7 Cara Menghilangkan Bau Kasur Tanpa Menjemur, Jangan Langsung Semprot Parfum

Jangan buru-buru semprot parfum saat kasur mulai bau. Coba 7 cara menghilangkan bau kasur tanpa menjemur dengan bahan sederhana.

Diterbitkan 13 September 2026, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kasur yang mulai mengeluarkan bau apek, keringat, atau bau kurang sedap bisa membuat waktu istirahat menjadi tidak nyaman. Masalahnya, kasur berukuran besar tentu tidak selalu mudah diangkat keluar rumah untuk dijemur, apalagi jika cuaca sedang mendung atau ruang terbuka di rumah sangat terbatas. Akhirnya, banyak orang memilih menyemprotkan pewangi agar bau tersebut tertutupi, padahal aroma wangi belum tentu mengatasi sumber bau pada kasur.

Kasur dapat menyimpan kelembapan, keringat, debu, dan sisa kotoran dari penggunaan sehari-hari. Jika kondisi tersebut dibiarkan, bau yang muncul bisa kembali meskipun sebelumnya sudah diberi pewangi. Karena itu, membersihkan dan mengeringkan bagian permukaan kasur dengan cara yang tepat menjadi langkah penting ketika ingin mengurangi bau tanpa harus membawa kasur keluar rumah.

Untungnya, ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan ketika kasur tidak memungkinkan untuk dijemur langsung di bawah sinar matahari. Mulai dari membersihkan permukaannya, menggunakan bahan penyerap bau, hingga memastikan kasur kembali kering setelah dibersihkan. Lantas bagaimana saja cara menghilangkan bau kasur tanpa menjemur? Melansir dari berbagai sumber, Minggu (13/9/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.

1. Bersihkan Permukaan Kasur dengan Vacuum Cleaner

Langkah pertama yang sebaiknya dilakukan ketika kasur mulai berbau adalah membersihkan permukaannya secara menyeluruh. Debu, serpihan kulit, rambut, dan kotoran kecil yang menumpuk dapat bercampur dengan kelembapan serta keringat sehingga membuat kasur terasa kurang segar. Gunakan vacuum cleaner dengan perlengkapan yang sesuai untuk permukaan kasur, lalu bersihkan seluruh bagian secara perlahan. Jangan hanya membersihkan bagian tengah tempat tidur, tetapi perhatikan juga area dekat jahitan, tepian, dan bagian yang sering digunakan.

Jika tidak memiliki vacuum cleaner khusus kasur, alat penyedot debu rumah tangga dengan kepala yang sesuai tetap dapat digunakan. Gerakkan alat secara perlahan agar debu yang menempel dapat terangkat dengan lebih optimal. Untuk kasur yang sudah lama tidak dibersihkan, proses ini sebaiknya dilakukan secara bertahap pada seluruh permukaan. Membersihkan debu terlebih dahulu juga membantu langkah berikutnya bekerja lebih efektif karena bahan penyerap bau tidak bercampur dengan terlalu banyak kotoran.

Setelah selesai, jangan langsung menutup kasur menggunakan seprai. Berikan waktu agar permukaan kasur mendapatkan sirkulasi udara, terutama jika kamar memiliki jendela yang bisa dibuka. Langkah ini memang tidak langsung menghilangkan semua bau, tetapi menjadi dasar penting sebelum melakukan penanganan berikutnya. Jika bau berasal dari noda, cairan, atau kelembapan yang sudah masuk cukup dalam, penyedotan debu saja mungkin belum cukup dan sumber masalahnya perlu ditangani secara khusus.

2. Taburkan Baking Soda untuk Membantu Menyerap Bau

Baking soda dapat digunakan sebagai salah satu bahan sederhana untuk membantu mengurangi bau pada permukaan kasur. Taburkan baking soda secara tipis dan merata pada area yang berbau, bukan dalam jumlah berlebihan. Bahan tersebut kemudian dapat dibiarkan selama beberapa jam agar memiliki waktu untuk membantu menyerap kelembapan dan aroma yang tidak diinginkan dari permukaan kasur. Cara ini cocok dilakukan ketika kasur tidak memungkinkan untuk dibawa keluar rumah.

