan makanan yang mengandung kalium, muntah berkepanjangan, diare, atau penggunaan obat diuretik.
Beberapa sumber kalium yang baik antara lain:
- Pisang
- Alpukat
- Kentang
- Bayam
- Jeruk
- Tomat
Namun, konsumsi suplemen kalium sebaiknya tidak dilakukan sembarangan tanpa anjuran dokter karena kadar kalium yang terlalu tinggi juga dapat membahayakan tubuh.
3. Kekurangan magnesium
Selain kalium, magnesium berperan penting dalam menjaga fungsi otot dan sistem saraf.
Medical News Today menyebutkan bahwa kadar magnesium yang rendah dapat menyebabkan kontraksi otot yang tidak terkendali hingga menimbulkan kram. Kekurangan magnesium dapat terjadi pada orang dengan penyakit celiac, diare kronis, atau konsumsi alkohol berlebihan.
Gejala lain yang mungkin menyertai antara lain:
- mudah lelah;
- kehilangan nafsu makan;
- mual;
- kelemahan otot; serta
- kesemutan pada kondisi yang lebih berat.
Sayuran hijau, kacang-kacangan, biji-bijian, dan polong-polongan merupakan sumber magnesium alami yang baik untuk dikonsumsi sehari-hari.
4. Dehidrasi
Kurangnya cairan tubuh juga menjadi penyebab yang cukup sering dikaitkan dengan kaki kram saat tidur.
NHS menjelaskan bahwa tidak minum cukup cairan dapat meningkatkan risiko terjadinya kram, terutama ketika cuaca panas atau setelah aktivitas fisik berat.
Ketika tubuh kehilangan banyak cairan, keseimbangan elektrolit ikut terganggu sehingga otot menjadi lebih mudah berkontraksi secara tiba-tiba.
Karena itu, memenuhi kebutuhan cairan setiap hari sangat penting, terutama bagi orang yang aktif berolahraga atau bekerja di luar ruangan.
5. Kehamilan
Wanita hamil juga lebih rentan mengalami kram kaki, terutama pada trimester kedua hingga ketiga.
Menurut Medical News Today, penyebab pastinya belum diketahui secara pasti. Namun, perubahan metabolisme kalsium, meningkatnya beban tubuh, hingga perubahan sirkulasi darah diduga ikut berperan.
Sebagian besar kasus tidak berbahaya dan dapat dikurangi dengan peregangan ringan sebelum tidur serta mencukupi kebutuhan nutrisi selama kehamilan.
6. Efek samping obat-obatan tertentu
Beberapa jenis obat diketahui dapat meningkatkan risiko kram otot.
Menurut Medical News Today dan NHS, obat yang paling sering dikaitkan dengan kondisi ini meliputi:
- diuretik;
- statin untuk menurunkan kolesterol; dan
- beberapa obat tekanan darah.
Jika kram mulai muncul setelah mengonsumsi obat baru, jangan menghentikan obat sendiri. Sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui apakah diperlukan penyesuaian dosis atau penggantian obat.
7. Sepatu yang tidak nyaman
Meski terdengar sepele, pemakaian alas kaki yang tidak sesuai juga dapat menyebabkan kram pada malam hari.
Medical News Today menjelaskan bahwa sepatu yang terlalu sempit, hak tinggi, atau tidak memiliki penyangga lengkung kaki (arch support) dapat memberikan tekanan berlebihan pada otot kaki.
Sementara Princeton Sports and Family Medicine menambahkan bahwa sepatu yang bantalannya sudah aus juga dapat meningkatkan risiko munculnya kram.
8. Duduk atau tidak bergerak terlalu lama
Princeton Sports and Family Medicine menjelaskan bahwa duduk dalam waktu lama maupun kurang bergerak dapat mengurangi aliran darah ke otot kaki.
Posisi duduk tertentu bahkan dapat menekan saraf atau pembuluh darah sehingga memicu kram ketika seseorang akhirnya berbaring untuk tidur.
Karena itu, jika pekerjaan mengharuskan duduk sepanjang hari, usahakan berdiri dan berjalan ringan setiap 30–60 menit.
9. Kondisi medis tertentu
Walaupun sebagian besar kram kaki bersifat ringan, terkadang kondisi ini dapat menjadi gejala penyakit tertentu.
Princeton Sports and Family Medicine menyebutkan beberapa penyakit yang dapat berkaitan dengan kram kaki, antara lain:
- diabetes;
- penyakit ginjal;
- anemia;
- gangguan tiroid;
- penyakit arteri perifer;
- stenosis tulang belakang;
- arthritis; dan
- penyakit Parkinson.
Apabila kram terjadi sangat sering, semakin berat, atau disertai gejala lain seperti mati rasa, pembengkakan, atau kelemahan otot, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.
Advertisement
Cara Mengatasi Kaki Kram Saat Tidur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4593284/original/024675600_1696039987-close-up-old-patient-with-pain_1_.jpg)
Sebagian besar kasus dapat ditangani secara mandiri di rumah.
Beberapa langkah yang direkomendasikan oleh NHS dan Medical News Today meliputi:
Lakukan peregangan otot
Peregangan merupakan cara paling efektif untuk membantu otot kembali rileks.
Misalnya:
- meluruskan kaki secara perlahan;
- menarik jari kaki ke arah tubuh;
- melakukan peregangan otot betis ke arah dinding.
Gerakan ini membantu mengurangi kontraksi otot sehingga nyeri berangsur mereda.