Sebelum menggunakan baking soda, pastikan permukaan kasur dalam keadaan kering. Jika kasur sedang basah atau lembap, jangan menambahkan bubuk terlebih dahulu karena masalah utamanya perlu ditangani dengan pengeringan. Baking soda juga sebaiknya tidak dicampur sembarangan dengan bahan pembersih lain. Untuk penggunaan pada kasur, cukup gunakan bahan dalam kondisi kering dan pastikan tidak ada anggota keluarga yang sensitif terhadap debu atau bubuk yang beterbangan.

Setelah didiamkan beberapa jam, baking soda harus disedot kembali menggunakan vacuum cleaner sampai tidak tersisa banyak bubuk di permukaan. Jangan langsung menyapunya secara kasar karena partikel dapat beterbangan ke udara. Jika setelah satu kali pemakaian bau masih kuat, jangan terus menambahkan lapisan baking soda tanpa mencari penyebabnya. Bau yang menetap dapat berasal dari noda, kelembapan, jamur, atau cairan yang sudah meresap sehingga membutuhkan penanganan berbeda.

3. Lap Bagian yang Bernoda dengan Cairan Pembersih Secukupnya

Jika sumber bau berasal dari area tertentu, cari terlebih dahulu bagian kasur yang memiliki noda atau pernah terkena tumpahan. Membersihkan seluruh permukaan secara basah justru tidak disarankan karena kasur dapat menyimpan kelembapan lebih lama. Gunakan kain bersih yang sedikit dibasahi dengan larutan pembersih yang sesuai dengan jenis material kasur. Kain sebaiknya dalam kondisi lembap, bukan sampai menetes, kemudian gunakan untuk menepuk atau mengusap area yang bermasalah secara perlahan.

Jangan menggosok noda terlalu keras karena tindakan tersebut dapat membuat cairan semakin masuk ke lapisan kasur. Sebelum menggunakan produk pembersih apa pun, periksa petunjuk perawatan dari produsen kasur. Jika memungkinkan, lakukan uji pada bagian kecil yang tidak terlalu terlihat untuk memastikan bahan tersebut tidak menyebabkan perubahan warna atau kerusakan permukaan. Hindari mencampur berbagai bahan pembersih karena beberapa kombinasi dapat menghasilkan uap atau zat yang berbahaya.

Setelah area dibersihkan, bagian tersebut harus dikeringkan dengan baik. Buka jendela dan pintu kamar untuk meningkatkan pertukaran udara, kemudian arahkan kipas ke area yang masih terasa lembap. Jangan memasang kembali seprai ketika permukaan belum benar-benar kering karena kelembapan yang terperangkap justru dapat membuat bau kembali. Jika noda atau bau berasal dari cairan yang sudah meresap jauh ke dalam kasur, pembersihan permukaan mungkin tidak cukup dan jasa pembersihan kasur profesional dapat menjadi pilihan.

4. Gunakan Kipas untuk Mempercepat Pengeringan

Tanpa menjemur di bawah matahari, kasur tetap bisa mendapatkan proses pengeringan dengan bantuan sirkulasi udara. Kipas angin dapat diarahkan ke permukaan kasur setelah kasur dibersihkan atau ketika kamar terasa lembap. Jika memungkinkan, buka jendela dan pintu agar udara dari dalam kamar dapat berganti dengan udara dari luar. Tujuannya bukan membuat kasur menjadi panas, tetapi membantu mengurangi kelembapan pada permukaannya.

Posisi kipas juga perlu diperhatikan. Jangan hanya mengarahkan angin ke satu titik selama berjam-jam jika bagian kasur lainnya masih lembap. Sesuaikan arah kipas agar udara dapat melewati area yang membutuhkan pengeringan. Kasur juga sebaiknya tidak langsung ditutup dengan seprai, selimut, atau bed cover selama proses tersebut berlangsung. Semakin leluasa udara bergerak di sekitar permukaan kasur, semakin mudah kelembapan yang tersisa untuk berkurang.

Cara ini sangat berguna ketika bau kasur muncul setelah terkena keringat berlebih, udara kamar terlalu lembap, atau proses pembersihan sebelumnya meninggalkan sedikit air. Namun, kipas bukan solusi untuk kasur yang memiliki masalah kelembapan berat atau pertumbuhan jamur. Jika tercium bau apek yang sangat kuat dan terus kembali meskipun kasur sudah dikeringkan, periksa bagian bawah kasur, alas tempat tidur, serta kondisi ruangan. Bisa saja sumber kelembapan bukan hanya berasal dari permukaan kasur.

5. Jemur Seprai dan Pelindung Kasur secara Terpisah

Meskipun kasurnya tidak dijemur, seprai dan pelindung kasur tetap dapat dicuci dan dikeringkan secara terpisah. Kain yang bersentuhan langsung dengan tubuh setiap hari dapat menyerap keringat, minyak tubuh, dan berbagai kotoran sehingga terkadang justru menjadi sumber bau yang membuat kasur ikut terasa tidak segar. Lepaskan semua lapisan tempat tidur, kemudian cuci sesuai petunjuk perawatannya sebelum memasangnya kembali.

Pelindung kasur juga tidak boleh dilupakan. Jika lapisan ini sudah lama tidak dicuci, bau dapat terus muncul meskipun permukaan kasur sudah dibersihkan. Gunakan deterjen secukupnya dan pastikan seluruh kain benar-benar kering sebelum dipasang kembali. Jika masih sedikit lembap kemudian langsung diletakkan di atas kasur, kelembapan tersebut dapat terperangkap dan membuat masalah bau berulang.

Setelah semua kain bersih dan kering, bersihkan pula permukaan kasur sebelum memasangnya kembali. Langkah ini membantu memutus sumber bau dari dua arah sekaligus, yaitu kasur dan perlengkapan tempat tidur. Untuk menjaga kasur tetap segar, seprai sebaiknya diganti secara rutin dan pelindung kasur dicuci sesuai kebutuhan. Dengan demikian, kasur tidak terus-menerus menerima keringat dan kotoran dari kain yang sudah lama digunakan.

6. Buka Jendela dan Tingkatkan Sirkulasi Udara Kamar

Bau pada kasur terkadang semakin terasa karena kondisi kamar yang tertutup dan minim pertukaran udara. Karena itu, membuka jendela dapat menjadi langkah sederhana untuk membantu membuat ruangan lebih segar. Jika terdapat dua bukaan pada posisi berbeda, manfaatkan keduanya untuk menciptakan aliran udara. Pintu kamar juga dapat dibuka pada waktu yang sesuai agar udara tidak terus terperangkap di dalam ruangan.

Sirkulasi udara menjadi semakin penting setelah kasur dibersihkan. Kelembapan dari kain, cairan pembersih, atau keringat yang tersisa membutuhkan jalur untuk keluar dari ruangan. Jika kamar terus tertutup, proses pengeringan bisa berlangsung lebih lambat dan bau apek lebih mudah bertahan. Kipas dapat dikombinasikan dengan bukaan jendela untuk membantu menggerakkan udara, selama kondisi lingkungan di luar tidak sedang membawa debu, asap, atau kelembapan berlebih.