Pijat area yang kram
Memijat perlahan otot yang mengalami kram dapat meningkatkan aliran darah dan membantu otot kembali rileks.
Hindari memijat terlalu keras karena justru dapat memperparah rasa nyeri.
Berdiri atau berjalan perlahan
NHS menyarankan untuk berdiri dan memberikan beban pada kaki yang mengalami kram bila memungkinkan. Berjalan perlahan juga dapat membantu melepaskan kontraksi otot.
Kompres hangat
Kompres hangat membantu merilekskan otot yang tegang. Sebagian orang juga merasa lebih nyaman menggunakan kompres dingin setelah nyeri mereda untuk mengurangi rasa pegal.
Penuhi kebutuhan cairan
Minumlah air putih yang cukup, terutama setelah berolahraga atau berada di lingkungan yang panas.
Jika kehilangan banyak cairan akibat muntah atau diare, konsultasikan dengan tenaga kesehatan mengenai kebutuhan penggantian elektrolit.
Cara Mencegah Kaki Kram Saat Tidur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569709/original/074293100_1777451479-2148995583.jpg)
Agar kaki kram saat tidur tidak mudah kambuh, beberapa kebiasaan berikut dapat diterapkan:
- lakukan peregangan otot betis sebelum tidur;
- rutin berolahraga dengan intensitas yang sesuai;
- hindari berdiri atau duduk terlalu lama;
- konsumsi makanan kaya magnesium dan kalium;
- minum air putih sesuai kebutuhan tubuh;
- gunakan sepatu dengan ukuran yang pas serta penyangga lengkung kaki yang baik;
- segera konsultasikan ke dokter bila kram muncul setelah mengonsumsi obat tertentu.
Menurut Princeton Sports and Family Medicine, menjaga kebugaran tubuh dan memperbaiki kondisi medis yang mendasari, seperti diabetes yang tidak terkontrol, juga dapat membantu mengurangi frekuensi kram.
Kapan Harus ke Dokter?
Walaupun umumnya tidak berbahaya, NHS menyarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter apabila:
- kram terus mengganggu kualitas tidur;
- berlangsung lebih dari 10 menit;
- disertai pembengkakan atau mati rasa;
- sering kambuh tanpa penyebab yang jelas; atau
- tidak membaik meski sudah melakukan peregangan dan perawatan di rumah.
Dokter dapat melakukan pemeriksaan, termasuk tes darah bila diperlukan, untuk mengetahui apakah terdapat kekurangan mineral, efek samping obat, atau penyakit lain yang menjadi penyebabnya.
Advertisement
Tanya Jawab Seputar Kram Kaki
1. Apakah kaki kram saat tidur berbahaya?
Sebagian besar tidak berbahaya dan akan hilang dalam beberapa menit. Namun, bila sering terjadi, sangat nyeri, atau disertai gejala lain, sebaiknya diperiksakan ke dokter.
2. Mengapa kram lebih sering muncul pada malam hari?
Saat tidur, otot berada dalam posisi rileks. Pada orang dengan kelelahan otot, gangguan elektrolit, atau faktor risiko lainnya, kondisi ini dapat memicu kontraksi otot secara tiba-tiba.
3. Apakah kurang minum air bisa menyebabkan kram?
Ya. Dehidrasi dapat mengganggu keseimbangan cairan dan elektrolit sehingga meningkatkan risiko terjadinya kram otot.
4. Makanan apa yang membantu mencegah kram kaki?
Makanan yang kaya magnesium dan kalium seperti bayam, kacang-kacangan, alpukat, kentang, pisang, dan polong-polongan dapat membantu menjaga fungsi otot tetap optimal sebagai bagian dari pola makan seimbang.
5. Kapan saya harus memeriksakan kram kaki ke dokter?
Segera periksakan diri jika kram berlangsung lebih dari 10 menit, sering kambuh, mengganggu tidur, muncul bersama pembengkakan atau mati rasa, atau terjadi setelah memulai obat tertentu.
Â
Â
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310889/original/017316800_1785380146-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-30T095434.257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263196/original/030041500_1781866622-petugas_sensus_pertanian_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310444/original/096202200_1785317792-cek_fakta_-_pendamping_PKH.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4210564/original/060662600_1667283991-Healthy_Sleep.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302387/original/003320700_1784544976-Argentina_s_Nicolas_Otamendi__19__and_Nahuel_Molina__26__scuffle_with_Spain___s_Rodri__16_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294318/original/065079400_1783829517-063_2285706113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9245742/original/085478200_1783138991-verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299398/original/064759200_1784250864-000_B8VA8NK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300741/original/083077900_1784373810-olmo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311152/original/097480500_1785390533-tifanitopan-sayur-labu-siam-10195200_1280.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311091/original/026150900_1785387455-10830.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5235851/original/072546600_1748437174-happy-young-asian-woman-feel-success-winning-celebrating-sitting-with-laptop-smartphone-c.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311030/original/055539300_1785386102-A.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3081755/original/098010500_1584692954-20200320-Suasana-Salat-Jumat-di--Masjid-Agung-Al-Azhar-Jakarta-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3582385/original/011695500_1632483450-multiethnic-group-young-cheerful-students-walking_171337-11709.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4936366/original/066612700_1725438341-pexels-charlotte-may-5966011.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564871/original/061974900_1777003092-kelengkeng.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2518617/original/068194900_1544322906-20181209-Anak-Punk-Mengaji-Imam8.jpg)