Selain membuka jendela, perhatikan juga area sekitar tempat tidur. Jangan menumpuk pakaian, selimut, kardus, atau barang lain di sekitar kasur karena dapat menghambat sirkulasi dan membuat kamar terlihat lebih pengap. Jika memungkinkan, beri sedikit ruang antara sisi tempat tidur dan dinding agar area tersebut lebih mudah dibersihkan. Kamar yang lebih rapi dan memiliki pertukaran udara yang baik dapat membantu mengurangi kondisi yang membuat bau mudah bertahan.

7. Jangan Langsung Semprot Parfum, Cari Sumber Baunya

Menyemprotkan parfum atau pewangi memang dapat membuat kasur beraroma lebih wangi untuk sementara, tetapi cara tersebut tidak selalu menyelesaikan sumber bau. Jika bau berasal dari keringat, noda, kelembapan, atau kotoran yang menumpuk, aroma pewangi hanya bercampur dengan bau yang sudah ada. Hasilnya bahkan bisa membuat kamar memiliki aroma yang terlalu kuat dan tetap terasa tidak segar setelah beberapa waktu.

Karena itu, sebelum menggunakan pewangi, bersihkan kasur dan pastikan kondisinya kering. Jika ingin menggunakan produk pewangi khusus kain atau kasur, perhatikan label dan petunjuk pemakaian dari produsennya. Jangan menyemprotkan cairan secara berlebihan hingga kasur menjadi basah. Produk apa pun yang digunakan pada permukaan tempat tidur sebaiknya sesuai peruntukannya, dan kamar perlu memiliki ventilasi yang baik selama maupun setelah penggunaannya.

Jika bau tetap muncul setelah kasur dibersihkan dan dikeringkan, jangan terus menutupinya dengan pewangi. Periksa apakah terdapat noda lama, bagian kasur yang lembap, jamur, atau masalah pada alas tempat tidur. Bau yang sangat kuat dan menetap dapat menjadi tanda bahwa masalahnya sudah berada di lapisan yang lebih dalam. Dalam kondisi seperti itu, pembersihan profesional atau penggantian kasur mungkin lebih tepat daripada terus menambahkan pewangi.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Menghilangkan Bau Kasur Tanpa Menjemur

1. Apakah bau kasur bisa dihilangkan tanpa dijemur?

Bisa. Kasur dapat dibersihkan menggunakan vacuum cleaner, bahan penyerap bau seperti baking soda, serta dibantu sirkulasi udara dan kipas untuk mengurangi kelembapan. Namun, jika bau berasal dari cairan atau jamur yang sudah meresap ke dalam, penanganannya mungkin membutuhkan cara yang lebih khusus.

2. Apa penyebab kasur mengeluarkan bau apek?

Bau apek dapat muncul akibat kelembapan, keringat, debu, noda, atau kurangnya sirkulasi udara. Kasur yang sering digunakan tetapi jarang dibersihkan juga lebih mudah menyimpan berbagai kotoran yang kemudian menimbulkan aroma kurang sedap.

3. Apakah baking soda bisa menghilangkan bau kasur?

Baking soda dapat membantu menyerap kelembapan dan mengurangi bau pada permukaan kasur. Taburkan tipis pada kasur yang kering, diamkan selama beberapa jam, kemudian sedot kembali sampai bersih menggunakan vacuum cleaner.

4. Apakah kasur boleh disemprot parfum agar tidak bau?

Sebaiknya jangan menjadikan parfum sebagai solusi utama. Pewangi hanya dapat menutupi aroma untuk sementara, sedangkan sumber bau seperti keringat, noda, atau kelembapan masih bisa tertinggal di dalam kasur. Jika menggunakan pewangi khusus kain atau kasur, ikuti petunjuk produknya dan jangan membuat kasur terlalu basah.

5. Bagaimana cara mengeringkan kasur tanpa menjemurnya?

Buka jendela dan pintu kamar untuk meningkatkan pertukaran udara, kemudian arahkan kipas ke permukaan kasur. Jangan memasang kembali seprai atau bed cover sebelum permukaan kasur benar-benar kering.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6